Ayat Ekonomi Lengkap Beserta Artinya

Ayat Ekonomi
Wkyes - Dipostingan ini saya akan berbagi ayat ekonomi yang saya rangkum dan bersumber dari blognya Pak Ali Amin. Ini sebenarnya bukan untuk umum melainkan untuk saya pribadi karena untuk mempermudah mencari materi. 
Kata Kunci : ayat ekonomi tentang jual beli, buku tafsir ayat ekonomi, tafsir ayat ekonomi pdf, ayat ekonomi tentang riba, makalah tentang ayat ekonomi, ayat alquran tentang ekonomi dan akuntansi, ayat pendek tentang ekonomi, soal tafsir ayat ekonomi

Ayat Ekonomi Lengkap Beserta Artinya

Daftar Isi : 

Ayat Ekonomi tentang Harta

(Jenis harta yang menyebabkan orang terhormat di hadapan orang lain)
QS. Ali Imran (3) : 14


Terjemah

14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak [186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

[186] yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Fenomena atau budaya Materialisme, Hedonisme dan Konsumerisme (perilaku konsumtif) 
  • Solusinya adalah manajemen kekayaan (wealth management) dalam Islam 
  • Berimbang dalam pemenuhan antara keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) 

Ayat Ekonomi tentang Hak Milik

(hakikat milik dalam Islam adalah milik Allah)
QS. al-Baqarah (2) : 284

Terjemah

284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Membandingkan Sistem Ekonomi Islam dengan dua Sistem Ekonomi Besar beserta sistem ekonomi turunannya, yaitu Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis. 
  • Hak milik dalam pandangan ketiga sistem ekonomi (Islam, kapitalis dan sosialis) 
  • Cara memperoleh hak milik dalam ekonomi islam (utamanya kajian fiqh muamalah) 
(hak milik didayagunakan secara efisien) 
QS. al-Isra (17) : 26

Terjemah

26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Teori Perencanaan Keuangan (Keluarga) 
  • Teori Efisiensi dalam konsumsi 
  • Skala prioritas dalam perencanaan keuangan (keluarga) 
(kepemilikan orang atas harta milik orang lain) 
QS. al-Dzariayat (51) : 19

Terjemah

19. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian [1417].

[1417] Orang miskin yang tidak mendapat bagian maksdunya ialah orang miskin yang tidak meminta-mint

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

Hak ada dua :
  • hak harta (haq al-mal) 
  • hak orang (hak al-syakhshi) 
  • al-mahrum menunjukan motivasi wirausaha bagi si miskin 
(kepemilikan orang atas harta milik orang lain) 
QS. al-Ma'arij (70) : 24-25

Terjemah

19. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
20. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Hak ada dua :
    hak harta (haq al-mal)
    hak orang (hak al-syakhshi) 
  • Al-mahrum menunjukan motivasi wirausaha bagi si miskin
  • Dominasi kerja mencari upah (wage) dan keuntungan (profit), kewirausahaan sebagai solusi kerja untuk memiliki harta 
(kepemilikan dan motivasi wirausaha) 
QS. al-Baqarah (2) : 273

Terjemah

273. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya Karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Motivasi kewirausahaan 

Ayat Ekonomi tentang Kerja

(Kerja dan Spiritulitas)
QS. al-Jum'ah (62) : 10

Terjemah

Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Bekerja dan berdoa 
  • Bekerja harus didorong oleh spiritualitas keberagamaan yang penuh 
  • Advanture dalam mencari pekerjaan 
(Kerja dan Kesempatan)
QS. al-Qashash (28) : 73

Terjemah

Dan Karena rahmat-Nya, dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

Kesempatan memiliki horizon yang lebih luas dari pada sekedar waktu. Kesempatan berkaitan dengan waktu, peluang, musim, dan lain-lain.

Ayat Ekonomi tentang Etika Ekonomi

(Seimbang dalam menuntut hak dan menunaikan kewajiban dalam bidang ekonomi)
QS. al-Muthaffifin (83) : 1-6

Terjemah

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang [1561],
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

[1561] yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • al-Mutaffif (orang yang curang) :
    Jika menuntut hak kepada orang lain, ia akan berusaha sekuat tenaganya agar haknya cepat dan segera ditunaikan oleh orang lain, tetapi ...
    Jika menunaikan kewajiban untuk orang lain, ia cenderung : (1) mengurangi beban kewajibannya yang harus ditunaikan untuk orang lain, dan (2) merugikan (mengurangi) haknya orang lain. 
  • al-Mutaffif bisa dimaknai makro (luas) di semua aspek kehidupan atau dimaknai mikro (sempit) berkaitan dengan aspek ekonomi. 
(Penegakkan Hukum di Bidang Ekonomi)
QS. al-Baqarah (2) : 188

Terjemah

188. Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Praktik risywah, gratifikasi dan kick back 
  • Persekongkolan jahat para penegak hukum 

Ayat Ekonomi tentang Produksi

(Faktor-faktor Produksi)
QS. Ali Imran (57) : 25

Terjemah

25. Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Perilaku, proses dan sasaran produksi adalah berkeadilan 
  • Faktor-faktor Produksi 

Ayat Ekonomi tentang Distribusi

(Distribusi Pendapatan)
QS. Ali Imran (59) : 7

Terjemah :

7. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Fa'i (harta rampasan perang) merupakan salah satu jenis fiskal dalam Islam 
  • Distribusi ada 2, yaitu :
    Distribusi pendapatan (distribusi kekayaan)
    Distribusi komoditas (pasca produksi) 

Ayat Ekonomi tentang Konsumsi

(Efisiensi)
QS. al-A'raf (7) : 31

Terjemah

31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid [534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan [535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

[534] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain.

[535] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Konsumsi harus mengedapankan etika dan estetika 
  • Dalam konsumsi yang dipentingkan bijak memilih keinginan dan kebutuhan 
  • Efisensi dalam konsumsi 
  • Perilaku konsuman dalam konsumsi : 
  • Utility (manfaat atau kegunaan) 
  • Satisfaction (kepuasan) 
(Allah melakukan proses penghalalan dan menciptakan barang yang bisa langsung dikonsumsi)
QS. al-Nahl (16) : 66

Terjemah

66. Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

Kinds of goods consumption :
  • Consumption by taken it for granted 
  • Consumption by designed process 
  • Consumption by permissible process 
QS. al-Maidah (5) : 1

Terjemah

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu [388]. dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

[388] Aqad (perjanjian) mencakup: janji prasetia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya.Tafsir Ayat

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Akad (al-'aqd) (contract atau perjanjian) 
  • Hubungan antara perikatan dan perjanjian (akad) 
  • Macam dan jenis-jenis akad 

Ayat Ekonomi tentang Akad (Kontrak)

(Asas atau prinsip Akad)
QS. an-Nisa' (4) : 29

Terjemah :

29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

[287] larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, Karena umat merupakan suatu kesatuan.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  1. Akad : pertemuan ijab dan kabul sebagai pernyataan kehendak para pihak yang berakibat hukum pada objek akad
  2.  Akad mengandung unsur rela atau ridha harus memenuhi prinsip atau asas (teori) :
    Kebebasan berkontrak
    Konsensualisme (kesepakatan) 
  3. Semua akad yang tidak memenuhi unsur kerelaan atau keridhaan para pihak disebut perniagaan yang batil. 

Ayat Ekonomi tentang Riba

(Riba dan Zakat)
QS. ar-Rum (30) : 39

Terjemah :

39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Tafsir Ayat

  • Ayat riba yang pertama kali turun 
  • Ayat ini turun di Makkah, sedangkan ayat riba yang lainnya turun di Madinah 
  • Ayat ini tidak dijelaskan bahwa riba itu dilarang 
  • Bahkan menurut sebagian mufasir, riba dalam ayat ini adalah riba yang tidak diharamkan. 
Ayat riba setelahnya (secara berurutan) :
  • QS. Ali Imran (3) : 130 
  • QS. an-Nisa' (4) : 160-161 
  • QS. al-Baqarah (2) : 275-280 

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Riba vs Zakat 
(Riba sebelum Islam)

QS. an-Nisa' (4) : 160-161

Terjemah

160. Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan Karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

161. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Riba dan Perilaku orang Yahudi 
(Riba Jahiliyah)
QS. Ali Imran (3) : 130

Terjemah

130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda[228] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

[228] yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi'ah. menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasi'ah itu selamanya Haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Indikator riba yang diharamkan adalah berlipat ganda 
(Riba dan Jual Beli)
QS. al-Baqarah (2) : 275

Terjemah

275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba [174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila [175]. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu [176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.

