Resensi Buku Metodologi Studi Islam Karya Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A

Resensi Buku Metodologi Studi Islam

Identitas Buku 

Judul Buku : Metodologi Studi Islam 

Pengarang : Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. 

Penerbit : Rajawali Pers. 

Cetakan : Juni 2014 

Tebal buku : 481 Halaman 

ISBN : 979-421-706-9 

Resensator : Wilda Faza Maulidiyah. 


Muqaddimah


Islam merupakan agama samawi terakhir yang diturunkan kepada seorang Rasul penutup bernama Muhammad di Jazirah Arab. Islam merupakan agama yang sangat komplek. Sehingga dalam memahaminya pun dibutuhkan cara yang tepat agar dapat tercapai suatu pemahaman yang utuh tentang Islam. 

Di Indonesia sejak Islam masuk pertama kali sampai saat ini telah timbul berbagai macam pemahaman yang berbeda mengenai Islam. Sehingga dibutuhkanlah penguasaan tentang cara-cara yang di gunakan dalam memehami islam. Dalam mengkaji studi keilmuandalam islam memerlukan pendekatan kritis, analitis, metodologis, empiris, dan historis. 

Karena itu, penting kiranya perkembangan-perkembangan ini ditulis dan dibaca dikalangan para mahasiswa dan dosen Studi Islam agar mereka bukan hanya menjadi penikmat hasil kajian keislaman, namun mereka juga berperan sebagai pelaku perkembangan itu.

Isi Buku 

Kebutuhan Manusia Terhadap Agama 

Agama adalah ajaran yang berasal dari Tuhan atau hasil renunga manusia yang terkandung dalam kitab suci yang diwariskan turun temurun dengan tujuan untuk memberi tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang didalamnya nencapai unsur kepercayaan kepada kekuatan ghaib yang selanjutnya menimbulkan respons emosional dan keyakinan bahwa kebahagiaan hidup tersebut bergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan ghaib tersebut.latar belakang manusia perlu agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk beragama.potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan pengembangan dll, dengan cara mengenalkan agama kepadanya. 

Nafs adalah dorongan hati untuk berbuat yang kurang baik. Untuk menjaga kesucian nafs ini manusia harus selalu mendekatkan diri pada Tuhan dengan bimbingan agama, dan fisinilah letaknya kebutuhan manusia terhadap agama. 

Berbagai Pendekatan di dalam Memahami Agama

Berbagai pendekatan tersebut meliputi pendekatan teologis normative, antropologis, sosiologis, psikologis, historis, kebudayaan dan filosofis. Yang dimaksud pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigm yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.

Hubungan Agama Dengan Ilmu Pengetahuan Sosial

Dengan ilmu social maka manusia akan dapat meluruskan langkah perkembanagan ilmu pengetahuan yang terjadi saat ini dan dapat mengurangi kerusuhan social dan tindakan kriminal lainy. Secara sosiologis masalah tersebut bukanlah masalah yang berdiri sendiri, semua itu merupakan produk system dan pola piker, pendangan yang dekaden dll. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan memberikan nuansa keagamaan pada ilmu social. Islam memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah social.

Pengertian dan Sumber Ajaran Islam

Kata islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Tuhan dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Secara istilah islam adalah nama bagi suatu agama yang berasal dari Allah Swt, nama islam demikian itu memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. 

Kata islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu atau dari golongan manusia atau dari suatu negeri. Kata islam adalah anama yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Hal ini demikian dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Alquran diturunkan oleh Allah Swt. 

Di kalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran islam yang utama adalah Alquran dan Alsunnah. 

Pertama, Alquran →Alquran dari segi istilah bahwa Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Saw., dan dinilai ibadah bagi yang membacanya. 

Yang kedua Al-Sunnah →Kedudukan Al-sunnah sebagai sumber ajaran islam didasarkan pada keterangan ayat-ayat Alquran dan hadis juga didasarkan kepada pendapat.

Karakteristik Ajaran Islam

Terdapat karakteristik yang khas yang dapat dikenali melalui konsepsinya dalam berbagai bidang. 

Pertama, Karakteristik agama Islam dalam visi keagamaannya bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan, dan saling menghargai karena dalam pluralitas agama tersebut terdapat unsur kesamaan yaitu pengabdian kepada Tuhan.

Kedua, Visi Islam tentang ibadah adalah merupakan sifat, jiwa, dan misi ajaran Islam itu sendiri yang sejalan dengan tugas penciptaan manusia sebagai makhluk yang hanya diperintahkan agar diperintahkan kepada Allah.

Ketiga, Akidah Islam bukan sekedar keyakinan dalam hati, melainkan pada tahap selanjutnya harus menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku serta berbuat yang pada akhirnya menimbulkan amal shaleh.

Keempat, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang ilmu dan kebudayaan bersikap terbuka, akomodatif untuk menerima berbagai masukan dari luar tetapi juga selektif.

