Kita Bukan Apa-apa Ketika Kita Tidak Mau Melakukan Apa-apa


Kita Bukan Apa-apa Ketika Kita Tidak Mau Melakukan Apa-apa

Sadarkah bahwa kita dilahirkan sebagai sang juara yang mengalahkan berjuta-juta pesaing. Hal ini terjadi ketika sperma membuahi sel telur. Hanya sel sperma yang terkuat, tercepat, dan terbaiklah yang berhasil membuahi sel telur. 

Ketika lahirpun kita dibekali dengan tubuh yang luar biasa yang terdiri terdiri dari 200 bentuk tulang yang berbeda yang terangkai dan tersusun secara sempurna, dibungkus dengan miliaran serat otot dan dikoordinasikan oleh jaringan syaraf yang panjangnya lebih dari 10 kilometer.

Jantung kita adalah pompa mekanik yang luar biasa, dia berdenyut rata-rata 36 juta kali setiap tahun sepanjang hidup, tanpa pernah beristirahat.

Dan otak kita adalah komputer tercanggih, yang terdiri dari 7 juta sel otak yang mengendalikan lebih dari seratus tugas (super multitasking) secara bersamaan dalam sistem tubuh kita.

Dengan potensi yang sangat luar biasa ini, tentunya kita bisa melakukan apa saja. Yang kita butuhkan adalah keyakinan, kemauan, dan keberanian untuk mencoba.

Keyakinan merupakan fondasi utama dan pijakan yang akan memberikan kekuatan untuk melangkah.

Kemauan menunjukkan apa yang kita inginkan, memberi arah yang jelas dalam melangkah.
Sedangkan keberanian memberi kekuatan untuk mulai melangkah dan memikul risiko yang akan dihadapi.

Tanpa keberanian untuk mencoba, kita tidak akan pernah berbuat apa-apa, tidak menjadi apa-apa, dan bukan apa-apa ataupun tidak menjadi siapa-siapa seperti cerita anak elang pada postingan sebelum ini, dia tidak bisa terbang kerena dia tidak mau mengepakkan sayapnya.
Read More »

Kisah Seekor Anak Elang


Kisah Seekor Anak Elang

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telurnya. Setelah beberapa hari, di suatu pagi musim dingin, telur itu menetas.

Waktu terus berjalan, hari berganti hari. Anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi tubuhnya. Ia mulai bisa berdiri tegak walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan, anak elang itu bertanya, "Kapankah aku bisa terbang? "

Induk elang tersenyum dan berkata, "Waktunya akan tiba, Anakku. Sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat dan kuat. "Usai sang induk berkata, ia merentangkan sayap lalu mengepakkan kuat-kuat. Hanya dalam hitungan detik, induk elang tampak menjauhi sarang, terlihat anggun terbang melayang di angkasa.

Waktu terus berjalan, musim dingin berganti musim semi. Seluruh daratan mulai menampakkan warna-warni yang menyejukkan karena daun-daun pohon mulai bersemi. Anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar.

Suatu ketika, anak elang itu berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkeram tepi sarang sehingga meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayap dan mendekati sang anak seraya berkata, "Rentangkan dan kepakkan sayapmu kuat-kuat! " Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang sehingga tak mendengar apa yang dikatakan induknya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya gemetar. Induk elang segera memeluknya.

Peristiwa itu menimbulkan rasa takut pada anak elang. Ia jadi takut untuk belajar terbang, bahkan hanya untuk sekedar berdiri di tepi sarangpun ia takut.

"Bisakah aku terbang? "

"Kamu pasti bisa, kita bangsa burung ditakdirkan untuk bisa terbang!" jawab si induk elang.

"Tapi aku takut" ujar si anak

"Ya, tetapi kamu tetap harus belajar terbang" jawab si induk elang lagi.

"Lalu apa yang harus aku lakukan agar aku berani?" tanya si anak.

"Untuk berani kamu harus mencobanya. Kamu tidak akan pernah bisa terbang kalau kamu tidak mencobanya!"

"Bagaimana caranya?"

"Kamu harus merentangkan dan mengepakkan sayapmu" ujar si induk elang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.

"Apakah aku mampu terbang ke seberang lautan itu? Tanya si anak.

Dengan tenang si induk elang berkata, "Kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak akan pernah tahu, apakah kamu akan mampu melakukannya atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri.
Read More »

Sukses Terkadang Berawal dari Sebuah Keterpaksaan

Sukses Terkadang Berawal dari Sebuah Keterpaksaan

Untuk mengeluarkan potensi atau jalan kesuksesan kita yang sebenarnya, kadang-kadang dibutuhkan keterpaksaan atau suatu kondisi yang mendesak. Seperti orang yang dikejar anjing, ia dapat melewati parit lebar yang jika dalam kondisi normal dia tidak bisa melakukannya. Begitu juga dengan cerita Nat King Cole di postingan sebelumnya, dia dipaksa menyanyikan lagu dan akhirnya membawa dia menuju Puncak kesuksesan

Air dapat mengalir ke atas menjadi air mancur karena diberi tekanan, semakin besar tekanannya, semakin tinggi air memancar. Kadang-kadang Tuhan memberi kita kondisi hidup yang buruk dan serba susah untuk memaksa kita mengeluarkan semua potensi yang kita miliki. Dari situlah kita bisa mengenali batapa besarnya potensi kita.

Potensi kita akan berkembang ketika kita terus mengasahnya seperti pisau yang akan tetap tajam jika terus di asah. Seberapa pun besar potensi dan bakat kita, akan tidak berarti jika kita hanya mendiamkannya dan lama-kelamaan akan hilang.

Jadi kita tidak perlu khawatir dengan sebuah pemaksaan ketika pemaksaan itu adalah jalan menuju kebenaran dan bukan jalan menuju keburukan. Kita perlu mencobanya dan berusaha dengan semaksimal mungkin.
Read More »

Dalam Diri Manusia Terdapat POWER

Dalam Diri Manusia Terdapat POWER
 Setiap manusia adalah individu yang unik. Tidak ada satu manusiapun yang sama persis dengan yang lain. Tuhan menciptakan manusia dengan potensi yang berbeda-beda untuk saling melengkapi sehingga terjadi keseimbangan di alam. Itulah sebabnya kita tidak bisa melihat seseorang hanya dari satu sisi saja. Orang yang pandai dalam pelajaran.

Orang bodoh adalah orang yang tidak mampu mengenali dan memanfaatkan potensinya. Albert Einstein dan Thomas Alva Edison semula juga dianggap orang bodoh tetapi sekarang seluruh dunia mengakui bahwa mereka adalah orang-orang jenius yang mampu mengubah dunia. 

Begitu juga dengan cerita Charles Schulz yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.
Tugas kita adalah menemukan potensi kita dan terus mengasahnya sehingga suatu saat kita akan mencapai sebuah kesuksesan.

Dalam diri manusia terdapat POWER, yaitu:

P = Positive

Bagaimana keadaan kita, harus kita tanggapi dengan positif. Apa pun yang kita pikirkan, kita katakan, dan kita perbuat, harus dilakukan dengan pikiran positif. Jika kita mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, yang kita hasilkan tidak akan pernah positif.

O = Optimist

Ketika mengalami kondisi yang sulit atau mengalami kegagalan terus-menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Hal itu sangat manusiawi, tetapi jika kita terus bersikap seperti itu, kita tidak akan memperoleh kemajuan. Kegagalan dan kesulitan sudah biasa, tetapi yang luar biasa adalah keyakinan  atau optimisme dalam diri setiap orang.

W = Willingness

Setiap orang mempunyai keinginan atau lebih tepatnya impian. Inilah yang menjadi petunjuk jalan untuk mencapai tujuan.

E = Enthusiasm

Antusias ibarat bahan bakar kendaraan. Tanpa bahan bakar, sebagus apa pun kendaraan itu pasti tidak akan bisa jalan. Antusias inilah yang akan menggerakkan kita untuk menuju impian-impian kita.

R = Refill

Kekuatan dalam diri kita tidak selamanya penuh, ada kalanya kita mengalami down. Seperti Batu baterai, ada masanya kehabisan energi dan harus di-charge lagi. Adakalanya kita mengalami kesulitan sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah.

Hal yang harus kita lakukan adalah me-refill atau men-charge kekuatan kita yaitu dengan membaca buku, melihat lagi impian-impian kita, mengikuti seminar-seminar motivasi, berdiskusi dengan orang-orang yang sudah sukses dsb.

Jadi, apapun diri kita sekarang, bagaimanapun keadaan kita sekarang, seberapa tinggi tingkat pendidikan kita, jangan menjadi alasan kita untuk tidak sukses. Selama POWER masih ada dalam diri kita. Kita pasti akan bisa mencapai impian-impian kita.
Read More »

Kisah Di Balik Kesuksesan Nat King Cole

 Kisah Di Balik Kesuksesan Nat King Cole

Di Amerika, hiduplah seorang pemain piano yang bekerja di sebuah bar. Pemainnya cukup Bagus. Banyak orang yang datang ke bar itu hanya untuk mendengar ia memainkan piano. 

Tetapi suatu malam, seorang pengunjung mengatakan bahwa ia tidak ingin hanya mendengar pianonya, ia memintanya untuk bermain piano sambil bernyanyi. Tentu saja pe. Pemain piano itu menolak karena merasa tidak dapat bernyanyi.

Pengunjung tersebut tetap kukuh. Ia berkata kepada bartender bahwa ia bosan mendengar suara piano saja, ia ingin mendengarnya bermain sambil bernyanyi. Bartender itupun segera memerintahkan sang pemain piano untuk bernyanyi kalau ingin mendapatkan upah.
 
