Kegiatan Mahasiswa

https://1.bp.blogspot.com/-Rd9bVVkPwqM/VwjCYi6Gp1I/AAAAAAAABeY/IuJ3oRRcSBkWkN7S1JguAyVmhQfp4NTow/s1600/Tips%2Bjadi%2Bmahasiswa%2Bmenarik%2Bdi%2Bkampus.jpg
www.matabaraja.com
Ciee yang sekarang sudah jadi anak kuliahan... ehem-ehem
Keren ya sekarang. Anak kuliahan gitu hehe..
eh.. ngomong-ngomong kamu sudah tahu belum guys, apa yang perlu kamu lakukan di lingkungan perkuliahan?

Masih bingung kan?

Belum tahu yang sebenarnya kan?

Mau tau, apa yang ada di lingkungan perkuliahan?

Beneran nih mau tau? Atau mau tau banget? Hehe

Ya sudah saya kasih tau deh guys.

Gini lho gambarannya.

Pertama kali kamu memasuki lingkungan perkuliahan itu sudah jelas perbedaannya.

Pertama, kalo kita lihat dari arsitek bangunannya.
Kedua, dilihat dari title pelajarnya
Ketiga, dilihat dari title pengajarnya dan keempat dilihat dari title tempatnya

Jelas beda kan hehe..

(becanda) yang itu sudah jelas sekali

* * *

Nah kalo yang saya rasakan seperti ini guys.

Ketika saya mendengar kata "kuliah", pikiran saya langsung tertuju pada kegiatan rutinitas sehari-hari guys, mulai dari

1. Berangkat ke kampus
2. Kontrak belajar
3. Cari referensi buku
4. Ngerjain tugas
5. Pusing
6. Merdeka
6 hal tersebut terangkum dalam kegiatan selama 1 semester.

Itu yang masih tergolong umum. Kalo yang tidak umum itu yang kuliah, ikut organisasi, selain itu juga sambil bekerja. Itu sangat luar biasa guys.

Lebih jelasnya seperti ini guys

Berangkat Ke Kampus

Saya berangkat dari rumah ke kampus, naik motor. Dari rumah sampai kampus dalam waktu 20-35 menit guys. Melewati 5 traffic light. Tau nggak, traffic light itu apa? Traffic light itu lampu merah kuning hijau itu guys. Selain traffic light juga melewati rel kereta guys. Cuma lewat lho. Nyebrang gitu. Nah biasanya kalo lancar, lewat jalan pas kebetulan lampu ijo terus palingan nyampe kampus 20 menit.

Tapi kalo pas lagi apes-apesnya. Pas keburu-buru, walaupun udah ngebut sengebut-ngebutnya, tetep aja ada rintangannya. Pas lagi jalan nemuinnya lampu merah terus. Paling ngeselin lagi pas mau lewat rel, eh pintu pengamannya udah nutup duluan, alhasil harus nunggu sampe kereta lewat. Apesnya lagi kalo pas ketemu yang lewat 2 kereta. Nyampe 10 menit nunggunya. Parahlah pokoknya, kalo ngomongin tentang berangkat sekolah.

Kontrak belajar

Kontrak belajar, biasanya awal kita masuk kuliah, pertemuan pertama dalam semester. Jadi pas kita baru masuk kuliah, pertemuan pertama tiap makul biasanya dosen menyampaikan kontrak belajarnya biasanya sekalian dengan silabusnya. Kontrak belajar itu aturan mainnya guys atau aturan dalam kelas, dan setiap dosen mempunyai aturan main tersendiri. Sedangkan silabus itu rencana belajar ke depannya guys atau yang akan kita pelajari nantinya. Jadi dengan adanya kontrak belajar kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari, dan dengan adanya silabus kita bisa tau apa yang harus kita lakukan sebelum materi disampaikan guys.

Tapi ada juga sih, dosen yang kurang jelas dalam menyampaikan kontrak belajarnya. Kalo ketemu yang seperti ini kita tanyain lebih lanjut diluar panggung aja guys, setelah jam kuliah selesai hehe..

Cari Referensi

Cari referensi itu mudah guys, cuma masuk ke perpustakaan, biasanya perpustakaan di Kampus-kampus itu sudah ada navigasinya guys, semuanya bisa diakses melalui komputer yang ada di perpustakaan, kalo yang lebih canggih lagi sudah ada situs perpustakaannya, di situs itu sudah ada semua data buku yang ada di perpustakaan guys, kita tinggal buka situsnya, terus masukkan judul buku/ nama pengarang dll kita sudah bisa menemukan buku referensi yang kita cari guys, asalkan di perpustakaan itu ada bukunya ya guys. Kalo nggak ada biasanya di sediain juga kolom buat saran buku. Nah kita bisa gunain kolom itu.

Tapi biasanya nunggu beberapa bulan guys.

Referensi itu gunanya untuk apa sih guys?

Buat belajar, buat ngerjain tugas, buat ngerjain skripsi dll

Ngapain harus pake referensi segala guys?

Biar lebih mantap guys, ada teori penguatnya guys kalo pas kita diskusi di kelas.
Ya gambarannya seperti itu guys, nanti bakalan tau sendiri.

Ngerjain tugas

Ngerjain tugas Itu susah susah gampang guest. Susahnya itu pas lagi kumat malasnya. Gampangnya itu pas bisa nyempetin waktu buat ngerjain tugas guys.