[175] Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.

[176] riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Riba dan Jual beli 
(Riba dan Shadaqah [sedekah])
QS. al-Baqarah (2) : 276-277

Terjemah

276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah [177]. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[178].

277. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

[177] yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang Telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.

[178] maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Riba dan Sadaqah 
(Riba dan Pokok Harta)
QS. al-Baqarah (2) : 278-280

Terjemah :

278. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka Ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

280. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Riba dan Pokok Harta (ra's al-mal) 

Ayat Ekonomi tentang Fiskal

(Zakat sebagai instrumen Fiskal yang diambil oleh Negara)
QS. at-Taubah (9) : 103

Terjemah

103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan [658] dan mensucikan [659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

[658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda

[659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Pendapatan negara adalah Fiskal 
  • Zakat sebagai instrumen fiskal dalam Islam 
(Wakaf sebagai instrumen Fiskal)
QS. Ali Imran (3) : 92

Terjemah

92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Wakaf sebagai instrumen Fiskal 

Ayat Ekonomi tentang Kesejahteraan dan Keadilan Ekonomi

(Perselingkuhan agamawan dengan harta [uang])
QS. at-Taubah (9) : 34

Terjemah

34. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Hubungan ulama dengan kegiatan ekonomi 
  • Menjual agama demi menghasilkan harta 
(Penguasa dan amanah)
QS. an-Nisa' (4) : 58

Terjemah

58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Kekuasaan dan amanah 
  • Kekuasaan dan keadilan 
  • Kekuasaan dan keadilan ekonomi 

Ayat Ekonomi tentang Pilantropi (Kedermawanan)

(Pilantropi dan pendusta agama)
QS. al-Ma'un (107)

Terjemah :

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, Orang-orang yang berbuat riya [1603], Dan enggan (menolong dengan) barang berguna [1604].

[1603] riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.

[1604] sebagian Mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Representasi orang yang harus dibantu : miskin dan yatim 
  • Hubungan pilantropi dan agama 
  • Pandangan yang berbeda bagi setiap orang tentang pemanfaatan benda 
QS. at-Taubah (9) : 60

Terjemah

60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [647].

[647] yang berhak menerima zakat ialah: 1. orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. orang berhutang: orang yang berhutang Karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

  • Pilantropi ada dua sararan : 
  • Pilantropi untuk karitatif 
  • Pilantropi untuk pemberdayaan 
  • Zakat sebagai instrumen pilantropi dalam Islam 
Demikianlah Artikel Tentang Ayat Ekonomi yang bisa saya sampaikan. Semoga Bermanfaat. Aamiin.

Soal Akidah Akhlak Paket 2 - Sukses UAMBN MTs 2019

UAMBN
Wkyes - Untuk persiapan UAMBN silakan bisa menggunakan beberapa soal ini untuk berlatih. Ini akan mempermudah peserta didik dalam mengerjakan soal uambn nantinya. 

Kata Kunci : soal uambn mts dan pembahasannya, soal uambn mts 2019, prediksi soal uambn mts 2019,  soal uambn mts 2017 dan kunci jawabannya, soal uambn bahasa arab 2017, soal uambn 2019, soal uambn ma 2017, download soal uambn ma 2017

Paket 2

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan menghitamkan jawaban pada huruf A, B, C, atau D pada lembar jawab yang tersedia!
1. Wujud perilaku orang yang memiliki iman, Islam, dan ihsan adalah
  • bekerja keras setiap hari agar bisa hidup berlimpah harta untuk bisa membantu kepada sesama 
  • menyibukkan diri dengan selalu beribadah kepada Allah Swt. dan mengurangi bekerja sama dengan manusia 
  • selalu menolong kepada sesama, mengasihi yang miskin, dan membantu yang membutuhkan pertolongan dengan ikhlas 
  • percaya akan pentingnya salat, melaksanakannya, dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar 
2. Perhatikan ayat berikut!

(Al-Baqarah Ayat 255)…. اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ

Ayat di atas merupakan penjelasan bahwa Allah Swt. memiliki sifat ….
  • hayat 
  • wujud 
  • qidam 
  • baqa 
3. Tobat yang kita lakukan kepada Allah Swt. harus memenuhi syarat-syarat berikut, kecuali ….
  • meninggalkan perilaku dosa itu sendiri 
  • menyesali perbuatan yang telah dilakukan 
  • menangisi perbuatannya semalam suntuk 
  • berniat tidak mengulangi selamanya 
4. Salat adalah ibadah yang agung, adab-adab yang harus dipelihara adalah ….
  • mengucapkan bacaan-bacaan saat salat dengan keras dan nyaring 
  • mandi bersih dan keramas setiap sebelum melaksanakan salat 
  • menggunakan pakaian terbaik dan termahal yang dimiliki saat salat 
  • tempat sujud rapi dan bersih dari najis, gambar, dan tulisan yang mengganggu 
5. Bacalah ayat berikut dengan sesama!

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا... (Nuh Ayat 10)

Ayat di atas menunjukkan Allah Swt. Memiliki sifat dalam asmaul husna ….
  • al-Gaffar 
  • al-Qayyum 
  • al-Aziz 
  • al-Adl 
6. Sifat Ar-Ra’uf Allah Swt. Ditunjukkan dengan kecintaan kepada manusia yaitu ….
  • memberi kebebasan kepada manusia untuk berbuat apa saja yang diinginkannya 
  • menyediakan surga bagi seluruh umat manusia baik yang beribadah maupun tidak 
  • memberikan kehidupan yang layak bagi hambanya yang rajin bersujud kepada-nya 
  • memberi apapun kebutuhan manusia, diminta atau tidak, beribadah kepada-Nya ataupun tidak 
7. Allah Swt. Memberikan rezeki kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, bahkan Allah Swt. Melapangkan rezeki kepada Si sombong dan kufur nikmat Qarun. Hal ini karena Allah Swt. Memiliki sifat ….
  • an-Nafi’ 
  • al-basit 
  • al-Gaffar 
  • al-Aziz 
8. Bacalah Surah Hud Ayat 82 berikut ini!

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

Ayat tersebut memberikan gambaran bahwa malaikat memiliki sifat ….
  • selalu bertasbih siang dan malam tiada henti 
  • suci dari sifat-sifat manusia dan jin 
  • memiliki kekuatan luar biasa dan kecepatan cahaya 
  • tidak pernah berbuat maksiat dan selalu taat kepada Allah Swt. 
9. Berikut yang menunjukkan perilaku nifak adalah ….
  • bermalas-malasan dalam salat dan ragu akan balasan Allah Swt. 
  • melakukan perbuatan hanya apabila ada yang menyuruh 
  • merasa diri sebagai orang yang paling hebat di lingkungannya 
  • menjauh dari orang yang dirasa lebih rendah darinya 
10. Kisah Ashabul Kahfi memberi pelajaran bahwa ….
  • penguasa yang zalim hendaknya dilawan secara bersama-sama 
  • tidak ada suatu kejadian di dunia ini yang mustahil bagi Allah Swt. 
  • bersama teman yang seiman akan membuat kita mudah tidur 
  • membaca dengan suara yang tinggi hingga membuat orang kagum 
11. Tauhid merupakan isi pokok kandungan Al-Qur’an tentang ….
  • pernyataan dan pengakuan akan keesaan Allah Swt. 
  • perbuatan yang bertujuan mencari rida Allah Swt. 
  • okum yang mengatur kehidupan umat manusia 
  • riwayat orang-orang terdahulu, baik yang taat maupun yang ingkar 
12. Bacalah ayat berikut dengan seksama!
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ(Al-Anbiya Ayat 105)…