Dengan terpaksa dan malu-malu, ia menyanyi untuk pertama kalinya di hadapan pengunjung. Ia menyanyikan lagu Monalisa yang tidak seorangpun pernah mendengarkan lagu itu sebelumnya.

Sejak saat itu ia sadar bahwa ia mempunyai bakat untuk menyanyi. Suatu hal yang ia. Anggap tidak mampu melakukannya, ternyata merupakan potensi terbesarnya dan mengantarkan ke puncak kesuksesan. 

Ia mulai masuk dapur rekaman bersama grup bandnya di bawah label Capitol Records. Ternyata albumnya terjual jutaan kopi. Ia menjadi salah satu penyanyi terkenal di Amerika dan menjadi orang kulit hitam pertama yang mampu membeli rumah di perbukitan Hollywood. Dialah Nat King Cole.
Read More »

4 Potensi Dasar yang Dimiliki oleh Manusia untuk Meraih Kesuksesan

 4 Potensi Dasar yang Dimiliki oleh Manusia untuk Meraih Kesuksesan
Manusia diciptakan dalam keadaan terbaik, bagaimanapun keadaannya. Tidak ada kekurangan atau kelemahan dalam diri manusia, yang ada hanyalah manusia belum mampu mengelola apa yang disebutnya "kelemahan atau kekurangan" menjadi sebuah potensi yang luar biasa. 

Kadang-kadang "kelemahan atau kekuarangan" itu justru menjadi Sumber kekuatan paling dahsyat menuju kesuksesan seseorang, tentunya harus diikuti dengan kerja keras dan ketekunan.

Contohnya seperti cerita seorang anak ahli judo tanpa lengan kiri yang sudah saya share di postingan sebelumnya. Cerita itu merupakan sebuah contoh pengelolaan "kekurangan" menjadi potensi luar biasa. Dia tidak mempunyai lengan kiri, tapi ternyata justru kekurangan itulah yang membuat dia bisa menguasai salah satu jurus judo secara sempurna dan membawanya pada sebuah kemenangan.

Hal itu kunci utamanya adalah bersyukur atas semua yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
4 Potensi Dasar Manusia untuk Meraih Sebuah Kesuksesan

1. Kesadaran diri

Kesadaran diri merupakan kemampuan manusia untuk memahami diri sendiri. Dengan kesadaran diri inilah manusia dapat mendeteksi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginannya. Kesadaran diri akhirnya menggerakkan manusia untuk bermimpi, membuat tujuan, dan cita-cita.

2. Imajinasi

Imajinasi merupakan kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu dalam pikirannya di luar realitas yang ada. Dengan imajinasi inilah manusia mampu membuat Visi untuk memproyeksikan masa depan sesuai keinginannya dan membuat perencanaan-perencanaan.

3. Hati Nurani

Hati nurani adalah kesadaran batin yang dalam tentang prinsip-prinsip yang mengatur perilaku, memberikan arahan dan pengertian tentang kebenaran dan kesalahan. Hati nurani memberikan kesadaran akan adanya suatu kuasa di luar dirinya (Tuhan)  yang memunculkan spiritualitas dan religiusitas.

4. Kehendak Bebas

Kehendak bebas merupakan kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri dan imajinasi, bebas dari ppengaruh lain. Manusia berhak menentukan tingkat kehidupannya dan menjadi seperti apa yang diinginkan. Itulah sebabnya Tuhan memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menjadi Khalifah (Wakil Tuhan) di muka bumi yang bertugas mengelola dan memanfaatkan alam untuk kesejahteraan. Kehendak bebas ini bukan kehendak yang sebebas-bebasnya tetapi dibatasi oleh hati nurani.
Read More »

Kisah di Balik Kesuksesan Charles Schulz

 Charles Schulz

Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang biasa dipanggil Sparky. Di sekolah, ia sangat bodoh dan gagal di semua bidang pelajaran saat SMP. Ia juga bodoh dalam pelajaran fisika ketika di SMA. Ia mendapatkan nilai nol saat praktik dan itu membuatnya menjadi siswa terburuk untuk pelajaran fisika dalam sejarah sekolah. Sparky juga tidak bisa pelajaran bahasa latin, matematika, dan bahasa Inggris. Dalam bidang olahragapun ia tidak begitu menguasai. Ia pernah masuk tim golf dan kalah di satu-satunya pertandingan yang ia ikut.

Selain itu, Sparky juga seorang yang pemalu dan terisolasi dari lingkungannya. Sebenarnya, ia tidak benar-benar dibenci oleh teman sekelasnya tetapi tidak ada yang peduli dengannya. Ia bahkan terkejut ketika ada teman yang menyapanya di luar jam sekolah. Ia pun tidak pernah dekat dengan teman gadisnya dan berpacaran. Ia sangat takut jika ditolak.

Sparky adalah seorang pecundang, semua teman sekelas mengetahuinya. Cap itu begitu melekat pada dirinya. Akan tetapi, satu hal yang sangat menonjol dari Sparky yaitu kemampuan melukis. Ia bangga dengan kemampuannya itu walaupun tidak ada seorangpun yang menghargainya. 

Saat ia duduk di bangku SMA tingkat akhir, ia membuat beberapa kartun dan ia kirimkan untuk buku tahunan tetapi ditolak semua. Walaupun penolakan itu terasa menyakitkan Sparky yakin dengan kemampuan melukisnya dan ia memutuskan untuk menjadi seorang seniman profesional.

Setamat SMA, dia menulis surat kepada Studio Walt Disney. Ia mengatakan bahwa ia akan mengirimkan contoh karyanya dan satu contoh naskah film kartun. Sparky menghabiskan sebagian besar besar waktunya untuk menggambar kartun dan mengirimkan semuanya ke Studio Walt Disney. Ia mendapat jawaban dari Studio Walt Disney bahwa semua karyanya ditolak. Sebuah kekalahan lagi bagi seorang pecundang.

Akhirnya ia memutuskan untuk menulis autobiografinya dalam bentuk kartun. Ia menggambarkan masa kecilnya sebagai seorang pecundang kecil dan tidak pernah memperoleh apa yang ia inginkan. Autobiografinya itulah yang akhirnya terkenal diseluruh dunia. Sparky, lelaki yang selalu gagal di sekolah dan selalu ditolak itu adalah Charles Schulz. 

Ia menciptakan komik "Peanuts" yang menggambarkan tokoh Charlie Brown, seorang anak yang tidak pernah dapat menerbangkan layang-layangnya dan tidak pernah sukses menendang bola.
Read More »

Kisah Seorang Anak Tanpa Lengan Kiri

 Kisah Seorang Anak Tanpa Lengan Kiri

Ada seorang anak yang ketika berumur 10 tahun, lengan kirinya harus diamputasi karena sebuah kecelakaan maut dan tidak mungkin dipertahankan. Dengan kondisinya yang seperti itu, ia tertarik untuk belajar judo. Ia belajar kepada seorang ahli judo dari Jepang.

Dengan semangatnya yang tinggi, ia bisa mempelajari dasar-dasar judo dengan sangat cepat. Tiga Bulan telah berlalu, tetapi ia hanya diajari satu jurus saja.

"Guru, mengapa Guru hanya mengajariku satu jurus saja? Aku ingin belajar jurus yang lain, " katanya seusai latihan.

"Engkau hanya perlu membutuhkan satu jurus itu saja, " jawab gurunya dengan tenang. Sebenarnya ia belum paham maksud gurunya tetapi ia percaya kepada gurunya dan terus berlatih dengan keras.

Beberapa waktu kemudian, ia mengikuti sebuah turnamen untuk pertama kalinya. Karena semangatnya yang luar biasa, ia dengan mudah mengalahkan lawan pertamanya. Pertandingan kedua cukup sulit tetapi ia dapat mengalahkannya. Akhirnya ia berhasil melewati lawan-lawannya sampai di final.

Di final, lawan yang dihadapi adalah juara bertahan. Tubuhnya lebih besar, lebih kuat dan lebih berpengalaman. Pertandingan segera dimulai, ia kelihatan terdesak. Berkali-kali jurus lawan menghajarnya. Wasit melihat ia terluka dan menghentikan pertandingan. Pada saat itu gurunya memprotes agar pertandingan dilanjutkan. Akhirnya wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Pertandingan sudah berlangsung cukup lama, ia masih bisa bertahan bahkan musuhnya terlihat mulai frustasi dan kehilangan konsentrasi. Suatu saat, musuhnya melakukan sebuah kesalahan fatal sehingga pertahanannya menjadi terbuka. Ia berhasil memanfaatkan kelengahan itu dan berhasil menjatuhkannya. Ia pun memenangkan pertandingan tersebut.

Sesampainya di rumah, ia bertanya kepada gurunya, "Bagaimana saya bisa mengalahkannya hanya dengan satu jurus saja? " Gurunya menjawab, "Kamu telah menguasai jurus itu dengan sempurna. Satu-satunya cara untuk menangkis jurus itu yaitu dengan menarik lengan kirimu. "
Read More »

Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat Part 1

Kesatuan Sila-Sila Pancasila  
D. Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat 

Kesatuan sila-sila Pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan yang bersifat formal logis saja namun juga meliputi kesatuan dasar ontologis, dasar epistemologis, serta dasar aksiologis dari sila-sila Pancasila. Sebagaimana dijelaskan bahwa kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal, digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhis sila-sila dalam Pancasila dalam urut-urutan luas (kuantitas) dan dalam pengertian inilah hubungan kesatuan sila-sila Pancasila itu dalam arti formal logis.