Lhoh emangnya tugasnya mudah-mudah apa?

Kalo masalah tugas, mudah atau susah itu sama aja guys, sama-sama beban pikiran hehe..  yang menentukan bisa ngerjain tugas sama nggaknya itu cuma malas apa nggaknya guys.

Pusing

Pas ngerjain tugas pasti pusing, apalagi tugas yang satu belum selesai ada tugas lagi ditambah lagi ada batasan waktunya. Pokoknya bikin greget bangetlah

Merdeka

Tapi setelah selesai tugasnya, rasanya seperti merdeka, apalagi libur semester genapnya lumayan panjang. Nggak seperti jaman SMA paling 2 minggu. Kalo libur kuliah semester genap itu nyampe 3 bulan lho. Sampai bosen sendiri mau ngapain hehe...
Nah itulah gambaran kegiatan perkuliahan guys. Yang terpenting adalah semangat belajar dan pantang menyerah. Pasti dapat hasil yang maksimal dan baik aamiinn.. :)
Read More »

Kamu Tidak Lulus Seleksi Masuk Perguruan Tinggi? Simak cerita ini

Hallo guest, Apa kabar hari ini?
Baik-baik saja kan?

Yang baik-baik saja guest, berpikir positif, hilangin semua hal yang negatif dari pikiranmu guest.

Hidup itu penuh warna, jangan kau terpaku pada satu warna. Karena hidupmu nggak bakal lebih indah jika cuma pake satu warna saja.

Rasakan saja semua hal yang terjadi, karena akan membuat warna-warna itu terbias cahaya sehingga menjadi pelangi yang lebih dari indah.

Kamu pernah lihat warna aurora belum guest?
Kalo belum coba cari di google guest.
Warna aurora itu terjadi karena ada pembiasan cahaya. 

Seperti hidup ini. Biarkan hidup ini terbias oleh masalah-masalah yang ada. Agar hidup kita lebih berwarna guest.

Hidup itu memang harus ada warnanya. Warna dalam kehidupan itu menjelma sebagai problematika kehidupan. Jadi nggak perlu khawatir sama problem-problem yang ada di hadapan kita guest, toh nantinya akan membuat kehidupan kita lebih dari indah.

Berbicara tentang Perguruan tinggi, aku juga pernah ngalamin beberapa kali gagal masuk perguruan tinggi guest, bahkan sampai 5 kali.

Percaya nggak percaya, itulah kenyataannya guest. Ceritanya gini guest. Waktu aku lulus SMA, dengan nilai yang sedikit, mencoba daftar program bidikmisi. Waktu itu ada 3 jalur pendaftaran, jalur SNMPTN, jalur SBMPTN, dan jalur mandiri. Ketiga-tiganya gagal semua. Padahal usahanya sudah mati-matian, nunggunya juga nggak sebentar guest, tiap jalur harus nunggu hasilnya 1bulan setelah tes. Berarti aku menunggu 3 bulan, sia-sia guest.

Tapi aku nggak nyerah guest, masih mencari-cari info Perguruan tinggi yang masih buka, dan akhirnya nemu juga, tapi kurang sesuai dengan minatku guest. Aku paksain buat daftar, ternyata ada persyaratan yang kurang guest. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti setahun.

Setahun itu aku gunakan untuk bekerja dan nganggur hehe..

Setahun kemudian aku daftar lagi, lewat jalur SBMPTN, tapi pas mau bayar uang pendaftaran keburu banknya tutup guest, padahal masih jam 4, nggak taunya memang bank sudah tutup dari jam 3. Aku buka pintunya kok nggak bisa di buka. Satpam yang ada di dalam menunjukkan jam tangannya guest. Agak malu jadinya hhe..

Akhirnya aku daftar lewat jalur mandiri dan ternyata diterima.

Kalo dilihat dari cerita di atas terlihat kayak enak banget ya jalaninya.
Tapi pas aku ngejalanin sendiri rasanya nano- nano guest. Udah stress, ngeluarin uang banyak, sia-sia lagi. Ah pokoknya nano-nano dah.

Tapi sekarang cerita itu menjadi kenangan yang sangat indah tersendiri buat aku sendiri guest, asiklah pokoknya :)

Jangan nyerah begitu saja. Masih ada pelangi yang lebih indah kok :)

Sabar dan tetap semangat ya :)

Katakan pada dirimu sendiri.

Aku strong :v

Read More »

Tes Kebahagiaan

Bahagia adalah perasaan dimana seseorang merasa nyaman tanpa terikat oleh sesuatu yang janggal dihatinya.

Nyaman=Tanpa beban

Contoh:
1. Seseorang yang tidak menginginkan apa-apa.
2. Seseorang yang sudah puas dengan keadaan dirinya saat ini.
3. Seseoarang yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

Tidak janggal=Titik kepuasan tertinggi(puas).

Contoh:
1. Seseorang yang sedang jatuh cinta
2. Seseorang yang berhasil menolong orang lain.
3. Seseorang yang memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas.

Sengsara adalah perasaan dimana seseorang merasa gelisah, tidak puas dengan apa yang didapatkannya atau gagal mendapatkan sesuatu.

Gelisah=Banyak pikiran (Simpanan)

Contoh:
1. Menyimpan uang dengan jumlah yang lumayan banyak.
2. Menyimpan surat berharga.
3. Menyimpan dokumen rahasia.

