Uniknya Dunia

Ada-ada saja dunia ini
Ada-ada saja aku ini
Ada-ada saja yang aku alami
Ada-ada saja perasaanku ini
Ada-ada saja pikiran ini
Ada-ada saja suasana ini
Ada-ada saja dunia ini, dunia yang penuh dengan teki, dunia yang telah lama dihuni tapi katanya tak berumur panjang. Dunia yang katanya sebagai ladang akhirat tapi penuh dengan maksiat. Katanya dunia adalah tempat untuk mencari oleh-oleh akhirat tapi banyak orang yang belum bertaubat. Ada-ada saja dunia ini.

Ada-ada saja aku ini. Berharap kaya tapi malas berusaha. Suka berdoa tapi suka juga dunia. Katanya aku ini tak bisa diatur tapi lalu lintas aku patuhi. Katanya aku hebat tapi aku kadang berdebat. Katanya aku pintar tapi aku terlantar. Katanya aku serba bisa tapi aku menyelesaikan masalahku sendiripun hampir menyerah. Ada-ada saja aku ini.

Ada-ada saja yang aku alami. Masalah sebesar semut aku alami. Masalah kecil sekecil gajah yang aku besar-besarkan menjadi sebesar semut juga aku alami. Sampai masalah yang besar sebesar semut dan aku besar besarkan menjadi sebesar balonku ada lima  juga pernah aku alami. Ada-ada saja yang aku alami.

Ada-ada saja perasaanku ini. Setiap hari bersedih dalam kebahagiaan bahagia dalam kesedihan. Terkadang perasaanku ini serba malas dalam bersemangat bersemangat dalam kemalasan . Perasaanku ini bingung dalam kefokusan fokus dalam kebingungan. Ada-ada saja perasaanku ini.

Ada-ada saja pikiranku ini. Memikirkan hal yang belum terjadi dalam ketidakpastian. Memikirkan nasib hidup yang sudah ditentukan. Memikirkan sesuatu yang tak diciptakan. Memikirkan apa yang seharusnya boleh kupikirkan. Ada-ada saja pikiranku ini.

Ada-ada saja suasana ini. Ramai  terasa sepi sepi tapi berasa ramai. Suasana ini suka berubah, ditetapkan lupa arah. Suasana ini memang ada-ada saja. Telihat nyaman tapi menyeramkan, terlihat damai tapi cerai berai. Terlihat santai tapi harus sampai. Ada-ada saja perasaan ini.

Mengalah
Menyerah
Menutup diri
Merubah hati
Menundukkan diri
Mernjaga perasaan
Merubah senyuman
Merubah dunia
Bahagia sejahtera

By : Much. Nasih Amin

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment

Panduan Berkomentar, Klik disini