Selain kesatuan sila-sila Pancasila itu hierarkhis dalam hal kuantitas juga dalam hal isi sifatnya yaitu menyangkut makna serta hakikat sila-sila Pancasila. Kesatuan yang demikian ini meliputi kesatuan dalam hal dasar ontologis, dasar epistemologis, serta dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialsme, liberalisme, pragmatisme, komunisme, idealisme dan lain paham filsafat di dunia. 

1. Dasar Ontologis Sila-sila Pancasila 

Pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan juga meliputi hakikat dasar dari sila-sila Pancasila atau secara filosofis merupakan dasar ontologis sila-sila Pancasila. Pancasila yang terdiri atas lima sila, setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis. 

Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu pada hakikat dasar ini juga disebut sebagai dasar antropologis, Subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia, hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut : bahwa yang Berketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang berpersatuan, yang berkerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia (Notonagoro, 1975:23). 

Demikian jugaa jikalau kita pahami dari segi filsafat negara bahwa Pancasila adalah dasar filsafat negara, adapun pendukung pokok negara adalah rakyat dan unsur rakyat adalah manusia itu sendiri, sehingga tepatlah jikalau dalam filsafat Pancasila bahwa hakikat dasar antropologis sila-sila Pancasila adalah manusia. 

Manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga dan jiwa jasmani dan rokhani, sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu, dan makhluk sosial, serta kedudukan kodrat makhluk Tuhan yang Maha Esa.  

Oleh karena kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan inilah maka secara hierarkhis sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila yang lainnya (Notonagoro, 1975 : 53).

Hubungan kesesuaian antara negara dengan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat yaitu negara sebagai pendukung hubungan dan Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil sebagai pokok pangkal hubungan. Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil adalah sebagai sebab adapun negara adalah sebagai akibat. 

Sebagai suatu sistem filsafat landasan sila-sila Pancasila itu dalam hal isinya menunjukkan suatu hakikat makna yang bertingkat (Notonagoro, TT: 7), serta ditinjau dari keluasannya memiliki bentuk piramidal.
Read More »

Kesatuan Sila-Sila Pancasila


Kesatuan Sila-Sila Pancasila  

C. Kesatuan Sila-Sila Pancasila 

1. Susunan Pancasila yang bersifat Hierarkhis dan Berbentuk Piramidal

Susunan Pancasila yang bersifat Hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal. Pengertian matematika piramidal digambarkan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari Pancasila dalam urutan-urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya (kwalitas). Kalau dilihat dari intinya, urut-urutan lima sila menunjukkan satu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isi-sifatnya, merupakan pengkhususandari sila-sila yang dimukanya.

Jika urut-urutan lima sila dianggap mempunyai maksud demikian, maka di antara lima sila ada hubungan yang mengikat yang satu kepada yang lain sehingga Pancasila merupakan suatu kesatuan keseluruhan yang bulat. Andai kata urut-urutan itu dipandang sebagai tidak mutlak. 

Di antara satu sila dengan sila lainnya tidak ada sangkut pautnya, maka Pancasila itu menjadi terpecah-pecah, oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sebagai suatu asas kerokhanian bagi Negara. Jikalau tiap-tiap sila dapat diartikan dalam bermacam-macam maksud, sehingga sebenarnya lalu sama saja dengan tidak ada Pancasila. 

Dalam susunan hierarkhis dan piramidal ini, maka Ketuhanan yang Maha Esa menjadi basis kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial. Sebaliknya Ketuhanan yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, yang membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial demikian selanjutnya, sehingga tiap-tiap sila di dalamnya mengandung sila-sila lainnya. 

Dengan demikian dimungkinkan penyesuaian dengan keperluan dan kepentingan keadaan, tempat dan waktunya, dalam pembicaraan kita berpokok pangkal atau memusatkan diri dalam hubungan hierarkhis piramidal semestinya. 

Secara ontologis kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem bersifat hierarkhis dan terbentuk piramidal adalah sebagai berikut : bahwa hakikat adanya Tuhan adalah ada karena dirinya sendiri, Tuhan sebagai causa prima

Oleh karena itu segala yang ada termasuk manusia ada karena diciptakan Tuhan atau manusia ada sebagai akibat adanya Tuhan (Sila 1). 

Adapun manusia adalah sebagai subjek pendukung pokok negara, karena negara adalah lembaga kemanusiaan, negara adalah sebagai persekutuan hidup bersama yang anggotanya adalah manusia (Sila2). 

Maka negara adalah sebagai akibat adanya manusia yang bersatu (Sila 3). 

Sehingga terbentuklah persekutuan hidup bersama yang disebut rakyat. Maka rakyat pada hakikatnya merupakan unsur negara di samping wilayah dan pemerintah. Rakyat adalah sebagai totalitas individu-individu dalam negara yang bersatu (Sila 4). 

Keadilan pada hakikatnya merupakan tujuan suatu keadilan dalam hidup bersama atau dengan lain perkataan keadilan sosial (Sila 5) pada hakikatnya sebagai tujuan dari lembaga hidup bersama yang disebut negara (lihat Notonagoro, 1984:61 dan 1975: 52,57)

2. Kesatuan Sila-sila Pancasila yang saling Mengisi dan Saling Mengkualifikasi

Sila-sila Pancasila sebagai kesatuan dapat dirumuskan pula dalam hubungannya dengan saling mengisi atau mengkualifikasi dalam rangka hubungan hierarkhis piramidal tadi. Tiap-tiap sila seperti telah telah disebutkan di atas  mengandung empat sila lainnya. Untuk kelengkapan dari hubungan kesatuan keseluruhan dari sila-sila Pancasila dipersatukan dengan rumus hierarkhis tersebut di atas.

1. Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang dipersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

2. Sila kedua : kemanusiaan yang adil dan berasap adalah kemanusiaan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

3. Sila ketiga : persatuan Indonesia adalah persatuan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

4. Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, adalah kerakyatan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang berpersatuan Indonesia, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

5. Sila kelima : keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. (Notonagoro, 1975: 43,44)
Read More »

Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem

 Pancasila sebagai Suatu Sistem
B. Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Yang dimaksud dengan sistem adalah satu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1) Suatu kesatuan bagian-bagian
2) Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
3) Saling berhubungan, saling ketergantungan
4) Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem)
5) Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974:22)

Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila Pancasila setiap sila pada hakekatnya merupakan suatu asas sendiri, fungsi sendiri-sendiri tujuan tertentu, yaitu suatu masyarakat yang adil dan Makmur berdasarkan pada Pancasila. Isi sila Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Dasar filsafat negara Indonesia terdiri atas lima sila yang masing-masing merupakan asas peradaban. 

Namun demikian sila-sila Pancasila itu bersama-sama merupakan suatu kesatuan dan keutuhan, setiap sila merupakan suatu unsur (bagian yang mutlak) dari kesatuan Pancasila. Maka dasar filsafat Pancasila adalah merupakan suatu kesatuan yang bersifat majmuk tunggal (majmuk artinya jamak)  (tunggal artinya satu). Konsekuensinya setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terpisah dari sila yang lain. 

Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Antara sila-sila Pancasila itu berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Sila yang satu senantiasa diskualifikasi oleh sila-sila lainnya. 

Secara demikian ini maka Pancasila pada hakikatnya merupakan sistem, dalam pengertian bahwa bagian-bagian, sila-silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh. 

Pancasila sebagai sistem juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia dalam berhubungan dengan Tuhan yang Maha Esa, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilainya telah dimiliki oleh bangsa Indonesia. 

Dengan demikian Pancasila merupakan suatu sistem dalam pengertian kefilsafatan sebagaimana sistem filsafat lainnya antara lain materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, sosialisme dan sebagainya. 

Kenyataanya Pancasila yang demikian itu disebut kenyataan objektif, yaitu bahwa kenyataan itu ada pada Pancasila sendiri terlepas dari suatu yang lain atau terlepas dari pengetahuan orang. Kenyataan objektif yang ada dan terlekat pada Pancasila, sehingga Pancasila sebagai suatu sistem filsafat bersifat khas dan berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya liberalisme, materialisme, komunisme dan aliran filsafat lainnya. Hal ini secara ilmiah disebut ciri khas objektif (Notonagoro, 1975:14). 

Misalnya kita mengamati jenis-jenis logam tertentu, emas, perak, tembaga dan lainnya. Kesemua jenis logam tersebut memiliki ciri khas tersendiri, antara lain meliputi berat jenis, warna, sifat molekulnya dan lain sebagainya, yang kesemuanya itu merupakan suatu sifat objektif yang dimiliki oleh logam-logam tertentu sehingga disebut sebagai emas, perak, maupun tembaga. Jadi ciri khas yang dimiliki oleh sesuatu itu akan menunjukkan jati diri, atau sifat yang khas dan khusus yang tidak dimiliki oleh sesuatu hal lainnya. 

Oleh karena itu Pancasila sebagai suatu sistem filsafat akan memberi ciri-ciri yang khas, yang khusus yang tidak terdapat pada sistem filsafat lainnya.
Read More »

Pengertian Filsafat

  Filsafat
A. Pengertian Filsafat 

Dalam wacana ilmu pengetahuan sebenarnya pengertian filsafat adalah sangat sederhana dan mudah dipahami. Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Dengan lain lain perkataan selama manusia hidup, maka sebenarnya ia tidak dapat mengelak dari filsafat, atau dal kehidupan manusia yang selalu berfilsafat. Jikalau seseorang hanya berpandangan bahwa materi merupakan sumber kebenaran dalam kehidupan, maka orang tersebut berfilsafat materialisme. 