Tidak puas=Keinginan

Contoh:
1. Ingin beli motor baru.
2. Ingin sekolah yang lebih nyaman.
3. Ingin menjadi yang terbaik.

Dari penjelasan di atas bisa disederhanakan dengan rumus

B%=(N%+P%)-(K%+S%)

Bahagia=(Nyaman+Puas)-(Keinginan+Simpanan)

B > 0 (Bahagia)
B = 0 (Biasa saja)
B < 0 (Sengsara)

Artinya: Semakin besar persentase B, semakin bahagia seseorang dan semakin minus persentase B, semakin sengsara seseorang.

Untuk mengetahui nilai persentase anda, coba jawab pertanyaan sederhana berikut ini.

1. Seberapakah anda nyaman dengan kehidupan anda sekarang?

a. Sangat nyaman (Poin 50%)

b. Nyaman (Poin 25%)

c.Tidak Nyaman (Poin 0%)

2. Seberapakah anda puas dengan apa yang anda peroleh saat ini?

a. Sangat Puas (Poin 50%)

b. Puas (Poin 25%)

c. Tidak Puas (Poin 0%)

3. Seberapa pentingkah keinginan anda saat ini, jika di ukur menggunakan persen ?

a. 100% (Poin -50%)

b. 50% (Poin -25%)

c. 0% (Poin 0%)

4. Seberapa pentingkah barang milik pribadi yang anda simpan?

a. Penting sekali (Poin -50%)

b. Penting (Poin -25%)

c. Tidak penting (Poin 0%)

Setelah anda menjawab pertanyaan di atas, masukkan poin jawaban anda ke dalam rumusnya. Dan lihatlah hasilnya seperti apa?

Apakah anda bahagia atau sengsara?

Selamat mencoba

Read More »

Awing Safi Episode 2

https://lh3.googleusercontent.com/-FF1L4pyr6FY/V5YdDC2cSGI/AAAAAAAAAOo/kEwzSYnmkfI/s640/IMG_20160723_174504.png
Awing Safi Episode 1 memceritakan bahwa Safi pulang ke rumah karena di telpon oleh seorang perempuan.
* * *
Safi terkejut ketika dia sampai di depan rumahnya.
"Lhoh kok tenyata ada enam orang. Kirain cuma berdua. Mau ngapain ya?" Batin Safi.
Mereka tersenyum melihat Safi muncul di hadapannya. Ada yang tertawa merasa menang bahagia.
"Ada apa nih? Kok rame-rame datang kemari? Tanya Safi sambil memandang satu persatu yang datang dan menghampiri dika.
Dika adalah teman dekat Safi yang terlihat pendiam tapi dia pandai berbicara kepada siapa saja dan pandai bergaul kepada siapa saja yang dia temui. Ketika SMA dia teman satu angkatan seorganisasi. Dan sampai sekarang masih akrab seperti satu keluarga dengan Safi.
Mereka berjabat tangan dan saling sapa senyum.
"Ada apa dik?" Tanya Safi kepada Dika.
"Saya mewakili teman-teman. Yang pertama kita mau silaturrahmi, dan yang kedua mau minta maaf kalau kita ada salah. Sudah itu saja." Jawab dika sambil tersenyum.
Safi mendengarkan jawaban Dika sambil menyerngitkan dahi tidak percaya.
"Yang bener aja dik. Sebenarnya mau ngapain sih?" Safi kembali bertanya sambil menyapa pandang ke semua teman-temannya.
Mereka hanya tersenyum. Dika mulai menceritakan maksud tujuannya.
"Sebenarnya aku cuma di ajak adek-adek yang lagi mau survey tempat kemah buat pelantikan anggota nanti. Nah kalo kamu ikut, aku ikut. Tapi kalo kamu nggak, aku mau jalan-jalan." Jawab Dika.
Safi hanya mengangguk-angguk. Kemudian berkata dengan mantap,
"Ayo berangkat!"
"Katanya tadi masih kerja?, jadi nggak enak nih ngganggu." Sesal dika.
"Ndak apa-apa, ayo berangkat."
"Beneran nih nggak ngganggu?"
"Iya ndak apa-apa. Aku kan cuma membantu kakakku. Ayo berangkat." Jawab Safi dengan tegas.
Akhirnya Dika memutuskan untuk berangkat.
"Ya sudah, Ayo berangkat."
Safi masuk ke rumah, mengambil jaket berwudhu dan keluar rumah.
"Ayo berangkat"
Read More »

Awing Safi

https://lh3.googleusercontent.com/-FF1L4pyr6FY/V5YdDC2cSGI/AAAAAAAAAOo/kEwzSYnmkfI/s640/IMG_20160723_174504.png
Add caption
Awing Safi novel fiksi karya Much. Nasih Amin yang menceritakan tentang perjalanan hidup seorang pemuda yang sedang mencari jati dirinya.
Novel ini diambil dari perjalanan hidup penulis yang dibungkus dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna oleh semua kalangan dan usia.
Selain itu, novel ini Juga mengandung pesan-pesan moral yang baik dan ada sedikit kisah percintaan islami serta kehidupan keluarga, sehingga cocok untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa.
Novel ini lebih fokus pada pendidikan karakter.
Rencananya, Novel edisi pertamanya akan rilis secara penuh pada Januari 2017 mendatang.
Anda bisa mendapatkan novel ini secara gratis di blog ini dalam bentuk cerbung (cerita bersambung) yang akan di update setiap harinya.
Read More »

Awing Safi Episode 1

Malam telah datang, hiruk pikuk kehidupan masih belum sirna dari pendengaran, seorang pemuda masih mencoba mengendalikan emosinya. Dia sedang tidak mood dengan keadaannya. Pikirannya melayang-layang memikirkan sosok yang dia kagumi (kekasihnya). Namun dia enggan untuk membalas pesan dari kekasihnya. (Awing Safi adalah pemuda berusia 21 tahun yang berprinsip bahwa hidupnya adalah untuk memberi manfaat orang lain).