Kelima, Islam memiliki ajaran yang khas dalam bidang pendidikan. Islam memandang bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap orang baik laki-laki maupun perempuan dan berlamgsung sepanjang hayat. 

Keenam, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang sosial ini termasuk paling menonjol karena seluruh bidang ajaran Islam sebagaimana telah disebutkan diatas pada akhirnya ditujukan untuk kesehjateraan manusia. Khusus di bidang sosial ini Islam menjunjung tinggi tolong menolong, saling menasehati tentang hak dan kesabaran, kesetiakawanan, egaliter (kesamaan derajat), tenggang rasa, dan kebersamaan. 

Ketujuh, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang kehidupan ekonomi yaitu menolak kehidupan yang secara sekuralistik yaitu kehidupan yang memisahkan antara urusan dunia dan urusan agama. Agama harus terlibat dalam mengatur kehidupan(urusan) dunia. Keduanya harus seimbang karena urusan dunia dikejar dalam rangka mengejar kehidupan akhirat dan kehodupan akhir dicapai dengan dunia. 

Kedelapan, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang kesehatan berpedoman pada prinsip pencegahan lebih diutamakan dari pada penyembuhan. Islam menekankan segi kebersihan lahir dan batin. Kebersihan lahir dapat mengambil kebersihan tempat tinggal, lingkungan, badan, pakaian, dan sebagainya. Dan kebersihan batin seperti bertaubat.

Kesembilan, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang politik Islam menghendaki suatu ketaatan kritis yaitu ketaatan yang didasarkan pada tolok ukur kebenaran dari Tuhan. Yang terpenting didalam bentuk pemerintahan harus digunakan sebagai alat untuk menegakkan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, keamanan, kedamaian, dan ketentraman masyarakat.

Kesepuluh, Karakteristik ajaran Islam dalam bidang pekerjaan bahwa Islam memandang kerja sebagai ibadah kepada Allah Swt. Maka kerja yang dikehendaki Islam adalah kerja yang bermutu dan terarah kepada pengabdian terhadap Allah Swt. 

Kesebelas, Islam tampil sebagai sebuah disiplin ilmu keislaman dengan berbagai cabang.

Misi Ajaran Islam

Untuk melindungi hak-hak asasi manusia baik jiwa, akal, agama, harta, keturunan, dan lainnya yang terkait. Untuk itu islam sangat menekankan perlunya menegakkan keadaan dunia yang aman, damai, sejahtera, tentram, saling tolong menolong, toleransi, adil, bijaksana, terbuka, kederajatan, dan kemanusiaan. Misi inilah yang mendasari seluruh bangunan ajaran Islam dalam berbagai bidang.

Posisi Islam di Antara Agama- Agama di Dunia

Posisi Islam di antara agama-agama lain tampak bersifat adil, objektif dan proporsional. Ajaran Islam memberikan penilaian apa adanya terhadap agama-agama lain.

Metodologi Pemahaman Islam

Isalam harus dipelajari dari sumbernya yang asli yaitu, Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Ialam harus dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secara sebagian saja. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normative teologis yang ada dalam Al-Qur’an baru kemudian dihubungkan dengan keyataan historis, empiris, sosiologis yang ada di masyarakat.

Model Penelitian Tafsir

Metode penalaran : pendekatan dan corak-coraknya. Model penelitian tafsir adalah suatu contoh, ragam, acuan atau macam dari penyelidikan secara saksama terhadap penafsiran al-quran yang oernah dilakukan generasi terdahulu untuk diketahui secara pasti tentang berbagai hal yang terkait dengannya. Objek pembahasan tafsir yaitu Al-qur’an. 

Bertujuan untuk menjelaskan, menerangkan,menyingkap kandungan al-quran sehingga dapat dijumpai hikmah, hukum, ketetapan, dan ajaran yang terkandung didalamnya. Berdasarkan sifat dan kedudukannya adalah hasil penalaran, kajian, dan ijtihad para mufassir yang didasarkan pada kesanggupan dan kemampuan yang dimilikinya sehingga suatu saat dapat ditinjau kembali.

Model Penelitian Hadis

Dalam penelitian hadis dapat menggunakan pendekatan perbandingan. Yang selanjutnta menggunakan pendekatan historis dan disajikan secara deskriptif dan analitis. Dan yang terakhir, menggunakan pendekatan eksploratif, yaitu membahas dan mengkaji berbagai persoalan aktualyang muncul di masyarakat.

Model Penelitian Filsafat Islam

Dalam penelitian yang mengambil bahan-bahan kajiannya dari berbagai sumber. Selanjutnya, penelitian terhadap pemikiran filosofis dan mengemukakan riwayat hidup disana karya tulis dari masing-masing tokoh. Dan yang terakhir meneliti menggunakan bahan-bahan kepustakaan .