Ayat di atas menjelaskan akan kebenaran kitab ….
  • Injil 
  • Taurat 
  • Zabur 
  • Al-Qur’an 
13. Balasan bagi orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. adalah ….
  • diampuni dosa yang telah dilakukan 
  • Allah Swt. akan menambah nikmat yang telah diberikan 
  • diangkat derajatnya dan martabat keturunannya
  •  menambah sanak saudara yang baik di lingkungannya 
14. Tsania peserta didik yang memiliki kemampuan olahraga bulu tangkis. Beberapa kejuaraan telah ia menangkan. Suatu ketika ia mengalami kecelakaan hingga patah tulang kaki. Hal ini menyebabkan ia tidak bisa bertanding lagi. Tsania menerimanya dengan ikhlas. Tsania peserta didik yang memiliki sikap ….
  • A. syukur 
  • B. tawakal 
  • C. ikhtiar 
  • D. sabar 
15. Santi anak yang pandai di kelasnya. Pada saat kerja kelompok ia selalu menang sendiri dan tidak menerima pendapat anggotanya. Baginya, kecerdasannya adalah segalanya. Perilaku santi mencerminkan sifat …
  • A. putus asa 
  • B. gadab 
  • C. ananiyah 
  • D. tamak 
16. Perilaku yang timbul akibat seseorang bersikap gadab adalah ….
  • A. tidak bisa berpikir tenang dalam menghadapi masalah 
  • B. selalu merasa iba terhadap teman atau sahabat yang kesulitan 
  • C. suka bekerja keras dan yakin akan mendapat kesuksesan 
  • D. berserah diri kepada Allah Swt. atas apa yang menimpanya 
17. Berikut merupakan perilaku kepada orang tua,kecuali ….
  • A. menanggung dan menafkahi orang tua apabila kita berkecukupan 
  • B. tidak duduk ketika keduanya berdiri dan tidak mendahului jalannya 
  • C. mendoakan keduanya baik ketika masih hidup atau sudah wafat 
  • D. menuruti kemauannya meskipun bertentangan dengan perintah Allah Swt. 
18. Keteladanan yang dapat kita contoh dari kisah Nabi Ayyub a.s adalah ….
  • A. menggunakan harta benda untuk berjuang di jalan Allah Swt. 
  • B. memaafkan kepada siapa saja yang telah berbuat kejahatan kepadanya 
  • C. tahan dan sabar terhadap sakit dan cobaan yang diberikan oleh Allah Swt. 
  • D. berserah diri kepada Allah Swt. atas segala karunia maupun cobaan 
19. Rasulullah saw. adalah utusan Allah Swt. Ia menyampaikan apapun yang Allah Swt. firmankan tanpa ada yang ditutupi dan disembunyikan untuk kesempurnaan tugasnya. Oleh karena itu, mustahil Rasulullah saw. memiliki sifat ….
  • A. kizb 
  • B. khianah 
  • C. baladah 
  • D. kitman 
20. Bacalah ayat berikut dengan seksama!

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ(Asy-Syu’ara Ayat 143).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah saw. memiliki sifat ….
  • A. amanah 
  • B. sidiq 
  • C. tablig 
  • D. fatanah 
21. Al-Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan oleh Allah Swt. untuk member petujuk bagi umat manusia yang berpikir untuk hidup di dunia. Karenanya, Al-Qur’an digolongkan mukjizat ….
  • A. aqliyah 
  • B. kauniyah 
  • C. hisiyah 
  • D. amaliyah 
22. Peristiwa ajaib terjadi pada diri Nabi Isa a.s. Ketika masih bayi beliau dapat berbicara membela ibunya yang mendapat ejekan dari kaum kafir. Kejadian luar biasa tersebut adalah ….
  • A. karamah 
  • B. maunah 
  • C. ilham 
  • D. irhas 
23. Apabila kita sedang menerima cobaan hidup yang sangat berat, kita harus meyakini bahwa aka nada hikmah di balik peristiwa yang kita alami. Sikap ini disebut ….
  • A. tasamuh 
  • B. tawaduk 
  • C. husnuzan 
  • D. taawun 
24. Manfaat yang timbul karena memiliki sikap tasamuh adalah ….
  • A. menghindarkan diri dari sifat kesombongan dan keangkuhan 
  • B. membentuk sikap berani menghadapi segala tantangan hidup 
  • C. meningkatkan sikap ketaatan kepada siapa saja yang lebih tua 
  • D. menghindarkan diri dari berburuk sangka kepada orang lain 
25. Di antara penyebab timbulnya sikap namimah adalah ….
  • A. gemar berbicara berlebihan dan omong kosong yang tidak benar 
  • B. banyak mendatangi majelis-majelis yang membahas tentang keilmuan 
  • C. mendengarkan nasihat-nasihat teman yang memiliki pengetahuan 
  • D. sering mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi saat ini 
26. Allah Swt. berfirman bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, hal ini disebabkan besarnya akibat fitnah, kecuali ….
  • A. membuat orang merasa resah dan gelisah dalam hidupnya 
  • B. terjadi kesalahpahaman antara orang yang satu dengan yang lain 
  • C. orang dikucilkan dari lingkungan yang seharusnya mendukungnya 
  • D. membuat orang rnenjadi lebih kuat karena besamya cobaan Iitnah 
27. Perhatikan ayat berikut ini!

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ (Thoha Ayat 15)

Penjelasan yang tepat dari ayat di atas adalah ,...
  • A. pada hari kiamat matahari akan padam dan dunia menjadi dingin 
  • B. kiamat akan datang sedangkan waktu datangnya hari kiamat dirahasiakan 
  • C. manusia berlari-larian saat kiamat tiba, seperti anai-anai beterbangan 
  • D. setiap manusia yang sudah meninggal akan dibangkitkan lagi 
28. Pada hari kiamat dunia digoncangkan dengan goncangan yang maha dasyat, karenanya peristiwa kiamat disebut juga ....
  • A. yaumul-akhir 
  • B. yaumul-qiyamah 
  • C. yaumul-haq 
  • D. yamuz-zalzalah 
29. Berikut merupakan tanda-tanda kiamat kecil, kecuali ....
  • A. terbelahnya bulan 
  • B. zina merajalela dan dilegalkan 
  • C. matahari terbit dari arah terbenamnya 
  • D. sering terjadi peristiwa gempa bumi 
30. Tanggapan yang diberikan oleh golongan yang tidak percaya terhadap hari kiamat adalah ....
  • A. kehidupan hanyalah di dunia, setelah mari tidak ada lagi kehidupan 
  • B. manusia akan mati dan dibangkitkan lagi dalam Wujud yang berbeda 
  • C. manusia akan menempati bumi yang baru setelah kematian 
  • D. bumi akan tetap baik posisinya, hanya manusianya yang diganti 
31. Peristiwa yang terjadi pada saat yaumul-ba’s adalah ....
  • A. dibangkitkannya seluruh umat rnanusia sejak Nabi Adam a.s, 
  • B. dikumpulkannya manusia di tanah lapang yang sangat panas 
  • C. manusia rnenunggu datangnya hari kiamat dengan tidur 
  • D. penimbangan terhadap amal manusia dengan seadil-adilnya 
32. Gambaran tentang titian sirat yang harus dilewati manusia adalah ....
  • A. besi yang dibentangkan dengan bara yang sangat panas 
  • B. tali yang dibentangkan di atas sungai yang sangat dalam 
  • C. jembatan yang sangat panjang dan gelap tak berujung 
  • D. terbentang sangat licin dan memiliki kait, cakar, dan berduri 
33. Hikmah beriman képada hari akhir adalah ._..
  • A. rnerasa takut kepada Allah Swt. dan mengisi hidup hanya dengan ibadah 
  • B. rnelakukan apa saja yang rnenyenangkan sebelum datangnya kiamat 
  • C. pasrah kepada Allah Swt. dan tidak berusaha akan nasib yang menimpa 
  • D. mendorong manusia berbagi dan tidak bermegah-megahan dalam hidup 
34. Sikap yang harus dimiliki oleh orang yang berilmu di antaranya ....
  • A. senang karena banyak orang yang meminta bantuan 
  • B. mengutamakan sikap rendah hari dan tidak sombong 
  • C. bangga ketika mendapat pujian sebagai orang yang berilmu 
  • D. rneminta kepada semua orang agar menerima semua pendapatnya 
35. Hal-hal yang harus diperhatikan bagi setiap muslim dalam memiliki sikap kerja keras adalah ....
  • A. semua kesuksesan hanya akan tercapai dengan kerja keras setiap saat 
  • B. menyadah bahwa hasil diperoleh dari jerih payah sendiri lebih terpuji 
  • C. orang lain tidak memiliki hak atas hasil kerja keras yang kita capai 
  • D. kerja keras pasti selalu mendatangkan kesuksesan dan kebaikan
36. Bacalah ayat berikut dengan saksama!

قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ(Az-Zumar Ayat 39).

Ayat di atas memerintahkan kita agar selalu ....
  • A. bekerja keras, memanfaatkan waktu, dan tidak bermalas-malasan 
  • B. menuntut ilmu setinggi-tingginya agar dihormati umat manusia 
  • C. memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal yang positif 
  • D. membantu orang lain yang sedang dilanda kesusahan 
37. Berikut ini yang merupakan contoh perilaku kreatif adalah ....
  • A. Sita belajar dengan sungguh-sungguh agar memperoleh nilai rnaksimal 
  • B. Rafi menerima apa yang diberikan oleh Allah Swt. dengan rasa syukur 
  • C. Zahra membuat kaos kaki bekas rnenjadi boneka yang lucu 
  • D. Rani selalu bersikap ramah dan bersahabat kepada semua temannya 
38. Pak Harun orang yang memiliki keterbatasan fisik. Ia lahir tidak memiliki kaki. Berkat kesabaran dan keuletannya, setiap hari ia mampu menghasilkan kerajinan gerabah hingga memperoleh hasil jutaan rupiah. Pak Harun merupakan orang yang memiliki perilaku ....
  • A. kerja keras 
  • B. kreatif 
  • C. produktif 
  • D. inovatif 
39. Syarat-syarat mukmin yang kuat di antaranya ..,.
  • A. selalu berbuat baik kepada teman-teman dekatnya 
  • B. suka memberi hadiah kepada sanak saudaranya 
  • C. senang berkunjung kepada pimpinannya 
  • D. bersemangat dalam mencapai yang bermanfaat 
40. Bacalah hadis berikut dengan saksama!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِاْلآخِر فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَو لِيَصْمُتْ (Hadits riwayat Bukhori Muslim)

Hadis tersebut rnengandung perintah untuk menunjukkan sikap dalam kehidupan bertetangga di antaranya ....
  • A. berkata baik atau diam 
  • B. membantu melunasi hutangnya 
  • C. membiarkan apa pun yang dilakukan 
  • D. memuliakannya saat bertamu 
41. Sikap yang diajarkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupan bertetangga di antaranya ….
  • A. mernbayar semua hutang-hutang tetangga 
  • B. memuliakan siapa saja yang sedang bertamu 
  • C. membantu merenovasi rumah tetangga 
  • D. tidak ikut campur dengan urusannya 
42. Sahabat Umar bin Khattab terkenal sangat berani dalam perjuangannya bersama Rasulullah saw. Sikap tersebut di antaranya ....
  • A. menakut-nakuti setiap orang yang mendekatinya 
  • B. rnenghabisi semua kafir Quraisy yang menentang Islam 
  • C. mengajak Rasulullah saw. untuk berjuang secara terang-terangan 
  • D. menjaga Ka’bah dari serangan kaum kafir Quraisy 
43. Semua makhluk Allah SWT telah ditetapkan perencanaan dan ketetapan mengenai apa yang akan terjadi padanya. Ketentuan tersebut dinamakan ….
  • A. qada 
  • B. qadar 
  • C. takdir mubram 
  • D. takdir mu ’allaq 
44. Berikut merupakan takdir mubram, kecuali ....
  • A. meletusnya gunung Agung di Bali yang mengakibatkan pengungsian 
  • B. pesawat Garuda gagal rnendarat sehingga terjadi kecelakaan 
  • C. pemerintah yang terus~menerus berusaha menyejahterakan rakyat 
  • D. peristiwa banjir di Bandung yang mengakibatkan ratusan rumah terendam 
45. Sikap orang yang beriman terhadap takdir Allah Swt. Adalah ….
  •  menyalahkan diri sendiri atas peristiwa buruk yang menirnpa 
  • merenungi dan berkeluh kesah terhadap setiap cobaan yang ada 
  • semua yang terjadi adalah ulah manusia yang kurang berhati-hati 
  • rida dan ikhlas atas segala ketetapan yang diberikan Allah Swt. 
46. Berikut manfaat orang yang memiliki keimanan terhadap qada dan qadar Allah Swt., kecuali ….
  • sabar dalam menghadapi cobaan Allah Swt. dan bertawakal 
  • pandai bersyukur dan tidak sombong atas apa yang diraih 
  • yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah Swt. 
  • tidak berusaha mengubah nasib, karena semua telah ditetapkan Allah Swt. 
47. Bacalah ayat berikut dengan saksama!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(Al-Maidah Ayat 2)

Ayat di atas memerintahkan agar dalam pergaulan kita ....
  • menjenguk teman yang sedang sakit 
  • menemani teman kita yang berbuat aniaya hingga sadar
  • tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa 
  • tidak mengganggu tetangga dan lingkungan 
48. Sikap yang dilarang dilakukan kepada binatang adalah ....
  • melatih hewan sebagai binatang aduan untuk mendapatkan keuntungan
  • membiarkan binatang hidup liar dan mencari kehidupan sendiri 
  • menyembelih hewan apa pun yang bisa dimasak dan dimakan manusia 
  • memelihara hewan dalam satu ruangan dengan ruangan kita 
49. Kedermawanan Usman bin Affan dibuktikan dengan ....
  • mendirikan sekolah-sekolah untuk anak keluarga miskin 
  • membagi-bagikan uang kepada siapa saja yang ditemuinya
  • membeli sumur dari orang Yahudi untuk kehidupan masyarakat 
  • memberikan pakaian gratis kepada fakir rniskin yang kedinginan 
50. Karunia Allah Swt. yang diberikan kepada Ali bin Abi Thalib adalah ….
  • kemampuan menyusun strategi perang melawan musuh 
  • budi pekerti yang sangat halus dan tutur kata yang menyejukkan 
  • kecerdasan menyelesaikan berbagai permasalahan saat itu 
  • keberanian untuk melakukan peperangan terhadap kaum kafir
Demikianlah Soal Akidah Paket 2 semoga bermanfaat. Aamiin

Terkait: kumpulan soal uambn mts, soal uambn mts bahasa arab, soal uambn qur'an hadits mts 2016, prediksi soal uambn mts 2017, soal uambn mts 2017 dan kunci jawabannya, contoh soal uambn mts 2017, soal uambn ski mts 2017, soal uambn ski mts 2016

Materi Inflasi - Ekonomi Makro Islam

Wkyes - Halo Sobat, Kali ini saya ingin berbagi tentang Materi Inflasi- Ekonomi Makro Islam. Materi ini saya share disini bukan untuk dicopas melaikan untuk dipelajari dan diambil yang penting-penting sebagai catatan untuk belajar. Mengcopas sama dengan mencuri dan mencuri adalah perbuatan yang tercela.
Kata Kunci : inflasi di indonesia, contoh inflasi, penyebab inflasi, materi inflasi, dampak inflasi, jenis inflasi, contoh inflasi dan deflasi, inflasi 2019
 Teori Inflasi Ekonomi Islam

Materi Inflasi- Ekonomi Makro Islam 

Daftar Isi :

Latar Belakang

Inflasi di dunia ekonomi modern sangat memberatkan masyarakat. Hal ini dikarenakan inflasi inflasi dapat mengakibatkan lemahnya efisiensi dan produktifitas ekonomi investas, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta pendapatan dimasa yang akan datang. 