"Yuana kirana." Dia menyebut nama kekasihnya dalam hati.

Yuana kirana adalah remaja berusia 19 tahun. Perempuan yang giat berorganisasi, suka cemburu ketika melihat Awing Safi berdekatan dengan perempuan lain, tapi terkadang suka memberi kejutan untuk Safi.

"Malam ini perasaanku ndak tenang. Entah kenapa. Untuk sekedar inbokan sama kamu pun ndak mood sama sekali."

Safi masih merasakan perasaan yang tidak menentu. Dia terus memikirkan sesuatu yang tidak diketahuinya, tapi membuatnya gelisah.

"Ada apakah gerangan, kenapa perasaanku ndak tenang?"
"Semoga baik-baik saja."

Safi teringat rencana yang sudah hampir terorganisir dengan baik, tapi dia enggan untuk memikirkannya malam ini. Rasa galau itu benar-benar membuatnya malas untuk berfikir. Dia hanya ingin menenangkan dirinya.

"Dunia ini serasa tawar jika aku harus berfikir tentang dunia, namun aku melalaikan kehidupan setelahnya."
"Walaupun aku mencintaimu, tapi aku lebih suka dengan kesendirianku. Entah kenapa aku lebih suka menyendiri. Mungkin aku harus lebih memperbanyak waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Aku ingin melakukan apa yang telah disarankan oleh Rasulullah. Aku ingin menjadi anak yang selalu mendoakan orang tua. Aku ingin membahagiakan anak yatim. Aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa melakukan rencana yang sudah aku buat."
"Tapi Aku sadar. Aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah seorang pemuda yang tidak punya apa-apa. Keluargaku bukan keluarga yang kaya. Bapakku hanyalah tukang becak. Emakku hanyalah penjahit yang sudah tidak produktif. Saudara-saudaraku hanyalah orang biasa. Tapi aku yakin, Aku pasti bisa lebih sukses dari mereka."

"Sebenarnya aku masih bingung dengan masa depanku. Tapi entahlah aku ini aneh."

Udara malam masuk menyelinap sela-sela fentilasi berjalan menyapa kulit ari, mengikuti setiap jalan yang sudah ditentukan oleh Sang Ilahi Robbi.

"Dinginnya malam ini, semoga tidak seperti malam-malam sebelumnya."

Safi terbayang dengan mimpi akhir-akhir ini. Mimpi yang aneh dalam 3 hari terakhir. Dia bermimpi melakukan kesalahan yang melibatkan banyak orang.
Dia juga sering diganggu jin dalam tidurnya. Terkadang jin itu membawa Safi masuk ke alamnya, terkadang tiduran diatasnya. Dan lain sebagainya.

"Safi!"  Terdengar suara ibunya memanggil.
"Katanya mau menggoreng telur." Lanjutnya.

"Hmm.. oh iya. Tapi tadi emak masak ayam kan?" Safi balik bertanya.

"Iya. Itu sudah matang."

"Ya sudah, aku mau makan masakan ayam saja mak."

Safi langsung menuju ruang makan.

Dalam hal bertata krama, Safi memang kurang begitu mengerti. Terkadang dia bingung ketika banyak orang yang mencium tangan orang yang dianggap terhormat.

Dia pernah berpikir "Mencium tangan orang tuaku pun hanya setahun sekali. Itupun pada hari raya idul fitri. Kenapa aku harus mencium tangan orang lain, sedangkan aku sendiri hanya mencium tangan orang tuaku cuma setahun sekali. Inilah yang membuatku bingung dalam bertata krama."

Safi mengambil piring dan mengambil nasi dalam tempat penghangat nasi. Terlihat dia hanya mengambil nasi dengan porsi yang sedikit, jika dibandingkan dengan ukuran porsi makan untuk seorang pemuda. Seperti biasa, dia lebih suka memperbanyak lauknya daripada nasinya. Walaupun begitu, masih terlihat porsinya lebih sedikit.
Setelah dirasa cukup, Safi berdoa dan menikmati makanannya.

Ada hal yang unik dari Awing Safi ketika dia makan. Dia terbiasa makan dengan menggunakan 3 jari, jika makanannya tidak berkuah. Kebiasaan itu berawal dari nasehat ayahnya pada waktu kecil tentang tata cara makan yang sesuai dengan sunnah Rasul.

Setelah selesai makan dia kembali ke tempat tidurnya, duduk sebentar sambil merenung, kemudian tiduran sambil menulis diary di ponselnya dan tertidur.

Kebiasaan buruk Awing Safi adalah melupakan doa sebelum tidur dan doa bangun tidur.