Model Penelitian Tasawuf

Model penelitian tasawuf yang pertama, menyajikan ajaran tasawuf sesuai dengan tema-tema tertentu. Yang kedua, menggali ajaran tasawuf dari berbagai leteratur ilmu tasawuf. Yang ketiga, mengkaji ajaran taswuf disajikan dalam tema jalan untuk dekat pada Tuhan, zuhud, dan station-station lain dengan data-data yang didasarkan pada literatur kepustakaan dengan tokoh yang memperkenalkanya. Dan yang terakhir, mengemukakan tentang firman Tuhan, kehidupan nabi, para zahid, para sufi, para ahli teori tasawuf yang dipahami berdasarkan konteks sejarahnya.

Model Penelitian Fikih

Model penelitian dalam fikih yang pertama, penelitian eksploratif, deskriptif dengan menggunakn pendekatan kesejarahan. Yang kedua, Pendedekatan historis.

Model Penelitian Politik

Penelitian mencari informasi dari sumber-sumber sesudah perang untuk menguji dan memoerbaiki gambaran dari studi catatan-catatan masa pendudukan. Dalam penelitian politik ini menggunakan model bercorak deskriptif analitis. 

Pendekatan dan analisis yang diguankan bersifat normatif historis sedangkan data-data yang digunakan bersumber pada kajian kepustakaan. Dan juga untuk penelitian mencari informasi dari sumber-sumber sesudah perang untuk menguji dan memperbaiki gambaran dari studi catatan-catatan masa pendudukan.

Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Terdapat perbedaan sudut pandang dan pendekatan dalam melihat masalah Islamisasi Ilmu Pengetahuan, namun hakikatnya sama bahwa umat islam perlu memiliki ilmu pengetahuan yang dibangun dari dasar-dasar ajaran Islam, yaitu alquran, ilmu yang didasarkan atas ajarab tauhid, yang melihat bahwa antara ilmu pengetahuan modern dengan ajaran islam harus bergandengan. Islamisasi Ilmu Pengetahuan adalah suatu upaya untuk mentransformasikan nilai-nilai keislaman kedalam berbagai bidang kehidupan manusia, khususnya ilmu pengetahuan.

Kelebihan Buku

Setiap buku tidak luput dari kelebihan dan kelemahan, karena penulis adalah seorang manusia yang jauh dari kesempurnaan, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Buku berjudul “Metodologi Studi Islam” yang ditulis oleh Abuddin Nat di dalamnya terdapat kelebihan yang membuat buku ini sesuai digunakan referensi di kalangan mahasiswa/mahasiswi dan Dosen. 

Diantara kelebihan dari buku ini merupakan sebuah karya yang didalamnya memuat suatu pengetahuan tentang Studi Islam, penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan EYD meskipun sedikit sulit untuk dipahami, namun buku ini dilengkapi dengan glosarium yang memudahkan pembaca mengerti kata yang sebelumnya tidak dimengerti dan menambah wawasan mengenai bahasa. 

Buku ini juga memuat segala aspek tentang Islam baik sejarah, metode, pendekatan, ilmu-ilmu dan sumber dari ajaran Islam dan hubungan dengan sosial. Selain itu kelebihan lain dari buku ini sekaligus penulis adalah begitu banyaknya buku referensi yang digunakan menggambarkan betapa komplek dan bagusnya buku ini sebagai pegangan tidak hanya oleh mahasiswa/mahasiswi namun sekaligus para dosen pengajar dalam mempelajari Metodologi Studi Islam.

Kekurangan Buku

Kalimat yang digunakan dalam penyampaiannya sedikit rumit dan tidak langsung pada inti pembahasan yang membuat jenuh dari pembaca. Halaman yang tebal membuat pembaca merasa berat untuk mempelajari serta materi yan disampaikan kurang ringkas. 

Menggunakan istilah yang banyak, meskipun istilah-istilah tersebut memang perlu bagi mahasiswa atau mahasiswi. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami materi yang disampaikan oleh buku ini.

Kesimpulan

Buku Metodologi Studi Islam ini merupakan karya Abuddin Nata yang menyajikan Agama dan hubunganya dengan kehidupan manusia dengan pendekatan dan metode-metodenya. Buku ini sangat bermanfaat sebagai salah satu tahap dalam memahami islam serta dapat menempatkan dirinya sebagai pelaku dan bahkan pencipta perkembangan metode islam salanjutnya, dengan mencontoh cendekiawan-cendekiawan dimasa yang lalu, dan sangat membantu para mahasiswa (khususnya perguruan tinggi yang berbasis agama) dalam kegiatan pembelajaran Perkembangan Studi Islam maupun Metodologi Studi Islam.

Saran

Harapan penulis, mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen di khususnya di perguruan tinggi islam dan para peminat kajian keislaman di perguruan tinggi umum serta masyarakat luas pada umumnya. Buku ini juga disarankan untuk dibaca oleh seorang dai yang telah memiliki pengetahuan Islam secara mendalam.

0 komentar:

Post a Comment

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, segera hubungi admin melalui contact us.. Terima Kasih