Keberadaan permasalahan inflasi dan tidak setabilnya sektor ril dari waktu ke waktu senantiasa menjadi perhatian sebuah rezim pemerintahan yang berkuasa serta otoritas moneter. Lebih dari itu, ada kecenderungan inflasi di pandang sebagai permasalahan yang senantiasa akan terjadi. Hal ini tercermin dari kebijakan otoritas moneter dalam menjaga tingkat inflasi. 

Setiap tahunnya otoritas moneter senantiasa menargetka bahwa angka atau tingkat inflasi harus diturunkan menjadi satu digit atau inflasi moderen. Permasalahan tersebut menimbulkan reaksi para ekonomi moderen. 
Pertanyaan yang sering muncul adalah sebagai berikut :
  1. Apa pengertian inflasi? 
  2. Bagaimana sejarah dari inflasi? 
  3. Apa saja penyebab dari inflasi? 
  4. Apa saja jenis jenis inflasi ? 
  5. Bagaimana kebijakan konvensional dalam mengatasi inflasi ? 
  6. Bagaimana inflasi dalam islam? 
  7. Bagaimana cara mengatasi inflasi dalam islam ? 

A. Konsep dan Definisi Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga dari satu atau dua barang dan dalam waktu yang singkat. Secara umum dan sederhana inflasi dapat disebabkan dua hal yaitu inflasi yang timbul karena adanya permintaan masyarakat yang berlebih dan inflasi yang terjadi karena adnya kenaikan biaya produksi (Boediono, 1992:162). 

Menurut Atmaja (1999:66) dalam penelitiannya bahwa inflasi di Indonesia bukan saja fenomena jangka pendek namuin merupakan juga fenomena jangka panjang. Oleh karena itu inflasi merupakan fenomena moneter yang memiliki pengaruh luas kepada kondisi makro ekonomi negara sehingga inflasi harus dikendalikan agar tetap rendah dan setabil. 

Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapatkan perhatian para pemikir ekonomi. Pada asanya inflasi merupakan gejala ekonomi yang berupa naiknya tingkat harga. Didasarkan pada sumber poenyebab inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:
  • Inflasi permintaan istilah lain untuk inflasi semacam ini antara lain ialah deman-pull inflation, inflasi tarikan permintaan dan deman inflation. 
  • Inflasi penawaran istilah inflasi lain yang banyak dipakai untuk inflasi semacam ini ialah cost-push inflation dan suply inflation. 
  • Inflasi campuran yaitu inflasi yang mempunyai unsur baik demand-pull maupun cost-push. Inflasi semacam ini juga sering di sebut mixed inflation.[1]
Sementara definisi lain menegaskan bahwa inflasi terjadi pada saat kondisi tidak seimbang (disequilibrium) antara permintaan dan penawaran. Yaitu lebih besarnya permintaan dari pada penawaran. Dalam hal ini tingkat harga umum mencerminkan keterkaitan antara arus barang atau jasa dan arus uang. 

Bila arus barang lebih besar dari arus uang maka akan timbul deflasi, sebaliknya bila arus uang lebih besar dari arus barang maka tingkat harga akan naik dan terjadi inflasi. Secara umum pendapat ahli ekoinomi menyimpulkan bahwa inflasi yang menyebabkan turunnya daya beli dari nilai uang terhadap baran-barang dan jasa, besar kecilnya ditentukan elasitas permintaan dan penawaran akan barang dan jasa. 

Faktor lain yang juga turut menetukan fluktuasi tingkat harga umumdiantaranya adalah kebijakan pemerintah mengenai tingkat harga, yaitu dengan mengadakan kontrol harga, pemberian subsidi kepada konsumen dan lain sebagainya.

Dari definisi yang ada tentang inflasi dapatlah ditarik tiga pokok yang terkandung didalamnya yaitu:
  • Adanya kecenderungan harga-harga untuk meningkat, yang berati mungkin saja tingkat harga yang terjadi pada waktu tertentu turun atau naik dibandingkan dngan sebelumnya, tetapi tetap menujukan kecendrungan yang meningkat. 
  • Peningkatan harga tersebut berlangsung terus menerus, bukan terjadi pada suatu waktu saja. 
  • Mencangkup tingkat harga umu (general level of prices) yang berati tingkat harga yang meningkat itu bukan hanya pada satu atau beberapa komodit saja.[2]

B. Sejarah Inflasi

Perkembangan inflasi di Indonesia seperti halnya terjadi pada negara-negara berkembang pada umumnya, fenomena inflasi di Indonesia masih menjadi satu dari berbagi “penyakit” ekonomi makro yang meresahkan pemerintah terlebih bagi masyarakat. Menjelang ahir periode baru (sebelum krisis moneter) angka inflasi tahunan dapat ditekan sampai pada single digit. 

Tetapi secara umum masih mengandung kerawanan jika dilihat dari seberapa besar prosentase kelompok masyarakat golongna miskin yang menderita akibat inflasi. Lebih-lebih setelah berlanjutnya krisis moneter yang kemudian diikuti oleh krisis ekonomi, yang cenderung meningkat pesat (mencapai lebih dari 75% pada tahun 1998) dan diperparah semakin besarnya presentase golongan masyarakat miskin. 

Sehingga bisa dikatakan, bahwa angka inflasi di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi, tetapi dengan meninjau presentasi golongan masyarakat bawah yang menderita akibat inflasi cukup besar, mak sebenarnya dapat dikatakan bahwa inflasi di Indonesia telah masuk dalam stadium awal dari hyperinflasi.

Menurut sudsut pandang moneteris jumlah uang beredar adalah faktor utama yang dituding sebagai penyebab timbulnya inflasi di setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia. Di indonesia jumlah uang beredar itu lebih banyak, hal ini terjadi karena masih adanya anggapan, bahwa adanya uang kuasi hanya merupakan bagian dari likuiditas perbankan. 

Sejak tahun 1976 presentase uang kartal yang beredar (48,7%) lebih kecil dari pada presentase jumlah uang giral yang beredar (51,3%), sehimhha mengindikasikan bahwa telah terjadi proses moderenisasi disektor moneter di indonesia. Juga mengindikasikan bahwa semakin sulitnya proses pengendalian jumlah uang beredar di indonesia, dan semakin meluasnya monetisasi dalam kegiatan perekonomian. 

Akibatnya memberian kecenderungan meningkatnya laju inflasi. Menurut data yang dihimpun dalam laporan Bank Dunia, menujukan laju pertumbuhan rata-rata jumlah uang beredar di indonesia pada periode tahun 1980-1992 relatif tingi jika dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. dan, tingkat inflasi di Indonesia juga relatif tinggi dibandingkan dengan negar-negara ASEAN lainnya( kecuali Filipina). 

Kenaikan jumlah uang beredar di Indonesia pada tahun 1970-an sampai awal tahun 1980-an lebih disebabkan oleh pertumbuhan kredit likuiditas dan defisit anggaran belanja pemerintah. Pertumbuhan ini dapat merupakan efek langsung dari kebijaksanaan bank Indonesia dalam sektor keuangan (terutama dalam hal penurunan reserve requirement).[3]

C. Penyebab Inflasi

Faktor utama yang menjadi timbulnya inflasi di Indonesia adalah jumlah uang yang beredar, di indonesia jumlah uang yang beredar lebih banyak karena masih ada anggapan bahwa uang kuasi hanya merupakan bagian dari likuiditas perbankan. Faktor yang kedua adalah defisit anggaran belanja pemerintah yang banyak sekali menyangkut tentang struktual ekonomi Indonesia karena mendorong permintaan agrerat. 

Faktor ketiga adalah penawaran agrerat dan luar negeri. Kelemahan faktor agrerat disebabkan oleh adanya hambatan struktual yang ada di Indonesia. Harga pangan merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Umumnya laju penawaran bahan pangan tidak dapat mengimbangi permintaanya sehingga menyebabkan excess deman. 

Sedangkan di sisi lain di metode dan teknologi yang digunakan masih kuarang canggih dan tidak maksimal. Laju inflasi merupakan faktor penting dalam menganalisa dan meramalkan suku bunga. Selisih antara suku bunga nominal dan inflasi adalah ukuran yang sangat penting mengenai beban sesungguhnya dari biaya suku bunga yang di hadapi individu dan perusahaan. 