Jikalau seseorang berpandangan bahwa kenikmatan adalah merupakan nilai terpenting dan tertinggi dalam kehidupan maka orang tersebut berpandangan filsafat hedonisme, demikian juga jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam kehidupan masyarakat dan negara adalah kebebasan individu, maka orang tersebut berfilsafat liberalisme, jikalau seseorang memisahkan antara kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan  dan kehidupan agama, maka orang tersebut berfilsafat sekularisme, dan masih banyak pandangan filsafat lainnya. 

Sebelum dipahami lebih lanjut tentang pengertian filsafat maka dipandang penting untuk terlebih dahulu memahami istilah dan pengertian "filsafat". Secara etimologis istilah "filsafat" berasal dari bahasa Yunani "philein" yang artinya "Cinta" dan "sophos" yang artinya "hikmah" atau "kebijaksanaan" atau "wisdom" (Nasution, 1973).

Jadi secara harfiah istilah filsafat adalah mengandung makna Cinta kebijaksanaan. Hal ini nampaknya sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebelumnya di bawah naungan filsafat. Jadi manusia dalam kehidupan pasti memilih apa pandangan dalam hidup yang dianggap paling benar, paling baik dan membawa kesejahteraan dalam kehidupannya, dan pilihan manusia sebagai suatu pandangan dalam hidupnya itulah yang disebut filsafat. 

Pilihan manusia atau bangsa dalam menentukan tujuan hidupnya ini dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupannya. 

Jikalau ditinjau dari lingkup pembahasannya, maka filsafat meliputi banyak bidang bahasan antara lain tentang manusia, masyarakat, alam, pengetahuan, etika, logika, agama, estetika dan bidang lainnya. Oleh karena itu seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka muncul dan berkembang juga ilmu filsafat yang berkaitan dengan bidang-bidang ilmu tertentu, misalnya filsafat sosial, filsafat hukum, filsafat politik, filsafat bahasa, filsafat ilmu pengetahuan, filsafat lingkungan, filsafat agama dan filsafat yang berkaitan dengan bidang ilmu lainnya. 

Keseluruhan arti filsafat yang meliputi berbagai masalah tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam sebagai berikut :

Pertama : filsafat sebagai produk mencapai pengertian 

a. Pengertian filsafat yang mencakup arti-arti filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep dari para filsuf pada zaman dahulu,  teori, sistem atau pandangan tertentu, yang merupakan hasil dari proses berfilsafat dan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. 

b. Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Filsafat dalam pengertian jenis ini mempunyai ciri-ciri khas tertentu sebagai suatu hasil kegiatan berfilsafat dan pada umumnya proses pemecahan persoalan filsafat ini diselesaikan dengan kegiatan berfilsafat (dalam pengertian filsafat sebagai proses yang dinamis). 

Kedua : filsafat sebagai suatu proses mencakup pengertian

Filsafat yang diartikan sebagai bentuk suatu aktivitas berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahannya. 

Dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang bersiafat dinamis. Filsafat dalam pengertian ini tidak lagi hanya merupakan suatu dogma yang hanya diyakini ditekuni dan dipahami sebagai suatu sistem nilai tertentu, tetepi lebih merupakan suatu aktivitas berfulsafat, suatu proses yang dinamis dengan menggunakan suatu cara dan metode tersendiri.
Read More »

