Sisa Sebuah Pilihan

Semangatku hari ini terhentikan pada suatu pilihan.
Semangatku hari ini berhenti beraktivitas.
Semangatku hari ini harus menghilang pada saatnya dia harus muncul.

Pilihan hidup kadang membuat galau pikiran ini.
Pilihan hidup suka bermain-main dalam keseriusan.
Pilihan hidup kadang menjadi trauma berkepanjangan.
Pilihan hidup memaksa diriku untuk menerima sesuatu sekaligus menolak sesuatu yang lainnya.

Pilihan tanpa kepastian akan berbuah keraguan.
Pilihan tanpa dipikirkan akan membuat penyesalan.
Pilihan yang didiamkan hanya akan menjadi penghalang untuk kemajuan.

Entah kenapa terkadang aku lupa bagaimana caranya untuk bahagia.
Entah kenapa terkadang aku lupa sebuah tujuan.
Entah kenapa terkadang aku hanya berputar-putar dalam sebuah lingkaran. Entah kenapa terkadang aku merasakan kesedihan dalam sebuah perjuangan.

Satu masalah selalu berbuah pada permasalahan yang lain.
Satu masalah selalu menghalau sesuatu yang lain.
Satu masalah selalu tumbuh dan selalu tumbuh.

Pilihan itu benar-benar telah mempermainkanku.
Pilihan itu benar-benar telah menghalau mimpi indahku.
Pilihan itu benar-benar membuat aku sakit hati.

Aku tak tau mungkin aku telah terbawa perasaan. Perasaan perasaan yang membuatku bingung. Mungkin aku terlalu empatik sehingga aku benar-benar merasakan perasaan itu. Perasaan yang penuh dengan kelelahan. Perasaan yang penuh dengan keputus-asa-an. Perasaan yang penuh dengan kemarahan tapi toleran. Perasaan-perasaan yang sangat aneh bagiku.
 
Andai saja dia tau perasaanku. Andai saja dia tau, mungkin masalah pilihan ini akan lebih terasa ringan bagiku. Andai saja dia tau betapa beratnya amanah yang dia berikan kepadaku, mungkin dia akan sedikit memberi semangat untukku. Andaikan dia tau, aku punya rencana lain yang lebih indah, mungkin dia masalah pilihan ini sudah terselesaikan sejak dulu.

Entahlah. Mungkin aku terlalu memaksakan diri. Mungkin aku terlalu bersemangat. Mungkin aku terlalu baik. Sehingga akhirnya aku terjatuh dan susah untuk bangun. 

Hanya satu harapanku, semoga dia memaafkanku.

By : Much. Nasih Amin

0 komentar:

Post a Comment

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, segera hubungi admin melalui contact us.. Terima Kasih