* * *

Keesokan harinya Safi terbangunkan oleh suara pintu yang terbuka. Dia menoleh ke pintu.
"Mbakku ternyata." Safi bergeming.
"Alhamdulillah, dengan suara pintu itu, aku terbangun dari mimpi yang menegangkan itu." Dia belum bisa melupakan mimpi yang baru saja dialaminya.
Dia bermimpi melihat sekelompok orang yang dikubur hidup-hidup.
Tapi disaat penguburan hampir selesai, tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak dari liang kubur itu. Ternyata seorang pemuda muncul dari dalamnya.
Safi sempat berfikir,"ah, ini cuma rekayasa agar dipuji orang banyak dan biar dianggap hebat. Nanti ujung-ujungnya menipu. Ini tidak bisa dibiarkan."
Pemuda itu pamitan untuk pulang.
"Heehh.. mau kemana kamu?" Tahan Safi sambil memegang erat tangan pemuda itu.
Tapi pemuda itu tetap bersikeras untuk pergi dan terjadilah aksi tarik-menarik antara Safi dengan pemuda itu. Safi berteriak-teriak meminta bantuan orang-orang di sekitarnya agar menahan pemuda itu, sambil menarik tangan pemuda itu, tapi tidak ada satupun orang yang peduli. Safi mencoba memanggil kakaknya, tapi kakaknya tidak segera datang.

Pemuda itu tersenyum-senyum dan mengeluarkan sebilah pisau. Safi melihat gerak-gerik pemuda itu langsung melepaskan tangannya dan mundur beberapa langkah dan mengambil kuda-kuda(1).
"Waduh bahaya. Ternyata dugaanku benar." Safi memutar otak sambil menjaga jarak agar bisa menghindari kontak fisik dengan pemuda itu.

Dari belakang pemuda itu, terlihat teman Safi melangkah mendekati pemuda itu dengan sangat hati-hati, kemudian merebut pisau dari tangan pemuda itu dan memberikannya kepada Safi.

Suasana sedikit hening. Sekarang Safi sudah memegang sebilah pisau, giliran pemuda itu yang mundur beberapa langkah. Teman Safi sudah pergi entah kemana.

Dengan langkah penuh waspada, Safi berusaha mendekati pemuda itu dengan sebilah pisau di tangan kanannya.

Pemuda itu bergerak mundur dengan ekspresi wajah yang biasa-biasa saja. Ternyata dari belakang pemuda itu muncul orang berbadan besar, berbrewok lebat, berkulit hitam yang membawa celurit.
Safipun kaget dan langsung mundur beberapa langkah lebih jauh, berniat untuk lari. Tapi sebelum Safi sempat lari ternyata orang itu sudah melempar celuritnya ke arah Safi dan langsung bersembunyi di balik bangunan pondok. Safi berusaha menghindar, tapi celurit itu sudah mengenai lengan Safi..
"Astaghfirullah." Dia melihat ke lengannya. "Alhamdulillah cuma sedikit."
Safi mengambil celurit itu. Sekarang dia memegang pisau dan celurit. Dia ketakutan, tapi berusaha meyakinkan diri.
"Aku ndak takut. Aku pasti bisa mengalahkan mereka"
Dengan langkah penuh keyakinan, Safi mendekati tempat persembunyian mereka. Setelah sampai di dekat tempat itu, Safi melompat kesamping dengan gaya seperti pemain action di TV  yang siap melempar pisaunya. Tapi ternyata mereka sudah menghilang tanpa jejak. Safi pun terjatuh di atas tanah sambil kebingungan.
"Lhoh, kok orangnya tidak ada? Padahal tadi masih disini?
Entahlah, yang penting aku selamat." Safi berjalan pulang.

Di depan rumahnya Safi melihat keluarganya sedang berjaga-jaga.

"Benar dugaanku kan? Mereka itu orang-orang jahat yang pura-pura baik." Safi bergeming dalam hatinnya.

"Itu itu !! ada orang yang muncul dari sekitar sumur!" Adik Safi berteriak sambil menunjuk arah yang dia maksud.

Safi bergegas lari ke sumur. Tapi suara pintu sudah membangunkan Safi dari mimpinya.

Safi tersadarkan dari lamunannya, tapi dia masih terbayang-bayang mimpi itu. Dia belum mau beranjak dari tempat tidurnya.Dia melihat kearah jam dinding.
"Sudah pukul 05.45 wib. Bangun ah, sebelum kena marah :)" Diapun bergegas bangun mengambil air wudhu dan sholat subuh.
Akhir-akhir ini Safi bangun kesiangan, karena memang udara yang dingin membuat dia agak malasan, ditambah dengan suasana bulan ramadhan yang masih tersisa di benaknya.
(Pada bulan ramadhan, Safi sering tidur setelah sahur, terkadang lupa sholat subuh).

* * *

Selesai sholat subuh, Safi kembali ke tempat tidurnya, mengambil ponsel dan menulis diary.

Tidak terasa, jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00. Itu menandakan pukul 07.45 untuk jam wib. Jam dinding itu memang sudah di atur lebih cepat 15 menit dari jam wib semenjak bulan ramadhan. Gunanya adalah untuk mengatur jadwal memasak, agar tidak keburu imsyak.

Melihat kakaknya yang sudah siap-siap berangkat kerja, Safi pun bergegas mandi kemudian makan, dan ikut berangkat kerja bersama kakaknya.

Saat ini Safi masih libur kuliah. Dia diajak kakaknya untuk membantu bekerja di salah satu perusahaan konveksi di kampung tetangganya.
Kakak Safi bernama Hara. Dia adalah anak pertama yang sayang pada keluarganya. Dia selalu mendukung adik-adiknya dalam belajar.

