Ketika Dia Berbicara

Pelajaran hari ini adalah keberkahan bulan ramadhan. Bulan ramadhan penuh dengan keberkahan. Bukan hanya saja orang islam saja melainkan orang non islampun mendapatkan keberkahan bulan ramadhan. 

Pada sore hari, jalanan ramai dan lebih ramai dibandingkan dengan selain bulan ramadhan. Banyak orang berlalu lalang mencari apa yang mereka butuhkan. 

Sore ini aku diajak kakakku ke pasar untuk membeli air minum dan sesuatu lainnya. Memang benar jalanan sangat ramai. Untuk sekedar menyeberangi jalanpun harus menunggu sedikit lama dari pada hari-hari biasanya. Sesampainya di tempat tujuan kuserahkan galon itu ke pelayan air minum itu. Sembari menunggu, kakakku berjalan entah kemana dan aku menunggu air galon penuh. Kebetulan di sebelah penjual air minum itu temanku berjualan buah tepat di sebelahnya. Sambil menunggu sambil memperhatikan temanku yang sedang sibuk melayani pembeli. 

Aku memperhatikan dari sebelahnya. Galon sudah penuh, kakakku belum juga terlihat, akupun menghampiri temanku. Dalam hatiku bersyukur,"Alhamdulillah laris." Hatiku senang melihatnya. Biasanya pada hari-hari biasa temanku ini sering curhat tentang dagangannya. Kadang mengeluh.

Tapi hari ini terlihat ramai. Baru saja dia duduk ada pembeli yang datang. Aku hanya berkesempatan untuk sekedar curhat. Aku memulai membuka pembicaraan,"wah rame." Dia menjawab,"aku menyesal hari kemarin, harusnya aku sudah panen pembeli kemarin sore. Tapi buah barteh telat datangnya. Kemarin pembeli lebih banyak dari ini sampai gerobak ini tidak kelihatan gerobaknya.

Wah hebat ya.

Baru ngobrol sebentar sudah ada pembeli lagi. Dalam hatiku,"wah laris bner." Kakakku datang akupun harus pulang sedangkan temanku masih sibuk dengan pembelinya. Hmm sungguh ramadhan penuh berkah. Sampai orang non islam juga mendapatkan keberkahannya.
Seperti inilah kehidupan pada bulan ramadhan penuh berkah

By : Much. Nasih Amin

0 komentar:

Post a Comment

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, segera hubungi admin melalui contact us.. Terima Kasih