Jelaskan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia

Jelaskan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia 

 data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxMSEhUSExMWFRMXGBsZGBcYGBgeGhsbGxsZGx0ZHSAaHSggISAlHRcdIT0hJSkrLi4uHR8zODMtNygtLisBCgoKDg0OGxAQGy0mHyUtLzItLy0tLS0tKy8vLy0tNTAuLS4tLS8tLS0wLS4uKy8tLTUtLS0tLS0tLS0tLS0tL//AABEIAOoA1wMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAgMEBQYBBwj/xABLEAACAgAEBAMEBwQHBQUJAAABAgMRAAQSIQUiMUETUWEGMnGBFCNCUmKRoQdygrEzU3OSorLBNENjk8IVg6PD8RckVGSz0dPh8P/EABsBAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAAAEAgMFAQYH/8QAMxEAAQMCBAIKAQQCAwAAAAAAAQACAxEhBDFB8BJRBRMiYXGBobHB0eEUMpHxFSMzUsL/2gAMAwEAAhEDEQA/APcccJx3FR7TT1EIx/vDpP7oBLfIgaf4sVyyCNhedFJreIgBTOG55Z0LqCF1EAnuBtq+BxLxX8CWoq/HJ+kjDFhjsTi5gJzIQ4AEgIwYMGJqKMGDBgQjBgwYEIwYMGBCMGDBgQjBgwYEIwYMGBCMGDBgQjBgwYEIwYMGBCiZ/iCwmMMDTto1dlNEi/Q1V9vhZEvFP7SxhkjBFgu1j/upcSOBZkvCuo2y2jE9Tp2BPqRTfPFAl/3GM8qhWFnYDlYYMGDF6rRjIcVz/jTLQqNRIqnuxDR2fh5eY3741Gel0RO46qjH8gTjGmLTHFXZinyKA/8AQBjL6TlIYGDWvpRNYZorxLU8HbaRfuyH/EFf/rxYYp+ETgyHykQMPip0tfyZB8sXGHcM7iiaVRIKOKMGDBi9QRgwYMCEYMGDAhGDEHiPFoodnYatjoBXXRNXRI2s9cV8PtADI9io6AjXSfEdtTBtjVUV6dhuSL2qdMxpoSpBjiKgK+wYp34vINzEgH4pQD86Uj8icc/7cPeNflIP/tiv9XD/ANlLqn8lazTKgtjQtV+bMFUfMkD54cxjuM8WaTQrAKgdWpdTElSDqPKNl61XULv2Om4VmWliSRhpLDVXkCSVHx01jsOJZK4hmiHxFgBKl4MGDDCrRgwYMCEYMGDAhGDBgwIVVxs2Y18tb/kun/zMVfs9n9DtGw5HkoNfRvDj2PodhfnXntL4vONbnsihB+8/Mw/LwzijY6YTJ31u4+MekA/nGDjExE5ZiuIafYTsbKx0Oq3WDBgxtpJVftFNUQTp4rCO/IEEt89KkX2JGM7lwXjaM/0nbyMkZ3HzKn5Xi09q8wLhTvqLE9gNLKL+LMAPnis4gpWQSL9unX99QLX0DL/1nGF0g+s3cKeuaegHY8UvheZO2ncqfFjHTUDs6b9+Y9e7D7pxr4JQ6hlNqRYPpjFZoUyyR7K58SMns9Esp/eFkjrvJ5DFxw7PhR4nSFyS4P8Au3vmJ9L69geboScW4DEcB6tyhOyvaC0GDBgxsJRGDBgwIRjhNbnpjuKPj05LpEBYI1aavUbpRXcbMaO2wJIAOK5ZOBpcpNbxGiqeOZnVIJPGBUG1BRtIXoSugl32PvVp36jDEuYZDa72pZChU2NtucAA1Wx7DqaxYJkAXYPJGkmxYMSWIrYndfhsSBVXim4hm4/FECf+8E7nwui1332289Qrzxh4mOZx6winn+VoRAUoPZReHPLLTGMxlyxZGp30gLXiNZ5yS3KOigbLYGJ05YRFI1LEVVdRp9Sem1UevTDLzoARGv1l0pBGqwR7xViK9GPT1w5mWqKdmoM5IUX94BT07mtXz88JPIc6osrBYIlYSoK6Vr6vekdWCgjURd6f/wBY3ORyyxxqibqB1Jsm9yxPckmye5OMGupGjfsCBW32iFr4Gwfio88bXgTXlofPw0B+IUA/rjU6JcO01LYsZFTsGDBjZSSMGDBgQjBgwYEIwznMyI0LneugHUk7BR6kkDDkjhQWJAAFknYADqTjO8SzxP1pHeoUO1kg87Dtte3ULfckCieYRNqVNjC4qu4hM16dmZTqbyaV+ij0Gqt+xXyOOZ2IELACSNoye57ufjpDH4jCcoNIaY8wSwt/blY0T+bV8S33cL4fFs7k3pBUHzdt3b9R+bDHnXEuNTrfyC0Baw091p+C5oywqze9urHzKkqT6XV1647iB7KTho2XoVcn4qxOlh6Gj+RwY9Hh3l8TXHOgWfIKOIULjia8y8YIswpXo2qUqT/EAcRsvJ4yeEeVq1Rk9mU7g/Amj5gkdjg4iKllk+0klt+4VQX8gqN8AfPDWbWiJUNAt1+5L03/AAvddrs/fGMGd1ZnHvP8ZfCeYOwAjJMGBhe1VySvS0kB3XyvUNQ7EhvMDBlp2hdgRvt4ijv2Ei+ew+YFdVrCsyglBlVd9hLGPeBHRhW5IAHTcgAjcUUfSFdR4jdPcnFbeYftW256bb6SAcVZUFfA8+5Sz+VbQcTECqVOuFjSqoJZfPT+EfdNadwOy4u8pm0lXUjBh6dQfIjqD6HfGCzuqKRBq0teosu8ZGllDMO17Der6BjViYsq2GNwv99SSp/iG4HemGn44dh6QczsvFR6/lUuw4IqFuMGMzwnjM7LqZBIm1EELIRXUj3ST5cuLnLcUjchbKOeiONJPwvZv4ScakWJjl/aUs+Jzc1Nw34C6/Eoa9OnV3q7r88OYMMKtZjj3syJZDIqI+rcq7MpBqrUr1uhsa7m98Iyfs3Lp03HAn3YxZPqTS7/AJ/HGqxmvanipQ+GrvEw31EDw3BHQGw5I/B36+eEp8PCKyPHlWyYZLIQGAqmky6ZcuHdQFOlW6WNtgL6i6+Rx1szHzEMGKGgAN2Ow5PvbkDbpYvEKbbUbEhULILHv9ToFD3Qy6j1PNuTWOyPpJIKHw5FdTR3LUDW3uBRvW4xgPa0uJAsngTRdzueUhFClibLj7UbJzbgdRyk2OoBxp+AcWjWIK7hQCSrk0pViWHN0BF6aJva+hxmLIYW61HNYIH3hTH1QapPXriRwgKGZBlxO+oll5goJY3zUUZbHRqo3ubADWCcWSdnXx+FXMOJt1vYZVdQykMpFgg2CPMHuPXC8cXpjuPRLNRgwYgT8XjBIW5GHVYxdHyJ2UH0JGIue1oq40XQCclPxGzufjiFu1X0HVj8ANzig4rxidasLDGerAhmG4AJJGkDffY154rTMotlBZu8kl6dvPUdbV60PXGdN0k1tmCvjYfZTDMMTcq2m4mJV8RzpjB2jIOosNxqHdu4UWO9tsRWMXnk8mI26Hw0J3J7ajXzIHUKTiHw4F9ZLe6WLSSGgFLE6lG1g+ew9TVYlPOFUpHqVCeZzfiSE7bVuL6bC+ygCsZkszpTxPy9/wAJlrA2zc/ZKzb6mWOIcqHRGOxeiCx7kKL36nn67YczcmkCCPcrS2e7tvv+es/H0OCIeCNRAEzDTGnZF23NfK622VR5lvJ0i+Mx238Mn7RNl5T+u/qezDED3659wXR3bKtfZ3Ss8qKdhHGAO9KXUYMReCRlZojVO4dm8wpApT8NCWPO8GNzo81hA5E/fykpx20jOZiszI1DQzafiVRQwPxANfuHEUqYWIA1xsPdO4kTpW/21G2/vCr81l5tF8eaJjylgdiLGoBg3oQ1/liKp0FopRY6kC7HlLH3+IG4N971Y8xPWu8T5fgpxv7R4JLKY6lje0+zIbNb/wBHKDvV7WaPY025eOiQ3fgzHqDujn9LP5NtuCBhBWSH6xSHjYbt9lh5uB7prbWBXmAABhJWFhyt4N/YkAMZv7put/IN/Diumnp9Lvf6/ahqxikce4OUEEaoiRd77VVjoV3JsYUXQKXVSgFm4XVl23Nq9D8rPrhWTjmUMUV9BY14bKwoUp5ZOUWVJ898N54tRZo6ave8Fg/rzI2kGvMV54rIUwn8jFMiigjVeyNTAXsAD1obdcSX4gxDK6BwBzRutN8rFHp8Ce4xX5MwaFCzyJttrrf0px0+GJh1b6nDCtiAw/mTiPEW5b8l2lc1f8Dz3uoWLKw1RM16q7xtf2l9dyL7qSbrGM4MC8BVTTxyEq3kTzg/DmK+osY0vDeJrKKNLKPejJ3B8x5r5H+RsD0GDxHG3gdnp3/0s+aOhqFIzmYEaNIQxCiyFFmh1od9sYefOJJMhjmZgzEBZXDEawV5ACdIAJ96idh3xqPaXPLHA41DWwpUsamvYgDr0Jxh8qlxGMKdTksGAoFVRiCPJrDDrYJvywv0jiCHCIcqlWYdli5PQtpEZ1LyOYRfcuVBY+o8Rv7p89uoxTfUv1TeDv8A8TQSx+Bbt9w312W5DMzKnLKpSJSKoqz2GFbXpPyQdzWEJQKMUJUKYm76pCEUH13I3P8AWN+LGXve9U2uH6sMdQvLqIt+6tpNn1GhRt931wALHIsbSlBEiqGQqrspGxV2pbGgbWLU2elHitpEZKG4b8SuhDAnTZ6mpCfigurGG5wfDkTQffDLY6K23OD0ACE79BY2NYA8t7Q0RStlvuC51JYwU1lRyhn6tXUg3zfHpd4n4oPYvM6svpv3GIHnWxBrrvd4m8U4mE+rjIaY7AddP4m8gPLv+ZHo452mESu5LNcw8ZaFB49nwdQN+ElBwvWRzVRj8IsX53RNBgav/tCTZFWjW0cYuh8TQHT8PzwnjYCLDED9ouT3NCiT6lpLv44Q2rtIEXvYJ/1r88YOKnc9+/4T0UYDVH4ikunU2hQp1MNWpiF39ACDRontgYotMy2ezTuBR8wi7fkVwxxBoPDszSuQRRSqu9r0bdfPD2V1gWsQ1VuUhOq/3pmN/lhcDeatXIg0sw+0dPKWGmMG7OkVuQBY6nrv1OJyypHuhEsu9yH+jTzqv5Ak9iw2xCzMErMhlBCbrcrCgTVHQvLWxG3niUXhQai3jEdOiwjyN7jr6uR2GLGigr6n6UDy9AkpGCDLKSUP96Y9lA7J122BF9FslcamVy8laV6gdB3ES+fYse+w6Gl74LyXLMxRfOiDR+yindbPc8x7D3aTRkYIg0Ko6f1anqx7FzvXXv15ie5bz7z3Lm/BTuCzls0HPRg6L+8NLH5chX4qcGO8I0tmUVdljRmA8gOQeu+sm/TBja6O/wCHzKTxH703xLLXmJVvS5ZWRj3BRVo/hJQj4qDiL44P1cysCu4Ye/HffvqU+YsdiNjVh7R5e8wrXpLR0rduVjYPoda/z7YgT5iyEmjOoXRU84/Ep+2vS69LUnbGXiW8Mzh3+97/AAmYzVgXY/Ei50OtDvqjGpW9SoNg+q303PbCBNC5PIQ3cxOOvmVJAv4g47FlXFvC4cdyhCvf4lbkJ9TR9MdlzMh2liV6+/E4/wAXMv5YqpS3xUKdd5FVcGWW36Xrb3obYWbG8ZHVSD88KzELaTzMdroJINxuNmkrqO4PwOEgxh2Bhj5ucVG7bdCOUDof0IHbDghDWFgU+qQ6WHw8R/8ATFRsf7U96J+DOnQNWbjJ7grt8PfH/wDdhhuBk1EKYCSDvHQJ/hA/1wvhJlCsqpCiKSuokKTRINgK24II674U+aJO0ivXUIrH8zYC/EjEXZLozUXLcT+ja5CLXw2sXW6Asu/a+YfMYoc/7eiWrya/OW//ACsWXtBDUMwI2Mb/AOU48yfMVKqdipN+R7fmA393DmGYJGEEVT+Bw8MhcZO4DzqtZmPa210rlkQXe0mxPyjHrjsXti4C/VDUtgHxPstdivD6m7vpYG1bYzWDFow0Q09T9rV/xsHI/wArTr7ZMKqAAIbjHinlYmyT9XvvfyZh320XsoZs+jlFRFRwSGkazJQIcVEaA2Neaj5+V5DNGQyeSyFAP3QN/mbx7B+xn+hzH9qv+QYvjwsZfwuHqftZ2Ow8MeFMsWf5orFvZzNG9XgHWbkHiPTV0r6vby72PzwP7O5s6jcOphoJ8R908j9Vuep1efpYOg4/x2HJx+JM1ddKjd3I7KP9eg7kYwuZ/am5NxZZdHm8m5/uqQPzOGTgsMMx6n7XlZMf1f7neitcv7KZgXqXLvfmzbf+F8cThk5stE7+FDSKzUsrDZRdD6n0xXez/wC0qGaQRTp4DH3WD6kvyJ0gr8xXrjV+0P8AsuY/sZP8jYGYDDC7W+p+1NmMMos6oWKzmZ8WYsPdsIvwUnf5sT8qwp5E1m2y6sPtPTN+W1fnhvKRb2BsvYfoBiVDmTdeIik9FdWU/qTfxArHnqkuqtSlBRM57OsUOjNoW+6qjf0HMd/kcISAgAajQFAFJTQ+UpGF8VWVykbxxsG6MhVmsWaFqtGgTe/TCGjA96BB8YCT/wCG9fpiRK4Ej6MviR+dknRCFNaSCbkvuQPn+VkMzEhGlPrOxkbU1/hUEn5LWK6IxmQEQxHQN7RlssKApgTVWfjXlizjzMtVHGEB7JER+TPSfmMTblb2Ki7d1yRHfnkbw1+89A79kTsT05t+mzY4JS1RQoQOtG9TXtrkPUD47mum1Y5JlSCHmk0E9LOuU+YUVS/BQw+GFwzkgxwx6R9ok2Rt70jb712skiu110jep+gub7lO4FABmAFOrSjF38yxUfIHTsPJMGHfZWAB5mBsHQpY9Sy62PwFOu3YYMbuAbSAd6SnPbTvtTCCIma9IYgkdVLDlby6jTR66q74pcxIyKFlVXj7E2EPkQ25jb0PwB7413Ect4sUkf31K35EjY/I74yOVmkVbW2UjdSLZT0IZRu1Ha137Ed8I9Is4ZA/n8e/grsO6rack00MZNiQxt28Ubj0WRSP8zHEtctmR7rmu2mQN/8AUT/XESNo2Gyle1wsK9bR+VfgN8cGTj7SKvxgYH5kMBhAEaehp6K812KrufgzK3KWOwUNqMQsWaAKpsbc7+u/mI7EvsWVh5a3m/wjlHxO2JDZGE+9KrfuREt+pf8AlivWQWY2LOQT77FrW9rSMc2xF6iCO/meP3dSbuyQFVXLiLxRyrRIoHVVsFHh9SoqyRXribK5YG3BVepFrCn4dqLt+HYedYanj2+s2AHuWAQPM1yxrXfdiO5qsRFZ4vdWwoYolUsZPMX09dlJNHcDTZBbaFFJL4m1ZeZCNhE9WACDoahQGxrfSNwBv1x5/wCGv0RHAtnzcis3l4UKhI/mJZH+ZxvuMTp9GzJQ6hHA4vrqkdTqYnoTVCx2au1Y83gzLROCF8SFpEaaArGyOF+1UqlVettY3rzxoYCg4gdU5h2yFhewV4XNNOdOJV+e4xFEdLMS3cKLr49sO5biUUillcUOtmiPjeLT9onCcnPw6HiWVyy5aYuRNDGRoWPxJYgxXSBeuILa1724Ng4wMfAZdKPJUSSIXjZyAGUMEursAsaBI37XjTOGaG1quM6bxDpeEMHhr/K2ceTVEikClWnV5WBuypldY3o9AwDEeYAOPV/2M/0OY/tV/wAgx43k84um5JUMp99jLqLVsDbG+gG3bpj1L9kvH8pFFOJc1BGTICA8sa2NI3FtiDLy1G7K/F9no7hcRWtbd7q+lVnPbTiLz5udyQ2l2iQdgiMVAHoSC3zxTOpNChXeu3wxqpOBcNW6zmXb6vMUfpUVhhKvgVz1fhFvSxvim457PiB41EupJjI8ZBD3EGIie02Yuo1WPMdN8WmMkr54/BzOdxalVfi3qHxG5/0x6p7G8WafhOYRzqaGOSMN5r4epb9QDp/hGMp7MewTZiOKeRiI5GYUB2AoG77t2roPXG74fwMZPIZ1FFBhKwFkn+hVep/Ep/PEmMIKYweHfG+pyVXO4blA5Bv0voaJKnqAdjVMDR6G8OK5UVYpuiOdUcg/Ax3v0N1+uGp80i7ltJZRLG3k4FMPgRRrvqPliGylydaBUB1NCeisAQxsCwN7sdNmognHlgLL1RSokVm1GPw9ajSnKfM7K40kdLCNe2JgkZdgy+g8V4vkEcVhKRmiF5l6lCASB5sl0w/GhBO3XfDQZWYR6nUXz6WJ5a6aZF1Dtyi9uux3lquKxyOXzNCQMbdVPKYq07lRzR3tqO/e/gBIky2Yq3kpe5aUrX/LQD9cRvoUX2ZUX96Ig/oV/ljn0SMG9YJ80gIb5M5IxbvNV7yQsUS2dZkPfwxoQ+rPdmvRvlh6FnkWl0xw+ajl/gH2z+L3e++4w08iLXJqbsZTqNj7sacpPw3wvOLJLysSpflVR79ttZr3QOv3qB92sRF7Dfnqu+K0PsxHURIsKzsVvc1st33sqWvvd4MWqIAAAKAFADoAO2DHp42cDA3kFmuPESUrGR4pk9E78xTWdaN1U7DUCPMEE7EGiNzW2uxB4zkPHj07agQy6uljz9CLF9RdjfFOLg62OgzzCnE/gdVZTMZWUnUUWT8QAeh6EFZQfQEjDIausT/N8wv6MjfzwtyqkqXaJgdJWTmF9aDWCeoN6mx0mRekm3n40x/QoQPzx582ND8fN0/vdElTewgJ/e8eRfyKqv64Rm4WahIwiK+6oq1v7scVlge4ZsdaRj1ex/aZhv8ACqVhsFV5fP7IqMH5KWkJ+GnBXdvi6Kb/ALUfLNvoCt4i7laXlP3lVRorydyfhd4Xp7AqSQd7taG5Nnqi+8z/AG2odNi7mctqCiQBB1QFdO/cpEOcnzLn51iOquAWO6agC53Ng8oIX+kYfdTlU9FsWYlu9/KkCoXHssGgm67RNV3dlW0lh0LbvKb3FAY8+x6NxBfEgnVCRUUmot1W0JJf8bDt9ldh1F0p/Zdn9Wj6VlNVXWiXph3BsLmnxT+Cx0WG4usremXdVYfjXGiuTnyPim5poHWM0FC1J4h1HZQXWIkE9Rf3sRfajLwgZloCrRDwokdejLEsUZYbC7ZWN9zvj0Kb9kOff3p8m3lcch/nik9uP2e5zJ5GWeWbLtEmi0jVwxBkRQBew3Ixrhr+EDlRIvlwvWySgntB1BTUheSYveIezbxZHL503pnd1ryC7Kf4ir/IDGw9lv2e5LiMevL5yQsvvxMiCRPiLoj8QNfPbHqHHPZSHMZJMixMUSIihqBZTHVEX1JAO/qcLzY1rHADne2iz2QkhfMWPfuDeyPEc1lspOr5ZV+iwJHbPYRUFf7s0TZJruceee23svw7IAouammzHaMKgC+Rc9h6dT+uNN7P/tC4nDlYIo/onhpEirqjkLaVUAWQ9XQwy2djm8Wi7FhJpXFrBUheq+y3D+I5SBYHXKyol6CJZVIF3R+pIPU77fPF77Q/7LmP7GT/ACNjx3/2m8W/+S/5cv8A+TDOd/aPxR43R/oehlZWqOUHSQQaJk2NHHeuZzV56LxYvwH0+1q4cuqihy7A3uQvUEi+yPqUgVynfth4Kb+66kCia3HRbOwYXyk7Op0n1JjobQ5bV1BUWx7a1AHMKoMvwI6jU34bnQTyoRSstEld+Vb2A/4TEkC9OkjHlxdMFclIJ8MAh7sroBC77uUfde+yMdR6d8TsrC4UrHplW7ZTT7/edJNLqdugJrDcEGlKRQ8YNnSGYA+ZX+ljevy73jlq/rXmBKB6AinB+Kk4nlun4UTfeynmausBHwbMIPkNJGE9ekT/AB1Zlh+Sqo/XAsjDo5A9ZcwP0ZKwunYW0gC+Zlm/y6QD+eAka/8Alc3qncvlpVsgLED1JCrfrS27H0ZhidwDJhp9YJYRg25++22lQNhQLX33Wye1dCokYIjGZzsAOWPbuSCTQ7jV8j0xsOG5MQxLGOi+QoEkkk0NhZJNdsP4GAvfxnIb3RUTv4W05qVgwYMbaSRgwYMCFScb4ew1Txe9p50+/pG1V9qtuhugNqxQIA24y8bXvqAh39feB/TG6xR8X4Fq54eR7tlBAD31rUCFa97rfe+tjMxmDLu3HnqOf5TMMwFnLPHLSf8Aw6V+4n/VNWExyEbCRIx3UPEp+QgUsfzwugGKN9IDr7y6VJF9PdiII9QSML0qf93OT+ITAfMKqjGTcWNfX6TVt/2oxCL+It94FQ38NmWQ+hIBw66mwZCQa5VAHiafJE92Ne2pq6b+eAs6bUkN9hpjLD+EvKT8KwytXpALE71TC/UqpMr+tlAe+Ajf4zK7vegUfi8avDISkYWNG8tKmieZyLZ7N15kbfaxpszm2E13bamRaq+rAD4023w374ppcuPdlJG1CNdJcKewA5IlI2vqR3vEjLStJErKFL6QdRIrWOVyD5a1YattvTcXMJ4aE6jx1pbS9FW4Cqe41xt8vDHoheRQShMZIANLosjcA6qH/oDUftKmkzHAMyWQrKNBaMm2ULOh5um+gaumLljI6MuXKq8laGe61odQJHrpI9D2oVio4aqprgz2ZEpzSCFoQfc1l1oV+9XQVffGzhZOKMd1vDYoR4rMmqyW+R8KBeMfsgyRfiAk1aEhjeR2vSoFaeY9hzXv5HHqmV/adw85r6OshCDl8VgBE5veiTt+8wAO/pfiftVwbM8NnmyUjMFJU2LCyoCSj+o67b0QR1GKDEZsI2Vxc4+HcmGylooFfe3XDPo2fzEXVfELIfNH51N9+Vhv53jT8Fy7NHEijmKLtsOi2Sb6ADe8ZDg2RlzkyR2zhQBZs6UB6eg3Pw3PbHrUxXJRhVLeKddcqDegAxuzQO616g73hfGz8AbGLuW10PxM4ntF3WaPc+AURPZ5tF6rcgldJUoaqgWJFFr2sDp+VPnsqyWrAWRtRBBG42KmjuCPkcS8lK8mYjZiS2td1G4UHcKAKAAvYCuuLLiEQkzkCEC7USKrbDQ7MVBoVaj829cJMfIyTheQbV8Pwtt8skZLXkHsk+C3EMax8ojXS24C0Lq+aJx1qzynzrlBNrVTzaDrB98abJ/tYuvYcy9a6gY6ISdXhnWDuyEDV8XjNBv30omhWGbBNbhl7HUxX4EVMhPqG+OFt7OvmvM72F1QjGwSpG1jU4HoGQiVfnYGFu7NsXjl8l1QPX/NCv8ArhYMj/ZSaurUjlfQFSkg+YvCyF/q8wp9BMf86NjuWyPaoXEhctIOuXSvIIg/lLX6Y7K2gFhl41I6bRWT2ApmaydunXBHHrbw0+kM5F6SqLt5kvEAB8TjScH4II6eQ65etnovoooDYbaqBNnoNhfh8NJMbWHPYChJI1me/VOcJ4ayEySNqlIrboo2JUedkCzt0GwrezwYMb8cbY28Lckg5xcalGDBgxNcRgwYMCEYMGDAhRM9w6Oata7jowJDD4Eb16dDipznAJBvFM5HdWKD8mEZ/Ig35jGhwYokw8Un7hfnqptkc3IrInhcg65eRz5mVK/IOoPzGHE4PmG2CrCn3QwX51ELPwLY1WEyOFBYkAAWSdgAOpOFx0fEOft7UVn6hyy2f4LFDFpdtTPygAaUF+8+kXdLZ5iRddyMQshMsrvy6kLEwlfd1KoDxDcXaRh9trV9zVYa49xeCc+KumTQCI1UB2N/bK9OtaVba6J3oCCGl8PLRiMB3AMZ1kmPVziQ2vvDr5nSeovCMr4w/hYOzkQNfPeSva1xbV2auWFMBtUlKgH2XBsHpW5HboR5teIHEuHZTL68/wCGxdWJZQdQDPukgB3Xc9SQAenTFnJLqLg6TKP6Stq6ESqTZCnbbqh2vocKycrIwTV9YEYhhXMAGaq/L8r+BDIYZaG9aed7EXJ1NfCipmibMzvGXcVmpcpDxLJu3E4wsVl4JUYa4VPK1E8xW1BqiD5corzL2v8A2YfQJkU5gSRSAspC01AjY7kdxuPyGPY+P+yM2eZZBOqREX4ZUkK++ojfezveMt+0yJ1XJJKoV1hdGAOocpVdQPkQL898aj5T1fE3uupdDw9ZixDMKi9+dAeSpeB8NjymVMgVhqXbmK2da6dxT6jQaxtXwxUZmYu7O3ViT6CzdD03xe+1CMETY1qOokEamAUawNRpGs1VfyxD4dwkkq0vJHuSGDBmCrqNcvSt/MjVV1jEhkHCZnm5r/S