Memahami Ayat Alquran Dan Hadis Tentang Ujian Dan Cobaan

Memahami Ayat Alquran Dan Hadis Tentang Ujian Dan Cobaan Pada Surah Al-Baqarah: 155-157, Surah Ali Imron : 186 Hadis Riwayat Muslim Dari Qurdis Shuhaib R.A Dan Hadis Riwayat Muslim Dari Shuhaib R.A Dan Hadis Riwayat Tarmidzi Dari Mu’ab Bin Sa’ad Dari Ayahnya.

1. QS. Al-Baqarah (2) : 155-157.
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

157. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Surat Al-baqarah ayat 155 menjelaskan, bahwa Allah SWT pasti akan menguji orang-orang yang beriman, sesungguhnya ujian dan cobaan tersebut tampak sangat berat bagi orang yang mengalaminy, padahal hakikatnya hanya sedikit. Ujian dan cobaan itu menjadi sedikit jika dibandingkan dengan besarnya potensi yang diberikan Allah kepada manusia serta ganjaran yang akan diperoleh ketika berhasil lulus dari ujian tersebut.

2. QS. Ali Imron (3) : 186
186. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.

Kandungan ayat

Orang-orang mu’min akan diuji dengan berbagai cobaan. Cobaan tersebut adalah mengenai kekayaan, mengenal diri, mengenai keturunan, dan anggota keluarga, ketakutan, kelaparan, kematian, kekeringan air. Masing-masing akan menerima ujian sesuai dengan kadar iman dan keyakinan agamanya Allah SWT, memperingatkan kepada kaum mu’minin, bahwa mereka akan banyak mendengar gangguan dari ahli kitab dan orang-orang musyrikin.

Hadis Tentang Sikap Sabar Dalam Menghadapi Ujian Dan Cobaan

1. Hadis Riwayat Muslim Dari Suhaib.
عَن صُهَيْبٍ قَال: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Dari Shuhaib, dia berkata, Rasulullah bersabda: Sungguh menakjubkan keadaan orang yang beriman, karena semua urusannya baik. Hal itu tidak bias diraih seorangpun, selain orang yang beriman. jika mendapatkan kesenangan, diapun bersyukur, dan itu adalah baik baginya. Jika tertimpa musibah, diapun bersabar, dan itu adalah baik baginya” [HR. Muslim].

Hadis tersebut menunjukkan sikap orang yang beriman dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT. Sikap inilah yang membedakan antara orang yang beriman dan yang tidak beriman. Suatu sikap yang menjadikan setiap urusan yang dihadapinya selalu bernilai kebaikan.

2. Hadis Riwayat.
حَـدَّ ثنَـا قُـتَيْبـَةْ حَدَّثَنَـا حَمَّا دُبْـنُ زَيْدٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ مَصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ اَبِيْـهِ قَالَ قُلْتُ يَارَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم. اَيُّ النَّاسِ اَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنِبْيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلٰى حَسًبِ ( وَفِي رِوَايَةٍ قَدْرِ ) دِيْنُهُ فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلَبًا اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَةٌ اُبْتُلِيُ عَلٰى حَسَبِ دِيْنُهِ فَمَا يَبْرَحُ اْلبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتىٰ يَتْرُكَهُ يَمْشِيْ عَلَى اْلأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةُ .

Qutaibiah menceritakan kepada kami, hammad bin zaid menceritakan kepada kami, dari ‘ashim bin bahdalah, dari mush’ab bin sa’ad, dari bapaknya, ia berkata, aku berkata,”Wahai Rasulullah, siapa manusia yang cobaannya paling besar?” beliau menjawab, “Para Nabi, kemudian orang yang setara dengan mereka. Seseorang itu diuji sesuai dengan tingkat keagamaannya (keimanannya). Jika agamanya (keimanannya) kuat, maka cobaanpun akan berat. Jika agama (keimanannya) tipis. Maka ia akan diuji berdasarkan tingkat agama (keimanannya) itu. Bencana (musibah) itu tidak akan terlepas dari seorang hamba. Hingga ia meninggalkan hamba itu berjalan di muka bumi ini tanpa ada kesalahan (dosa).” (HR. Tirmidzi)

Kandungan dari hadis tersebut adalah bahwa semua manusia akan diuji oleh Allah SWT, dengan musibah dan cobaan dalam kehidupannya. Dalam hadis tersebut, rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi dan orang-orang yang setara dengannya. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya dalam beragama. Semakin kuat keimanan seseorang, maka semakin berat pula ujian yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Allah SWT tidak akan membiarkan saja manusia hidup di dunia ini tanpa ada ujian yang menimpanya. Ujian dan cobaan yang menimpa manusia disesuaikan dengan tingkat keagamaannya. Jika agamanya kuat, semakin berat ujian yang dihadapi.



Related Posts

0 komentar:

Post a Comment

Panduan Berkomentar, Klik disini