Showing posts with label Hadits Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Hadits Ekonomi. Show all posts

Konsumsi

 Konsumsi
Konsumsi dalam Perspektif Hadits Nabi

Dari Anas ra. Katanya, Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya seorang manusia mempunyai harta sebanyak dua lembah niscaya ia akan mencarinya lembah yang ketiga dan tidak akan penuh mulut manusia itu kecuali dengan tanah (kematian) dan Allah akan mengampuni orang yang bertobat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah bermakna tindakan konsumsi diperuntukkan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup (needs), bukan pemuasan keinginan (wants).

Tujuan konsumsi dalam Islam

Tujuan Konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia, yaitu

1)Kebutuhan primer (dharuriyyah) yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan hidup-mati seseorang, ct makan, minum.
2)Kebutuhan sekunder (hajiyyah), yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan, tetapi tidak sampai mengancam kehidupan apabila tidak dipenuhi, ct. kendaraan.
3)Kebutuhan tersier (tahsiniyyah), yaitu kebutuhan yang bersifat asesoris, pelengkap, dan memberi nilai tambah pada pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder, ct. Perhiasan.

Aktivitas konsumsi dalam Islam bertujuan untuk meningkatkan ibadah dan keimanan kepada Allah SWT dalam rangka mendapatkan kemenangan, kedamaian dan kesejahteraan akhirat (falah).

Aktivitas konsumsi dalam konvensional berkaitan dengan maksimalisasi kepuasan (utility).

Pemilihan Konsumsi

1.Mengutamakan akhirat daripada dunia.
2.Konsisten dalam prioritas pemenuhannya.
3.Memperhatikan etika dan norma.

Prinsip-prinsip Konsumsi dalam Islam

1.Prinsip keadilan: mengonsumsi sesuatu yang halal dan baik (tidak membahayakan tubuh), tidak menzalimi dan tidak dizalimi (riba).
2.Prinsip kebersihan
3.Prinsip kesederhanaan
4.Prinsip kemurahan hati: zakat, sedekah, infak dan wakaf.
5.Prinsip moralitas: etika dalam mengonsumsi, ct. Makan dengan tangan kanan.









Produksi

Produksi  
Pengertian Produksi

Pengertian Produksi adalah menciptakan manfaat atas sesuatu benda.

Secara terminologi: menciptakan dan menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang.

Secara umum: penciptaan guna (utility) yang berarti kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan manusiawi tertentu.

Tujuan utama produksi dalam ekonomi islam adalah untuk kemaslahatan individu dan masyarakat secara berimbang.

Manfaat Aktivitas Produksi dalam Ekonomi Islam Harus Memenuhi Syarat berikut:

1)Dibenarkan dalam syariat Islam, sesuai dengan ketentuan al-Qur’an dan Hadits.
2)Tidak mengandung unsur madharat bagi orang lain.
3)Kemanfaatan dalam ekonomi islam untuk orientasi dunia dan akhirat.

Hadits Tentang Konsep Produksi

Dari Abu Hurairah ra. Katanya, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah seseorang diantara kalian berangkat pagi-pagi sekali mencari kayu bakar, lalu bersedekah dengannya dan menjaga diri (tidak meminta-minta) dari manusia lebih baik dari pada meminta kepada seseorang, baik diberi ataupun tidak. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah (memberi) kepada orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)

Aktivitas Ekonomi Menurut Hadits Tersebut
 
1.Dorongan untuk rajin bekerja dengan berangkat pagi-pagi sekali;
2.Dorongan untuk bekerja dan berproduksi;
3.Dorongan untuk melakukan distribusi;
4.Dorongna untuk hidup ksatria dengan tidak meminta-minta;
5.Dorongan untuk bertanggung jawab dalam ekonomi keluarga.

Barang/komoditas dalam Islam
1.Barang-barang yang secara hukum halal dikonsumsi dan diproduksi.
2.Khabaits, yaitu barang-barang yang secara hukum haram dikonsumsi dan diproduksi.

Tujuan Produksi dalam Islam

Yaitu memberikan maslahah yang maksimum bagi konsumen, diantaranya dapat diwujudkan dalam bentuk:
a)Memenuhi kebutuhan manusiawi pada tingkat moderat.
b)Menemukan kebutuhan masyarakat dan pemenuhannya.
c)Menyiapkan persediaan barang/jasa di masa depan.
d)Memenuhi sarana bagi kegiatan sosial dan ibadah kepada Allah.

Dengan maslahah yang optimum, maka akan dicapai falah (keberuntungan) yang merupakan tujuan akhir dari kegiatan ekonomi sekaligus tujuan hidup manusia.

Falah adalah kemuliaan hidup di dunia dan akhirat yang akan memberikan kebahagiaan yang hakiki bagi manusia.

Prinsip Produksi dalam Islam
1.Memproduksi barang dan jasa yang halal pada setiap tahapan produksi.
2.Mencegah kerusakan di muka bumi, termasuk membatasi polusi, memelihara keserasian dan ketersediaan sumber daya alam.
3.Produksi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat serta mencapai kemakmuran.
4.Produksi dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari tujuan kemandirian umat.
5.Produksi dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik kualitas mental-spiritual ataupun fisik.
6.Produksi terkait dengan tugas manusia di muka bumi sebagai khalifah Allah, yaitu memakmurkan bumi dan alam semesta.
7.Teknik produksi diserahkan kepada keinginan, kapasitas, dan kemampuan manusia.
8.Dalam berinovasi dan bereksperimen, Islam pada prinsipnya menyukai kemudahan, menghindari mudarat dan memaksimalkan manfaat.
9.Mengoptimlkan fungsi dan kreatiftas indra dan akal.
10.Memberdayakan alam semesta sebagai sumber daya produksi.
11.Terjadinya keseimbangan antara aktivitas produksi untuk kehidupan dunia dan akhirat.
12.Aktivitas produksi dilandasi oleh moral dan akhlak mulia.
13.Produksi ramah lingkungan.

Faktor-faktor Produksi dalam Islam
1.Sumber daya alam (tanah)
2.Sumber daya manusia
3.Modal atau kapital (capital)
4.Organisasi atau manajemen