9fhXRsjMp1rQDQDQBTOAZMRqZ5aCnYaiANJUkmvtWPs7WL8xix9koNTNmZwFjnRoEJG1ABW0kk8w0AAHc6X3OGIMi2flGXhKJEqqZJADVqCFVT1bYgegs2QFu/wBT/RWVYAixugMatzDQwS0BXSeleRog+WIguu85n0H5WXjJ+KoOZpXuGg8dT+Vp4eCpPGrowRhsyEakVx107hl9KNUQQN8IfhOYGzxrMvYFg9etyBWB/iOIvs9xnLwHdo41lIJF6SjdByk+4f8ADfdaK7XGpFh4Z28QsdaW9Fhvkew0071kV4VKekEiHz8ZCP1Z6+QxPyns+9fWzufwqVoehbQCfiAuL/Bi5mAhbcivioGd5UfJZGOIVGtX1O5J9STufmcSMGDDYAAoFUTXNGDBgx1cRgwYMCEYMGGsxmEjFuwUXQs1Z8h5n0wIUXPZ9onQGMtG1jUu5DCzRXqQVBO1nY7dMTIZldQykMp6EGxir4lnQ8bBElLCmX6qQWyEMo3XoSAMSZ8sVJliHMd3ToJP9A/k3fodqK9XFOwYay06yKGU2D8iCNiCDuCCKIPQjDuOLqMNZlCyMF06q21C1vtYsWL9Rh3DOcmVEZnvSASau/gK3v4Y4croCwueMhjcyFWVC5pWJ8Rtyzk6VIW7FAb9BS9W1BWSBI5RLMpGxYab0MrUEGyhdRtr6ADzw5xLh4jVSAd7JQuzKuw0JTEjSAKvqWrtsJPD8nLKsDwR6ViW1MnKHJXS1Abm/vkV3F3jzgY58hDRW/j6laJIDaqFGJXd3unSQRw+H7xkYambm2PKdgeWiSwIG0zLZxS3hTmOKRt7tvDPM4BVj7pJjJCt02pj2v8AIcAWJ43DElQS22zSEV4nodJZa8io+yMZHM5xFOWYDxDIFQAVuGjkUdSBWqTqfPDL4jAwB96nIE+4uqw7rCaLaZWCWBAoqVB6EON+25DfDY/HHnf7Y2uXLHfeNzuKPVOxxccPzU0DTL4ghCBNEZOqIj7ZpqIA1AUhUA11ven9qIn4hPF4pXLxxofraYhg7bHSdOgHw23LEdOtjF/6mIx8ItlY6eaa6Pd1OJEj8r38uSyGQ420KaQBYLEEtyjVpsstc1adjYrFnlIMznSEUGGE9tRBcOz3p1CidSMLIC9OuLrhfAIstOfqhmlC0Xcjlfc8grRZU3vuBXNvvccKzKPHDKDR+k6TfXmzAZb+IP8AiOEAIjICBevz/adxWNYSTE2h5nP+NN0omeHZYwNDHAFWNlYgNqBWRCFeybPMSNjZDEj4NOQY5w0oWQGRmjsaW52Z0IYaq2IBUgHY1fXYZvgAJeRW+s1a4wdlXoWXbs7Aknfqu1qMZ/ieUkhilWaMtrfWrqNSCQsDR7oLpd9jQ3JYjFs2FfHelRz++XispswfrdOZVJQUSNlALWpkJOhjY0NQOsMCws6dXenonbItADbYVsKHyxhuH5JdPisGYI16A7i0FHZVNWpFjzAo7mxuUcMAQbBFgjuD3w70af8AWVTif3JWDBgxopZGGszmVjGpjQuh1JJ8gBuT6DfCc5mRGLosxNKo6s3kPyu+gAJOwxDly7okkx58xobTQJCmtkQeV1Z6nv2AFxPcMzjShmMehAxVbILNWxJA2AvbqehxNxXZbOxxoqVIqqAoJikAoCtzpofPE6GVXAZWDKehBBB+BGBAS8GDBgXUYbngVxpdQw8iL+eHMGBCrn1Zfey8PfUbeMfeBO7KO92RubPTFgDeO4r8r9S/g/YazF6VuY/l1H4bH2cdXEZoeCxmHuH+lHl28UeoHXzUfhAPf+075likaP76gEEeYF62HqFN9rGImbzoMrJIKhQgGjsSQGt/wDUBtY6k7dLh3CgkkAAWSdgB5nAhchlV1DKQykWCOhGKbjmbBOg+4hDSHzYcyJ/Jz/D1vEfNZ6pD4BZVe9XKOY/fQNsvcl25Tts13is4lDts+kk709kkkXZbYlum/esZWNxjQ0sYb6pqCE1q5SuG8POafxZP6AHYf1hH/R/Pp0u9biHwqWMxhIwVWOk0kG1pRQ39CN98TMOYaFkTKNvXM81VK8uddQONyERMo956jFdRrNEj91bb5YxcsEZEwUEn6QVQDZrCUqr5BXkej23PbGn45mQHs7rDG0pH4iCq1/Csg/iGMzk0EbidyKhMas3m0moOT8PFVvmcZ2PfxSBiYgFG1SHy0mZUvIwuOULyjYkRgiXffqykL2732fzPEPGKKFKSuArGuVQSwDg9CCQ2kdSaut8MyZdnjkeJiByxijs5UtqB+BIXUKIOoWMSuKvHIimOvrFEaKNuYE6VobgqTv8AdonasZxy/i3mmNVFzSvCpy0YHhWxA6Mi61GlSPPxALPuk3ZArCM/BGZI/DJWORWIoVW3KD5FWLkdwbGJWWYRtKJnsuCA70N4i5rYAC1Aah10scReHpaSmuZ0E69dXI5Yp6bMorzZsdPa9flAst7wvNeLEknQso1Dybow+TAj5YkSIGBVgCCKIO4IPUHFF7Kz/wBJF2BDr+693/iVj/EMX+PR4eTrYmv5hZ0jeFxCx+ZyrZOS+sDGlYn3fwMT+jd++/vXPAcyAPB7Aaoj5pdafihIX4FfXDnH3jMZicMxcEqq+9ykHUCdhpJU2drrGe4dGdKtr1OBYYNRBr3lvlr0O1db3xmSObhJwW5HMcky0GWO+a1+ZzCxrqY0Onckk9AANyT5DfEV+KBRcsbxL95tJHwOhjRPrV7DqaxW8P4gusvOeYbKxFKg7gjfSfN7IPmAQuL2Zl0ktWijquqqt7vaqxrRyskFWmqUc0tN1GyULMfGkFORSqfsKd9P7xoE+tDcKDiVPMqKWY0oFk4rOF5wmQxgHw9JZCx5hRAo+h1AizfW/R4fXSX/ALqNtvJpB3+CH/FfTSMWKIKFgabmltU7RA1t/wAQjqfwjbsdWJ0cYUBVAAHQAUB8hhWDHF1GDBgwIRgwYMCEYZzeWEilTY7gjqpG4YeoOHsGBCqV4QXcvO4e65FXSpoAc1kk7i6ut972xVcYBSQQq3JsY1bdUNOxPmQoS1HY2ARy6dXiDxHhiTUx2dfdYXYq6ujzDc7HzPnijEsdJGWtKnEQ11SsqHCqHayG9xeryXsGNeZ6KPT4YafJxrII53dZnCva6THAXdYoVk+80jsQOvutVadRsYeFTxSRsEEhjAUXQQiguuy5KsFH3T1Yb3Yh5rhDh3lhOrMsxYLKkfiI8hRPHZi1PHCg5VjG9VbMScI4TBNu6Rt8qb2FfLObBpVpwLXltZmFRvpPiBtaagCCxbqqlQu5AUUenfRI4IBBBB3BHQ4wPB5JYfDTLsV8STwIEdWCiLLszZjNSoxDa3bUuq7JMJNajiwi4tC0bynxMpzyq7pRQaZBGrupFAya1b3bFm25bxpRxtjaGjRLOcXGpRxKbWt/10ur/u090/AiNf75xX5hyuXjI96QvPXmKpAfXnjHyxN4jwyV7WPw5AimL6pgGSyNVqx2IUChqJ29cMZ+QGdAwMaAxqNalANBaQ+8BsSqr8sYc8EvEXOGfynWSMoACmp2eIvDCqsAFQKduaOFW1AgHqFC6fQdN75xDLRxIs0ZUkRxlH25yrErZHXWSB63hzLy6pWfr/tD36KQgP8AdIxHgyw0TbbRwK6jsrN4mpgOxOgf4vvG1ia+P0VaLb5pOc1OfFIF/WlUG4Vo3Rhv3LEX0FAD1JlI4SYMPdEtfFJqI+QMi/3McYgJZIATMEG/Jogf8zDDEMRlRVQO9xGIlATXhsyq1jYFlYGyfs4Gsc79orkbeqC4DM8wrDgz+DOg7KzQH91iPDPxJEf9442M0qoCzMFUdSSAB8ScZU8ImkJeTTDqRWYe84ZBzMoXb7tGz0G29YuuHRRSomYRzNrUPHI+4phasq7BbB7AEjrjbwMT42FrxrZJTvDiCFV8Zy8mYkRo7RANKu5Ki2Yajp95r0rQIAJG3W8V0ORiZTJlHdzExWaB/fBBN8pAIO10NmG6+sSefN+NHJavPHN4MsbpI0auFkMM8aoS0aSxSlWdQ+jUt6hG93GVyQaYZhoazXXw45DcYZQWimlU6Smsl9G4slgrYskwcUhcXC53ZcbM5tKaKEWBAkRqQkUw96NjsL+8hNDz/mLHgcfikxybxrf1WxTWrFSem62LC9Ls1dUxBwed2fUFjLsHflBRSGVqWntrK9TXVjtsuNHw/h0cIIQGzuzEksx3Nkn1JNdNzQ3wlg8NIyTiyHv5K2aRrm0UNeEOjHwpSqFdNEamUWPca+29agavvVYtIIlRQqilAoD0GF4Ma1UpRGDBgwLqMGDBgQjBgwYEIwYMGBCMGDBgQjDWZyyyCnF1uPMHzBG4PqN8O4MCFTZzhBJJoSEoY9R5ZgjEEqsgG62o5WG5G5OKTiHDYpBmoWbR9KLmRJTpKlofCRU6ow1Avsb1G+2NjNKEVnY0qgknyAFk4yGfnJVlbZpTrlv7K7Uh7XpAT4Bj3FrYnEiFtSrI4y80Ci/RZPpMUmaUALCis4Rz9ZJrlnZJByoimOLmbqqsBuRafZnjM0mUd9biYqBHG9yAmeNZ0kIrWQqyFdAI2iYb9cKybaYDIjMjSsfBCsQAvQNpB0kUDJuO4HWsOrmn5ZT4cjszBWkiQsEClS1rpO5JHwcYqb0hEf3VCkYH6K5ymXjzOUjnSGAySwo6l4wRboGBNUa36AjFNw7nOX1QZbTmHkSxG3RFlI2L/wDD/JsP5HjLxROiRxCOEIgVdSgFtgg3NUCv94eWGsoisqwLAAMvUkZ8ebUC/irs/v7jWNz0bFoxcBp2vdR6p40SYc6YZYlkiy0YmMIjlSIKC7aS8LWxospYo176GB3A1MR+0EjQ5aR3lJmjhmmRVULGqyKuYClakARpkDBrpEO93cnJZ3xmC6Il1JFIgbxHH1TBl0qXUKUJU2PMeWBJ5BMy6liZ2dGaKNFJY8yMSQTuKPXqwF44cbCADX3XepfyTeYWaQQzQJpkyv0jwyXd0kQPGvhmZtI0yJ3bVpKg7lN5ns+7RuY45BLEpmZYk5qWWRXXVISEAjOtAq6uUgfZ3rEmGtGnthZjkEhLBGaqPNdDUNNihT30xKhkOWlVmv6uwSftRGgT8VpWPqn4hhf/ACTSRQWrQ10U/wBMb3utIvDmZmd9KFqDCLYsB0DSUGIHatPU9cT4YVQBVUKo6AChhYwY0kujBgwYEIwYMGBCMGDBgQjBgwYEIwYMGBCMGDBgQjBgwYEIwYMGBChcWybSoEVwnMCbXVYXeq1DuAevau+KTP8ABWRbAknlY7ABAin+sIJ3r7rMQTWw6jUYMUyQMeeIi/t8KbZHNsFjM3weYxlipQBQiIvPIBsoHLsoGxJBJIB6GiFpwuQiyPAhRAoZ9NrGo+yoJ3odWrtsQKxsMN5iBJFKOqup6qwBBrfoduuFz0fFvXxVn6hyxDaFRYlFFn8QoLLk/ZUgWWYALZ+8t+eLXK8JkiHj0TI2zxggkJ9kDsWU2duutwLpcaDLZSOMVHGiD8KgfyGHsRjwDQS55qT5UXXTkigWHlyyBlkVrRGNlffiDddjuNJIaiPdUqQb3lcY4TI4NqSSteJHupo2jFb1qQ2/Lq+PStNmcjFJvJGj101Kp/mMOxRKqhVAVQKAAoADoAB0GBuAbQtcbaIM5qCFlZ+FSyIHKEsyqb5RICNwJEakJU/aBF/drE3KcLZ4weaI9DFIA6qe+gghtJ7c1AUKHTGgwYuGEiFbZqBlcovC8q0USxs2sqKBqtr5RRJ6Chd71iVgwYZAoKBVE1RgwYMdQjBgwYEIwYMGBCMGDBgQv//Z
Jelaskan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia
Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia. Tulisan ini seharusnya sudah saya posting tahun lalu, tapi mungkin lupa atau sengaja tidak saya posting. 