* * *

Sampai di tempat kerja, Safi langsung menuju ke mesinnya dan bekerja.

Terlihat tempat kerjanya yang berantakan. Banyak kain-kain jeans yang berserakan, tapi Safi terlihat nyaman dengan keadaan seperti itu. Dia hanya sedikit membersihkan debu di sekitar mesin yang dia pakai.

Ponsel Safi bergetar beberapa kali, itu menandakan ada panggilan masuk.

"Siapa yang nelpon?" Safi bertanya-tanya dalam hatinya. Dia segera mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan menerima panggilan.

"Hallo?" Sambil menebak-nebak siapa orang di seberang sana.
"Hallo kak. Saya mau ke rumah kakak sekarang, bisa nggak ya?" Jawab suara perempuan di seberang sana.
Sambil menebak-nebak dalam pikirannya, Safi menjawab,"Waduh, saya masih kerja dek, nanti saja ya jam dua belas? nunggu jam dua belasnya sambil jalan-jalan dululah, kemana gitu hhe" Safi balik bertanya dengan nada becandanya.
"Ya udah, nanti aku telepon lagi ya kak?" Jawab perempuan itu.

Sambungan telepon terputus

Safi memasukkan kembali ponsel, ke saku celananya sambil melihat jam di ponsel yang menunjukkan pukul 09.40 wib. Kemudian dia melanjutkan kerjanya.

Belum sampai 5 menit, ponselnya kembali bergetar.

Safi menerima panggilan.
"Hallo"
"Kak. Ke rumah kakaknya jadinya sekarang kak. Kita udah di jalan nih, sama kak Dika juga ini." Rengek suara dari seberang sana.
"Oke, okelah." Jawab Safi
"Beneran ya kak?" Tanya perempuan itu seperti tidak percaya
"Iya, oke." Jawab Safi meyakinkan.
"Ya udah, aku otw kesana kak."

Sambungan telepon terputus.

Safi kembali memasukkan ponsel ke saku celananya. Dia mulai tahu, siapa suara di seberang sana. Sambil melanjutkan kerja dalam hatinya bertanya-tanya," Ada keperluan apa ya? Lebaran sudah usai. Mungkin cuma sekedar main saja."

Beberapa saat kemudian, Safi mematikan mesinnya, berpamitan kepada kakaknya untuk pulang, dan meluncur pulang kerumah.

* * *

Setelah sampai di depan rumah, Safi terkejut melihat temannya...

* * *

Bersambung...

Apa yang membuat Safi terkejut?
Siapa perempuan itu?
Apa maksud perempuan itu datang?
Dan bagaimana kisah selanjutnya?

Baca Selengkapnya di Awing Safi episode Ke-2

Jangan lupa tinggalkan kritik sarannya di kolom komentar ya :)

Read More »

Pemuda Berjiwa Kaya

http://3.bp.blogspot.com/-p7Fws4j_WTQ/TbUqRIvrcnI/AAAAAAAAAnU/VR6GtAeVkVM/s1600/2307589292_504ac02b1d.jpg
www.ahimzafatih.com
Alkisah ada seorang pemuda yang sedang belajar di salah satu perguruan tinggi di kota Pekalongan. Dia mengambil jurusan program studi Ekonomi Syariah.
Latar belakang pendidikan pemuda ini tidaklah mulus. Dia pernah berhenti sekolah 2 tahun. Satu tahun sebelum melanjutkan sekolah menengah atas dan satu tahunnya lagi sebelum dia masuk ke perguruan tinggi.
Dia adalah pemuda yang baik hatinya. Suka menolong, suka memikirkan nasib orang lain, dia berprinsip bahwa hidupnya harus bermanfaat untuk orang lain.
Suatu ketika, dia harus mengalami kegundahan hati. Dia merasa galau ketika dia menyadari apa yang sedang dia alami. Dia menyadari bahwa dirinya adalah calon sarjana ekonomi, dia menyadari bahwa dirinya belum tahu apa-apa tentang perekonomian, saat itu juga dia benar-benar frustasi dengan jalan hidupnya.
Hari-harinya dia lalui dengan menghabiskan waktu hanya untuk berfikir, memutar otak agar dia bisa mendapatkan pendapatan dengan pikirannya. Teori-teori mulai dia gali. Dia mencari-cari teori yang pas untuk dia jalani. Berbagai teori dia dapatkan, diapun mencari-cari cara untuk menjalankan teori itu. Dia harus mencari relasi. Dia harus mencari donatur-donatur yang bersedia untuk men-suport.  Dia terus mencari-cari dengan berbagai cara. Dari dunia nyata maupun dunia maya.
Sedang bingung-bingungnya dia mencari relasi, ada teman lama yang tiba-tiba saja menghubunginya. Setelah berbincang-bincang Tanpa berfikir panjang pemuda itu menawarkan diri untuk bekerja sama dengan teman lamanya itu. Dan respon temannya sangat bagus. Temannya menerima tawarannya dan bersedia membantu.
Tapi sebelum menjalankan kerja sama pemuda itu berfikir. Kenapa teman lamanya begitu mudah untuk mendukung rencananya. Dia pun berfikir dan mencari-cari informasi tentang apa yang sedang dijalani oleh temannya. Pemuda itu menemukan fakta bahwa ternyata temannya sedang menjalankan bisnis yang tidak sesuai dengan syariat agama. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk membatalkan kerja samanya.
Pemuda itu kembali berpikir. Mencari cara lain agar rencananya segera terwujud. Dia teringat dengan teman dekatnya. Dia mengatakan maksud tujuannya. Temannya ternyata mendukung rencananya. Setelah teman dekatnya mendukung, dia mulai mencari relasi untuk menjalankan rencananya. Dia mendapat respon bagus dari relasinya. Tapi di saat rencana sudah dibuat dan sudah siap dimulai. Tiba-tiba saja relasinya susah dihubungi. Akhirnya pemuda itu mencoba berfikir lagi.
Di tengah pemuda itu sedang berfikir, saudaranya datang dan mengajaknya untuk membantu saudaranya untuk bekerja. Tanpa berfikir panjang pemuda itu ikut saudaranya untuk bekerja.
Dalam bekerja dia tidak memikirkan berapa gaji yang akan dia dapatkan. Tapi dia berfikir apa yang akan dia lakukan jika dia mendapatkan gaji. Dia terus berfikir. Dia berdzikir meminta petunjuk pada Tuhannya. Dia berdoa dan berharap agar dia bisa menggunakan gajinya nanti dengan baik.
Seperti itulah yang selalu dia pikirkan. Mengharap ridho Allah SWT.
Read More »

