Ketika Kita Merasa Tak Berdaya

"Diapun tidak tau apa yang dilakukan" Seperti itulah hatiku berkata.

Saat aku sedang dalam keragu-raguan karena harus berhadapan dengan orang yang ku anggap lebih tau, hatiku berusaha menguatkan diriku,"diapun tidak tau apa yang dilakukan." Saat hatiku mulai bimbang, hatiku mencoba menguatkan diriku kembali dan mengatakan,"diapun tak tau apa yang dia lakukan." Ketika hatiku mulai merasakan kegundahan, hatiku mencoba menguatkan diriku kembali dengan mengatakan," ingatlah bahwa diapun tak tau apa yang dia lakukan." 

Keragu-raguanku masih saja terus mencoba memasuki diriku walaupun dia sudah berkali-kali harus berlawanan dengan hatiku. Pikiranku mulai menata puzzle-puzzle keyakinan. Pikiranku mulai mencoba menerima kata hatiku. Pikiranku mulai membentuk benteng pertahanan. Pikiranku mulai mencoba melupakan keragu-raguan yang selalu muncul dalam benakku. Pikiranku berusaha membentuk ikatan perdamaian dengan hatiku.

Hatiku oh hatiku. Tanpa dirimu aku kebingungan. Tanpa dirimu aku merasakan kesepian. Tanpa dirimu aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Tanpa dirimu aku tak tau harus berjalan ke arah mana. Hatiku oh hatiku.

Pikiranku hai pikiranku. Bertemanlah dengan hatiku. Bersahabatlah kau dengan hatiku. Bersaudaralah kau dengan hatiku. Terus bersamalah kau dengan hatiku karena hatiku mudah berubah. Tanpa kau hatiku mudah menyerah.

Kebimbangan hai bimbang. Jadilah kau sebuah kepastian. Jadilah kau sebuah keseriusan. Jadilah kau sebuah ketepatan. Agar kau bermanfaat bagi diriku yang kaku ini.

Hatiku terus menguatkan diriku. Hatiku selalu mendukung diriku. Hatiku selalu menjadi teman setiaku. Semoga kau selalu pada ketetapan dalam kebaikan. Semoga kau nyaman dengan jalan yang lurus. Semoga kau nyaman bersama kalam-kalam Allah Sang Penguasa alam. Yaa Muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik.

By : Much. Nasih Amin

0 komentar:

Post a Comment

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, segera hubungi admin melalui contact us.. Terima Kasih