Suku bunga ril juga menjadi ukuran yang sangat penting bagi otoritas moneter. Peningkatan ekspektasi inflasi akan cenderung meningkatkan suku bunga nominal. Hal ini berarti pada suku bunga nominal akan cenderung terkandung ekspetasi inflasi untuk memberikan tingkat kembalian ril atas penggunaan uang.[4]

D. Jenis Inflasi

1. Inflasi menurut sifatnya[5] 

a. Inflasi merayap
Inflasi yang ditandai dengan laju yang relatif rendah kurang dari 10 % per tahun. Pergerakan inflasi berjalan secara kamban dan dalam waktu yang cukup lama. Melihat sifatnya tersebut inflaasi merayap tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi perekonomian.

b. Inflasi menengah
Inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga yang relatif cukup besar biasanya berkisar antara dua digit atau diatas 10%. Sifat inflasi ini berjalan dalam tempo yang singkat serta berdampak akseleratif dan akumulatif artinya bahwa inflasi bergerak dengan laju yang semakin besar. Pengaruh yang ditimbulkan terhadap perekonomian relatif cukup berat dibandingkan jenis yang pertama karena akan membebani masyarakat yang berpendapatan tetap seperti pegawai negeri, buruh, dan karyawan kontrak.

c. Inflasi tinggi
Inflasi dengan tingkat yang sangat tinggi dan menimbulkan efek merusak perekonomian karena menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap nilai uang. Harga barang naik berlipat – lipat dalam jangka pendek. Inflasi tinggi timbul pada saat terjadi defisit anggaran untuk membiayai proyek – proyek yang bersifat darurat dan ditutup melalui kebijakan pencetakan uang.

2. Inflasi menurut besarnya[6]

a. Inflasi rendah
Inflasi dengan laju pertumbuhan kurang dari 10 % pertahun, sehingga disebut juga inflasi dibawah dua digit. Sifat inflasi rendah ini sesuai dengan inflasi merayap (creeping inflation) dan tidak memberikan dampak yang merusak pada pereknomian. Dalam beberapa hal justru memberikan dorongan bagi pengusaha untuk lebih bergairah dalam berproduksi karena adanya dorongan kenaikan harga barang dipasar.

b. Inflasi sedang
Inflasi yang bergerak antara 10 % – 30 % pertahun. Pengaruh yang ditimbulkan cukup dirasakan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti pegawai negeri dan karyawan lepas.

c. Inflasi tinggi
Inflasi dengan laju 30% - 100 % pertahun. Inflasi tinggi terjadi pada keadaan yang tidak stabil dan mmenghadapi krisis yang berkepanjangan. Efek yang ditimbulkan menimbulkan mulai hilangnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga – lembaga ekonomi masyarakat seperti perbankan. Aktivitas kredit, asuransi, proses produksi dan distribusi barang mengalami guncangan karena masyarakat lebih mengambil sikap aman dengan memegang barang daripada uang.

d. Hyper inflation
Inflasi dengan laju diatas 100% pertahun dan menimbulkan efek krisis ekonomi secara berkepanjangan. Fenomena hyper unflation biasanya menandai adanya pergolakan politik dan pergantian pemerintah atau rezim. Masyarakat benar – benar kehilangan kepercayaan terhadap mata uang.

3. Inflasi menurut sebabnya[7]

a. Inflasi karena tarikan permintaan (deman pull inflation)
Inflasi yang terjadi karena kenaikan permintaan total (agregat demand) sementara produksi telah berada pada posisi full employment. Inflasi karena tarikan permintaan timbul jika peningkatan permintaan agregat bergerak lebih besar dibandingkan dengan potensi produktif perekonomian. Sehingga untuk menstabilakan harga harus diimbangi dengan kebijakan mendoorong produksi sektor riil. 

Fenomena inflasi tarikan permintaan ini terjadi pada perekonomian yang mendekati Ifull employment yaitu pengangguran menurun dan tenaga kerja langka. Manakala pengangguran masih tinggi maka peningkatan permintaan agregat justru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

b. Inflasi dorongan biaya (cost push inflation )
Inflasi yang diakibatkan oleh peningkatan biaya selama periode pengangguran tinggi dan penggunaan sumber daya yang kurang aktif. Fenomena inflasi dorongan biaya diawali dari peningkatan upah yang merupakan komponen utama dalam aktivitas produksi. 

Melalui serikat pekerja mereka memaksakan peningkatan upah pekerja sehingga menimbulkan biaya produksi. Faktor lain yang berpotensi menimbulkan peningkatan baiya produksi adalah peningkatan harga bahan bakar miyak, makanan, dan pergeseran nilai tukar.

E. Kebijakan ekonomi konvensional dalam mengatasi inflasi

Dalam mengatasi masalah inflasi perlu dibedakan dua bentuk inflasi yaitu inflasi merayap dan inflasi yang lebih serius terutama apabila tingkatnya melebihi 5 persen. Mewujudkan inflasi nol persen secara terus menerus dalam perekonomian yang sedang berkembang adalah hal yang sulit dicapai. 

Oleh karena itu dalam jangka panjang yang perlu dilakukan adalah menjaga agar tingkat inflasi berada pada tingkat yang serendah mungkin, misalnya mencapai dua hingga empat persen setahun. Untk mencapai tujuan ini merupakan tugas dari bank sentral. 

Sementara langkah – langkah yang dilakukan pemerintah baru dilaksanakan apabila inflasi yang berlaku lebih serius dari inflasi merayap.[8] Berikut kebijakan – kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah inflasi.

1. Kebijakan moneter

Sasaran kebijakan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang yang beredar (M). Salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral(deman depsit). Bank sentral dapat mengatur uang giral ini melalui penetapan cadangan minimum. Untuk menekan laju inflasi cadangan mimimum dinaikan sehingga jumlah uang menjadi lebih kecil. 

Selain itu bank sentral juga dapat melakukan diskonto (discount rate). Discount rate adalah tingkat diskonto untuk pinjaman yang diberikan oleh bank sentral kepada bank umum. Apabila tingkat diskonto dinaikan maka gairah bank umum untuk meminjam akan semakin kecil sehingga cadangan yang ada pada bank sentral juga mengecil. 

Akibatnya kemampuan bank umum untuk memberikan pinjaman pada masyarakat makin kecil sehingga jumlah uang beredar turun dan inflasi dapat dicegah. [9]

Instrumen lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar tebuka (jual/beli surat berharga). Dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.

2. Kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi pemintaan total. Kebijakan fiskal yang berupa pengurangan pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan. [10]

3. Kebijakan yang berkaitan dengan output

Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang didalam negeri cenderung menurukan harga.[11]

4. Kebijakan penentuan harga dan indexing

Kebijakan ini dilakukan dengan penentuan celling harga, serata mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik maka gaji/upah juga dinaikan.[12]

F. Inflasi dalam perspektif islam

Timbulnya inflasi sebagai masalah perekonomian, tidak terlepas dengan upaya-upaya manusia untuk mendapatkan kemewahan duniawi, sehingga melanggar prinsip-prinsip bermuamalah secara Islam.

Menurut ekonom Islam, Inflasi berakibat sangat buruk bagi perekonomian karena:[13]
  1. Menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang, terutama terhadap fungsi tabungan, fungsi pembayaran dimuka, dan fungsi unit perhitungan. Akibat beban inflasi tersebut, orang harus melepaskan diri dari uang dan aset keuangan. lnflasi juga mengakibatkan terjadinya inflasi kembali (self feeding inflation) 
  2. Melemahkan semangat masyarakat umtuk menabung (turunnya MPS) 
  3. Meningkatkan kecenderungan berbelanja, terutama untuk barang – barang non primer dan mewah (naiknya MPC). 
  4. Mengarahkan investasi kepada hal-hal yang tidak produktif seperti penumpukan kekayaan berupa tanah, bangunan, logam mulia, dan mata uang asing serta mengorbankan investasi produktif seperti pertanian, industri, perdagangan, dan transportasi. 
Ekonom Muslim, Taqiuddin Ahmad bin Al Maqrizi salah seorang murid Ibn Khaldun menggolongkan inflasi dalam dua golongan yaitu:[14]

1. Natural inflation

lnflasi jenis ini diakibatkan oleh sebab-sebab alamiah yang tidak mampu dikendalikan orang, yaitu oleh turunnya penawaran agregatif atau naiknya permintaan agregat.