Video IPK 4


Read More »

Bocah

http://cdn.ar.com/images/stories/2015/04/bocahgaza1.jpg
www.arrahmah.id
Suasana hening, seorang anak remaja sedang asik dalam dunianya. Sekali-sekali dia terbayang apa yang sedang dia alami.
Bayangan-bayangan orang tinggi berseragam. Bayangan-bayangan senjata laras panjang menyelimuti pikirannya.
Dia berfikir dan bertanya-tanya dalam hatinya,"kenapa aku harus bernasib seperti ini? Setiap hari aku ketakutan. Kapan aku bisa merasakan ketenangan? Kapan aku bisa merasakan kebebasan? Kapan aku bisa merasakan manisnya dunia pendidikan? Hmm.. Aku hanyalah orang biasa. Aku bukanlah siapa-siapa." Suara kendaraan menderu keras. Remaja itu berlarian ke kamar dan masuk ke kolong tempat tidur. Dia berdoa dalam hatinya "mudah-mudahan aku selamat."  Remaja itu ketakutan, dogma-dogma negatif menguasai pikirannya. Dia pernah mendengar dari orang-orang bahwa kendaraan itu adalah kendaraan orang jahat. Remaja itu semakin ketakutan, dia khawatir jika orang itu menghampirinya.
Sebenarnya yang mengendarai kendaraan itu adalah penjajah. Penjajah menyebar dogma-dogma yang membuat orang pribumi ketakutan. Itu adalah siasat penjajah untuk mencuri barang-barang berharga secara halus. Disaat orang-orang pribumi ketakutan, mereka memanfaatkannya untuk mengambil apa saja yang dianggap berharga.
Suara kendaraan berlalu. Remaja itu belum terlihat bergerak. Dia tertidur dalam kolong tempat tidur itu. Terdengar suara halus memanggilnya "Santi. Santi. Santi." Dia menoleh ke belakang, terlihat orang yang memakai pakaian serba putih. Dia memutar Otak mencoba mengingat-ingat, tapi dia merasakan bahwa dia belum mengenal orang itu, tapi dia juga merasakan seperti dekat dan kenal dengan orang itu.
Dalam kebingungan orang itu berkata,"tidak usah kau risaukan tentang adanya aku disini, aku hanya ingin kamu bersabar." Glubrakk!! Remaja itu terbangun dari mimpinya. Seekor kucing berlarian ketakutan. Dalam hati remaja itu penuh dengan rasa gemas dengan ulah si kucing itu. Mimpinya terbang entah kemana.
Dia mencoba mengingat-ingat mimpinya tapi dia benar-benar sudah lupa
Read More »

Bertindak Itu Lebih dari Hebat

Ilustrasi
Ilustrasi
Hari ini saya ingin berbagi artikel tentang motivasi kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya artikel ini hanya untuk mengisi kekosongan blog yang jarang update ini, dikarenakan saya sedang belajar desain template blogger. Hasil sementara Templatenya seperti yang anda lihat ini.

Perlu diketahui juga bahwa saya bukanlah seorang motivator, tapi saya pernah bercita-cita untuk menjadi motivator. Nyatanya sekarang saya masih jadi orang yang biasa-biasa saja.

Sebelumnya Saya juga pernah bercita-cita ingin jadi orang yang biasa-biasa saja. Mungkin inilah hasilnya :)

Tapi
Walaupun saya bukan siapa-siapa setidaknya saya ingin menyampaikan sepenggal motivasi untuk anda :)

Dengan hanya melihat judulnya mungkin anda belum tahu maksudnya.
Nah disinilah saya berperan sebagai tutor ataupun penunjuk jalannya :)
Artikel ini adalah data hasil dari penelitian pribadi saya yang sudah saya rubah menjadi sebuah teori dan solusi, kemudian saya jadikan Sebagai kata-kata motivasi :)
Mungkin seperti inilah gambarannya

* * * 

Jika kau menginginkan kebahagiaan dalam hidupmu, lakukanlah apa yang bisa kau llakukan. Lakukanlah dengan sepenuh hati. Jangan seperti orang yang tidak tahu, jangan seperti keledai yang katanya dungu, jangan seperti kerbau yang pemalas. Karena apa yang kau lakukan adalah apa yang akan kau dapatkan.