Yang jelas postingan ini terkait dengan tugas kuliah PKN yaitu seperti yang sobat lihat pada judul postingan ini. Oke langsung saja saya akan menjelaskan mengapa sih Pancasila dijadikan sebagai jati diri bangsa dan identitas nasional Indonesia? 

Nah di bawah ini adalah jawabannya sobat. Saya mengutip penjelasan ini dari buku Pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi karya dosen UGM Prof. DR. H. Kaelan, M.S. dan DRS. H. Achmad Zubaidi, M.Si. 

Oke ini penjelasannya sobat. 

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara, kemudian melakukan suatu penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar filsafat bangsa dan negara yaitu BPUPKI. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa tersebut yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan hidup bangsa Indonesia, yang kemudian di abstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Jadi dasar filsafat suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Hal inilah menurut Titus dikemukan bahwa salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya sebagai suatu pandangan hidup masyarakat (Titus, 1984).

Dapat pula dikatakan Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bersumber pada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi filsafat Pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu fase historis yang cukup panjang. Pancasila sebelum dirumuskan secara formal yuridis dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar filsafat negara Indonesia, nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu pandangan hidup, sehingga materi Pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa  Indonesia sendiri. Dalam pengertian seperti ini menurut Notonagoro bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. Nilai-nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara untuk dijadikan sebagai dasar negara republik Indonesia. Proses perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, sidang "Panitia 9",sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disyahkan secara formal yuridis sebagai dasar filsafat negara republik Indonesia.

Sejarah Budaya Bangsa sebagai Akar Identitas Nasional

Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan kenyataan objektif tersebut maka untuk memahami jati diri bangsa Indonesia serta identitas nasional Indonesia maka tidak dapat dilepaskan dari akar-akar budaya yang mendasari identitas nasional Indonesia. Kepribadian, jati diri, serta identitas nasional Indonesia yang terumuskan dalam filsafat Pancasila harus dilacak dan dipahami melalui sejarah terbentuknya bangsa Indonesia sejak zaman Kutai, Sriwijaya, Majapahit serta kerajaan lainnya sebelum penjajahan bangsa asing di Indonesia. 

Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan, dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan negara. Proses terbentuknya bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak zaman kerajaan-kerajaan pada abad ke-IV, ke-V kemudian dasar-dasar kebangsaan Indonesia telah mulai nampak pada abad ke-VII, yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya dibawah wangsa Syailendra di Palembang, kemudian kerajaan Airlangga dan Majapahit di Jawa Timur serta kerajaan-kerajaan lainnya. Proses terbentuknya nasionalisme yang berakar pada budaya ini menurut Yamin diistilahkan sebagai fase terbentuknya nasionalisme lama, dan oleh karena itu secara objektif sebagai dasar identitas nasionalisme Indonesia. 

Dasar-dasar pembentukan nasionalisme modern menurut Yamin dirintis oleh para pejuang kemerdekaan bangsa, antara lain rintisan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang kebangkitan nasioal pada tahun 1908, kemudian dicetuskan pada Sumpah Pemuda pasa tahun 1928. Akhirnya titik kulminasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk menemukan identitas nasionalnya sendiri, membentuk suatu bangsa dan negara Indonesia tercapai pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kemudian diproklamasikan sebagai suatu kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu akar-akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam perspektif sejarah sekaligus juga merupakan unsur-unsur identitas nasional, yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia. 

Selesai

Nah seperti itulah penjelasan tentang Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Indonesia. Dari saya cukup sekian terima kasih dan sampai jumpa di postingan selanjutnya Sobat :)

Read More »