2. Human error Inflation

Human error inflation dikatakan sebagai inflasi yang disebabkan oleh kesalahan dari manusia itu sendiri. Human error inflation dikelompokan berdasarkan penyebabnya yaitu : 
  • Korupsi dan administrasi yang buruk 
  • Pajak yang berlebihan 
  • Percetkan uang dengan maksud menarik keuntungan yang berlebihan. 

G. Kebijakan ekonomi islam dalam mengatasi inflasi

Sebenarnya inflasi tidak dapat dihentikan ataupun dihapus. Namun laju inflasi dapat ditekan sedemikian rupa. Tokoh – tokoh ekonomi islam klasik sebelumnya telah menemukan solusi.[15]

1. Al – Ghazali (1058 – 1111)

Menyatakan pemerintah mempunyai kewajiban menciptakan stabilitas nilai uang. Dalam hal ini Al- Ghazali memperbolehkan penggunaan mata uang selain dinar dan dirham dengan syrat pemerintah wajib menjaga stabilitas nilai tukarnya dan pemerintah memastikan tidak ada spekulasi dalam bentuk perdagangan uang.

2. Ibnu taimiyah (1268 – 1328 )

Ibnu taimiyah sangat menentang keras terhadap terjadinya penurunan nilai mata uang dan percetakan uang yang berlebihan. Ia berpendapat pemerintah seharusnya mencetak uang harus sesuai dengan nilai yang adil atas transaksi masyarakat, tidak memunculkan kezaliman terhadap mereka. Ini berarti Ibnu taimiyah menekankan bahwa percetakan uang harus seimbang dengan transksi pada sektor riil. 

Uang sebaiknya dicetak hanya pada tingkat minimal yang dibutuhkan untuk transaksi dan dalam pecahan mempunyai nilai nominal yang kecil. Ia juga menyatakan bahwa nilai instrinsik mata uang harus sesuai dengan daya beli masyarakat.

3. Husain shahthah

Husain shahthah menawarkan beberapa solusi yaitu :
  • Reformasi tehadap sistem moneter yang ada sekarang dan menghubunhgkan antara kuantitas uang dengan kuantitas produksi. 
  • mengarahkan belanja kepada belanja yang bermanfaat dan melarang sikap berlebihan 
  • larangan menimbun harta dan mendorong untuk menginvestasikannya 
  • Meningkatkan produksi dengan memberikan dorongan kepada masyarakat secara materil dan moral. Menjaga pasokan barang pokok merupakan krusial untuk bisa mengendalikan inflasi. 
KESIMPULAN

Inflasi adalah kenaikan harga dari satu atau dua barang dan dalam waktu yang singkat. Faktor utama yang menjadi timbulnya inflasi di Indonesia adalah jumlah uang yang beredar. Faktor kedua adalah defisit anggaran belanja pemerintah yang banyak sekali menyangkut tentang struktual ekonomi Indonesia karena mendorong permintaan agrerat. 

Faktor ketiga adalah penawaran agrerat dan luar negeri. Jenis - jenis inflasi berdasarkan sifatnya, besarnya, dan sebabnya. Dalam ekonomi konvensional terdapat beberapa kebijakan dalam menanggulangi inflasi yaitu : kebijakan moneter, kebijakan fiskal, kebijakan yang berkautan dengan output, kebijakan penentuan harga dan indexing.

Ekonom Muslim, Taqiuddin Ahmad bin Al Maqrizi menggolongkan inflasi dalam dua golongan yaitu : Natural inlation dan human error Inflation. Tokoh – tokoh ekonomi islam klasik sebelumnya telah menemukan solusi. Al – Ghazali menciptakan stabilitas nilai uang. Ibnu taimiyah, mencetak uang secara adil. 

Husain shahthan, menawarkan beberapa solusi yaitu: Reformasi tehadap sistem moneter, mengarahkan belanja kepada belanja yang bermanfaat, larangan menimbun harta, dan meningkatkan produksi

SARAN

Untuk dapat mencapai perekonomian yang sehat dan stabil dibutuhkan pemahaman mengenai inflasi. Oleh karena itu dsarankan agar pembahsan mengenai inflasi ini bisa diperdalam agar pengaplikasianya dapat dilakukan secara optimal dan bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
  • Atmadja, adwin s. Inflasi di Indonesia : Sumber-sumber Penyebab dan Pengendaliannya. Universitas Kristen Petrus 
  • http: // makro4d. Wordpress. Di akses pada tanggal 12 oktober 2017 pukul 19.00 WIB 
  • Karim, Adiwarman. 2008. Ekonomi makro islam. Jakarta : PT Raja grafindo 
  • Milasari D, Agnes Sediana. 2010. Analisis Dampak Inflasi. Jakarta: Universitas Indonesia 
  • Nophirin. 2012. Ekonomi moneter. Yogyakarta: BPFE 
  • Reksoprayitno, Soediyono. Ekonomi Makro. Yogyakarta: BPFE 
  • Sukirno, Sadono. 2012. Makro ekonomi tepri pengantar. Jakarta : PT Raja grafindo persada 
  • Yuliadi, Imamudi. 2008. ekonomi moneter. Jakarta : PT. Macana jaya cemerlang 
Footnote
  • [1]Soediyono Reksoprayitno, Ekonomi Makro, (Yogyakarta: BPFE) hlm 179 
  • [2]Agnes Sediana Milasari D, Analisis Dampak Inflasi, (Jakarta: Universitas Indonesia, 2010), hlm. 14 
  • [3]Adwin S. Atmadja, Inflasi di Indonesia : Sumber-sumber Penyebab dan Pengendaliannya, (Universitas Kristen Petrus), hlm. 59-60 
  • [4]Ibid., hlm. 61 
  • [5] Imamudi yuliadi. ekonomi moneter. (Jakarta : PT. Macana jaya cemerlang,2008), 74 
  • [6] Ibid. 75 
  • [7] Ibid 
  • [8] Sadono sukirno. Makro ekonomi tepri pengantar. (Jakarta : PT Raja grafindo persada. 2012), hal. 345 
  • [9] Nophirin. Ekonomi moneter. (Yogyakarta: BPFE. 2012), hal. 34 
  • [10] Ibid. 35 
  • [11] Ibid 
  • [12] Ibid 
  • [13] Adiwarman karim. Ekonomi makro islam.(jakarta : PT Rajagrafindo persada. 2008) hal. 140 
  • [14] ibid. 140 
  • [15] http: // makro4d. Wordpress. 
Oleh:
  1. Nur Maziyah ( 2013114070 ) 
  2. Evi Hida Salasatun ( 2013115051 ) 
  3. Tri Desiana ( 2013115368 )
Demikianlah Materi Inflasi Ekonomi Makro Islam yang bisa Saya sampaikan. Semoga Bermanfaat. Aamiin.
Download Makalah Inflasi Doc

Dasar-dasar Ekonomi Islam yang Wajib Anda Ketahui

Dasar-dasar Ekonomi Islam
Wkyes - Halo Sobat. Kali ini saya akan berbagi tentang Dasar-dasar Ekonomi Islam. Materi ini sangat penting, selain karena ini merupakan materi kuliah juga dalam penerapannya juga sangat diperlukan. Menerapkan dasar-dasar dari ekonomi Islam akan berdampak baik pada kehidupan pelakunya. Maka perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak ada salah paham dalam menerapkannya.
Kata Kunci : Dasar dasar ekonomi islam pdf, Buku dasar dasar ekonomi islam, Dasar-dasar ekonomi islam ppt, Ruang lingkup dasar dasar ekonomi islam, Sap dasar dasar ekonomi islam, Sejarah dan perkembangan penerapan ekonomi islam, Sejarah pemikiran ekonomi islam, Makalah nilai nilai dasar ekonomi islam.