INGAT!

Apa yang kau lakukan adalah apa yang akan kau dapatkan.
Lakukanlah yang terbaik agar kau mendapatkan yang terbaik. Dan jauhilah yang tidak baik, agar kau terhindar dari sesuatu yang kurang baik.
Sebenarnya hidup adalah pilihan. Kau bisa memilih sesuka hatimu.
Tapi perlu diingat bahwa semua itu sudah ada yang menentukannya.
Kita boleh-boleh saja memilih, berdoa, berharap. Tapi ingat ada raja di atas semua raja.

Sekali lagi kita boleh-boleh saja memilih, berdoa, dan berharap. Tapi Ingat, semua sudah ada yang menentukan.
Namun dengan adanya ketetapan (taqdir) jangan kau jadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan.
Yang perlu kita lakukan adalah melakukan kebaikan semampu kita. Melakakan sesuatu yang bisa kita lakukan, Berharap dan berdoa, tapi juga dengan kepasrahan  :)

* * *

"Melakukan untuk mendapatkan
Menjauhi untuk menghindarkan"

* * *

Seperti itulah gambaran motivasi dari saya hari ini. Bukan bermaksud untuk membuat anda pusing. Bukan bermaksud untuk menggurui. Tapi untuk berbagi pengalaman saja.
Ambil positifnya, buang negatifnya

Selamat beraktivitas kembali
Jangan lupa baca artikel lainnya

Wassalam..
:)
Read More »

Ketika Ramai dan Sepi Menjadi Satu

Pernahkah kamu merasakan kesepian dalam keramaian dan ramai dalam kesepian?
Saya rasa semua orang sudah pernah mengalami hal semacam itu. Bahkan anak kecilpun pernah merasakannya.

Memang tidak bisa kita hindarkan hal semacam itu karena semua itu sudah ada yang mengaturnya. Tapi kita perlu mengetahui apa yang menyebabkan hal semacam itu bisa terjadi.

Pernahkah kamu merasakan kesedihan?
Ketika sedih perasaan kita menjadi kacau, pikiran kita tidak bisa berfungsi dengan baik, pikiran kita menjadi kebingungan, bahkan pikiran kita menjadi kosong. Kekosongan pikiran kita bisa menyebabkan kita harus merasakan kesepian dalam keramaian.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa kita harus menjalani masalah ini. Masalah yang tidak bisa kita hindari. Kita hanya bisa berdoa dan pasrah.

Pernahkah kau merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah perasaan yang indah. Kebahagiaan adalah sesuatu yang membuat hati kita senang, kebahagiaan akan menjadikan kita merasa nyaman dan tapi kebahagiaan terkadang membuat kita lupa daratan.
Ketika kita merasa bahagia terkadang menjadi penyebab perasaan ramai dalam kesepian.

Memang benar keduanya adalah penyebab dari perasaan sepi dalam ramai dan ramai dalam  sepi.

Terkadang kita berfikir bagaimana cara untuk bahagia? Bagaimana cara untuk move on dari masalah-masalah kegalauan? Tapi kita sering lupa akan hikmah-hikmah dari sebuah ketentuan. Kita sering lupa untuk bersyukur. Kita sering lupa untuk berfikir positif. Sehingga kita masih terkurung dalam dilema-dilema problematika kehidupan.

Merasa kesepian dalam keramaian dan merasa ramai dalam kesepian adalah takdir yang sudah menjadi ketetapan Ilahi :)

Read More »

Video Motivasi Hari Ibu

Hari ini aku belum menemukan ide untuk mencurahkan isi hatiku. Tapi semoga video motivasi ini bisa mengobati rasa kangen dan rasa rindu untuk pembaca yang budiman :)
Read More »

Ketika Baik Menjadi Sempurna

Tidak ada yang sempurna di dunia ini

Orang hebat terlihat sempurna, ketika berhadapan dengan orang banyak, tapi ketika sendirian dia kebingungan.
Orang sukses terlihat sempurna, ketika ada orang lain yang membantunya, tapi ketika sendirian, dia juga kebingungan.
Ukuran kesempurnaan manusia adalah kebahagiaan.
Semakin tinggi tingkat kebahagiaan manusia, semakin tinggi pula tingkat kesempurnaannya.
Bahagia itu tidak akan datang dengan sendirinya, karena bahagia itu bukan datang dari diri sendiri
Bahagia itu rizki
Maka dia akan datang melalui orang-orang yang kita temui
Pepatah mengatakan,"Berbuat baiklah, maka kau akan mendapat kebaikan. Berbuat baiklah, maka kau akan mendapatkan kebahagiaan."

Ingat.

Bahagia itu bukan dari diri sendiri,
Maka berbuat baiklah pada orang lain.
Read More »

Galau

http://manuaisescolares.net/wp-content/uploads/2015/10/Kata-Kata-Mutiara.jpg
manuaisescolares.net

Entah kenapa aku harus mengalami kegundahan hati, ketika niat mulai tersusun rapi.
Entah kenapa aku harus merasakan kegalauan perasaan, ketika aku mulai mencoba menghilang.
Niat hati ingin begini, tapi perasaan tak menyetujui.
Niat hati ingin mencoba sesuatu tapi perasaan tak menentu.
Read More »