Dasar-dasar Ekonomi Islam 

1. Barang dan jasa

Barang dan jasa yang diproduksi dalam ekonomi islam didasarkan kepada kaidah pokok dalam muamalah. Yaitu: apa saja dibolehkan, kecuali yang dilarang. Ini berarti bahwa barang dan jasa yang diproduksi hendaknya barang dan jasa yang halal, bukan yang diharamkan.

Adapun jenis-jenis barang yang haram diperjual belikan diantaranya:
  • Menjual atau membeli anjing kecuali anjing pemburu. 
  • Bangkai, darah, daging babi dan daging binatang yang disembelih atas nama selain Allah.
  • Khamar dan sejenisnya. 
Baca Juga : Teori Konsumsi Islam

2. Perhatian kepada karyawan

Hubungan antara pengusaha dan karyawan diatur dalam tata hubungan berdasarkan atas penghargaan terhadap derajat manusia sebagai makhluk allah yang mulia, Karena itu eturan ketenagakerjaan senantiasa diatur dalm hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Tenaga kerja ditempatkan bukan hanya sebagai batas alat produksi, tetapi ditempatkan dan dihargai sebagai manusia, karena itu, sistem pengupahan ditata secara adil berdasarkan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya sehingga para pekerja dapat merencanakan dengan jelas dan memacu mereka bekerja untuk mengejar prestasi kerjanya.
Dalam hal pengupahan ini hak-hak pekerja diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh pengusaha, bahkan hak mereka dapat diberikan tanpa ditunda-tunda. Pemberian hak yang wajar dan manusiawi kepada pegawai akan berdampak terhadap produktivitas kerja mereka, sebaliknya pengabaian terhadap hak-hak pekerja melahirkan inevesiensi yang dapat merugikan perusahaan seperti pemogokan dan sebagainya.

Demikian pula dalam hal kewajiban para pekerja, Islam mengajarkan untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab terhadap kelancaran dan kemajuan perusahaannya, karena kewajiban bekerja bukan hanya kebutuhan memenuhi kebutuhan material saja, melainkan juga tugas hidup sebagai manusia, sekaligus tugas pengabdian (Ibadah) kepada Allah.

Baca Juga : KONSEP KEBUTUHAN DALAM ISLAM

3. Sistem distribusi

Distribusi barang dan jasa menurut ajaran islam hendaknya didasrkan kepada kelancaran untuk segera sampai ketangan konsumen serta tidak ada dirugikan karena itu aspek kedailan dalam pendistribusian barang dan jasa sangat ditekankan. Upaya-upaya yang dapat merugikan konsumen terutama yang dapat mempermainkan harga akibat distribusi yang tidak lancar harus dijauhkan.

Monopoli dan oligopoly dalam ekonomi tidak sesuai dengan ajaranm islam, sebab monopoli akan melahirkan penguasaan sector ekonomi oleh sebagian masyrakat yang memiliki modal besar saja dengan demikian dapat terjadi kesenjangan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil. Persaingan, yang tidak sehat dan pada akhirnya merugikan masyarakat banyak.

Islam mengajarkan keadilan dan pemerataan ekonomi dan kesempatan berusaha, sehingga setiap orang dapat memperoleh hasil usaha sebagaimana yang mereka usahakan. Hal ini memerlukan iklim usaha yang sehat pula melalui peraturan dan mekanisme pasar, yang dapat menjamin terciptanya keadilan ekonomi. 

Baca Juga : TEORI KONSUMSI ISLAM

4. Kepuasan kedua pihak

Jual beli dalam konsep islam didasarkan atas kesukaan kedua pihak untuk membeli dan menjual sehingga tidak ada perasaan menyesal setelah peristiwa jual beli berlangsung. Jual beli da;lam keadaan terpaksa atau dipaksakan oleh salah satu pihak, baik pembeli maupun penjual, bukanlah cara yang sesuai dengan ajaran islam. Karena itu tidak sah jual beli dibawah ancaman, ketakutan dan keterpaksaan.

Aspek saling menguntungkan dan saling meridhoi merupakan cirri utama dari konsep islam, karena itu hal-hal yang menggangu kedua aspek diatas perlu sekali diperhatikan agar jual beli dapat terhindar dari kekecewaan dan kerugian. 

Baca Juga : Etika Islam dalam bidang, produksi, konsumsi dan distribusi

Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

Nilai dasar sistem ekonomi Islam

  • Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan. 
  • Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia. 
  • Keadilan antar sesama manusia. 

Nilai instrumental sistem ekonomi Islam

  • Kewajiban zakat. 
  • Larangan riba dan kerjasama ekonomi. 
  • Jaminan social dan peranan negara. 

Nilai filosofis sistem ekonomi Islam

  • Sistem ekonomi Islam bersifat terikat oleh nilai. 
  • Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik, dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus. 
Baca Juga : Teori Konsumsi Islam

Nilai normatif sistem ekonomi Islam

  • Landasan aqidah. 
  • Landasan akhlaq. 
  • Landasan syari'ah. 
  • Al-Qur'anul Karim. 
  • Ijtihad (Ra'yu), meliputi qiyas, masalah mursalah, istihsan, istishab, dan urf.

Demikianlah Artikel Tentang Dasar-dasar Ekonomi Islam. Semoga Bisa Memberikan Manfaat. Aamiin.

Cara Merubah Kuota Maxstream Menjadi Flash Menggunakan Psiphon Pro Versi 172

Cara Merubah Kuota Maxstream Menjadi Flash Menggunakan Psiphon Pro Versi 172
Wkyes - Halo sob, sudah lama saya tidak berburu internet gratis, tetapi akhir-akhir ini saya memang sedang butuh banget kuota internet alhasil saya pun mencari trik biar bisa internetan gratis. Ya sebenarnya ini nggak gratis-gratis amat sih, karena ini menggunakan kartu as yang memang ada kuota maxstreamnya. Karena hp saya jadul maka buat instal aplikasi untuk nonton film nggak bisa. Jadi saya rubah aja menjadi kuota biasa.

Cara Merubah Kuota Maxstream Menjadi Flash Menggunakan Psiphon Pro Versi 172

Sebenarnya ini bukan kuota flash sih, tetapi lebih tepatnya hanya memanfaatkan bug operator untuk dapat mengakses internet sebagaimana mestinya penggunaan internet pada umumnya. Baiklah langsung saja saya share triknya.

Jadi ada dua aplikasi yang saya coba yaitu menggunakan psiphon versi baru yang 200+ dan juga psiphon versi 172 ini. Dan setelah saya coba ternyata yang work di hp saya yang versi lama yaitu 172. Jadi silakan siapkan dulu psiphon versi 172 nya sekarang dan instal di hp.

Settingan ini saya ambil dari blog kuotareguler.com

Sekarang masuk ke pengaturan hp untuk setting APN. Saya mengguanakn hp samsung. Silakan sesuaikan dengan hpnya.

Untuk hp samsung


  1. Masuk ke Pengaturan
  2. Pengaturan lainnya
  3. Jaringan Seluler
  4. Nama Poin Akses
  5. Pilihan Buat APN Baru
    Isi Nama APN = kuotareguler
    APN = sabartbs7
    Proksi = 203.6.149.156
    Port = 80
  6. Kembali 
  7. Pilih settingan yang sudah dibuat tadi

Sekarang kita mengakses psiphon yang sudah di instal


  1. Masuk ke Aplikasi Psiphon
  2. Ke Tab Option
  3. Centang Tunnel Whole Device (Requires Android 4.0+) dan Disable timeout for slow networks
  4. Klik More Option
  5. Centang Sound
  6. Centang Connect though an H..
  7. Centang Use System Network
  8. Klik Custom HTTP headers
  9. Centang Add custom HTTP headers
    Header 1 :
    host
    www.maxstream.co.id
    Header 2 :
    host_port
    quickplay
  10. Kembali 
  11. Start / jalankan Psiphon.
  12. Selesai
Selamat berinternet. Demikianlah tutorial Cara Merubah Kuota Maxstream Menjadi Flash Menggunakan Psiphon Pro Versi 172. Semoga Bermanfaat.

Jika trik ini tidak bekerja, silakan sampaikan di kolom komentar, terima kasih :)